[⚠️Typo bertebaran]
[Happy reading luvv]
.
.
.
.
.
.
.
.
Masih ingat dengan perkara Taeyong, Jaemin, dan Beomgyu yang heboh mengabadikan momen antara Mark dan Haechan.
Tak lama karena suara keributan Jeno dan Beomgyu membuat si kecil menangis dan berakhirlah Beomgyu yang memukul Jeno menggunakan bantal sofa.
Jangan tanya kenapa mereka berdua tidak terbangun dengan suara Chenle, itu karena Mark dan Haechan yang kecapean serta Taeyong dan Jaemin yang tanggap langsung menenangkan Chenle.
Tapi naasnya bantal itu malah terlempar ke arah Mark yang sedang tertidur dengan Haechan di pelukannya.
"Aduhhh, ishhh"
Mark mengusap kasar wajahnya, karena Mark yang trus bergerak membuat Haechan ikut terusik dia menggeliat dalam pelukan Mark.
Saat Haechan dan Mark membuka mata dan mereka saling bertatap tatapan beberapa detik, begitu pula dengan Jeno dan Beomgyu yang menatap mereka berdua.
Dalam hitungan 3 detik nyawa mereka sudah terkumpul lalu, saat tersadar posisi mereka, mereka malah sama sama mendorong satu sama lain.
"A-ahh maaf maaf tuan saya tidak sengaja" Haechan langsung terduduk dan meminta maaf pada Mark.
"G-gak papa" mark mengusap tengkuknya yang tidak gatal menyembunyikan rasa gugupnya juga, jujur saja jantung Mark serasa berdisko sekarang.
Sedangkan Jeno dan Beomgyu yang saling lirik dan melempar bisikan masih tetap berkelahi.
"Abang sih ahh, kebangun kan"
"Lu juga yang mukul"
"Ya kalo lu yang gak mulai duluan jenong!"
"Kok gue, lu sendiri yang ngelempar juga"
"Lu harusnya gak ngelak ihh"
"Lu kata hah? Pertahanan diri ini namanya"
"Salah jenong pokoknya"
"Lah bjir"
Jika Jeno dan Beomgyu bertengkar maka beda lagi dengan Jaemin dan Taeyong, mereka berdua kini tengah sibuk menenangkan Chenle yang menangis.
"Mommyyyy!!" Chenle meronta dan menepis semua orang yang berusaha menjangkau nya.
"Lele mau MOMMYYY!!" Teriak Chenle makin kencang.
Haechan yang mendengar itupun langsung bergegas
Menghampiri Chenle, namun karena terlalu spontan membuat Haechan lupa jika kakinya dalam masa pemulihan.
"AKHHH" Haechan langsung terduduk kembali setelah merasakan kakinya sakit karena hentakan yang begitu keras.
Taeyong, Jaemin, Jeno, Beomgyu, dan juga Mark langsung menatap Haechan khawatir.
Mark dengan cepat berjongkok dan melihat kondisi kaki Haechan,
"Astaga, kamu gak papa? Gak usah langsung berdiri gitu" ucap Mark sambil meluruskan kaki Haechan bertumpu pada pahanya.
"Haechan kamu gak papa nak? Astaga itu kenapa kakinya? Kamu diapain sama Mark sini bilang ke bubu gak usah takut ntar bubu kebiri dia"
"Ah-ehh anu, itu.."
"Echan kaki lu kenapa ege, HAH?! HEH, GUE BILANGIN BUNDA DOY LU YA"
Haechan yang panik pun langsung menggeleng ribut, "gila lu na, mau gue di kulitk hidup hidup lu ah gak solid banget anjir"
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And Duda?
FanfictionGak terlalu bisa bikin desk, jadi kalau penasaran bisa langsung di baca aja ya dicks. saya juga penulis amatir yang baru berani mempublikasikan karya tulis saya. . . . . . . . ⚠️ WARMING ‼️ √BXB √🔞 √KATA KASAR √MPREG MOHON DIPERHATIKAN SEKALI LAGI...
