Gak terlalu bisa bikin desk, jadi kalau penasaran bisa langsung di baca aja ya dicks. saya juga penulis amatir yang baru berani mempublikasikan karya tulis saya.
.
.
.
.
.
.
.
⚠️ WARMING ‼️
√BXB
√🔞
√KATA KASAR
√MPREG
MOHON DIPERHATIKAN SEKALI LAGI...
"Ehhh den echan, kok sore banget den" sapa pak Har yang membuka pagar untuk Haechan.
"Bukan mau ngajar pak, mau ngambil barang ketinggalan doang kok" nyengir dia, gak papa itung itung buat ngalihin rasa gugupnya.
"Oalah, ya udah masuk den ntar diculik orang den echan manis gini"
Haechan cuma nyengir membalas gombalan pak Har. 'dikata gula kali gue' batinnya.
Haechan masuk dan kini ia sudah berada di depan pintu besar itu, rasanya tangan Haechan kaku untuk memencet bel rumah itu.
Rasa gugup dan tegang kembali menyerang Haechan, demi apapun mending uji nyali di rumah kosong dari pada di rumah gede berpenghuni gini.
Haechan menghela nafas guna menetralkan rasa gugupnya, namun saat akan memencet bel rumah pintu rumah tersebut di buka dan menampilkan sodok bibi park disana.
"Lh den Haechan, mau nyari Beomgyu?"
"Ahhhh bukan bi, echan mau nyari Jeno"
"Ohhh, tumben den nyari tuan muda Jeno"
"Buat tugas kuliah bi"
"Oalah ya udah masuk dulu atuh, kenapa diem disitu sini masuk nanti bibi panggilkan tuan Jeno"
Bibi park menarik tangan Haechan, "aduh bi, echan tunggu disini aja udah, gak lama juga kok"
"Masuk aja atuh den, tuan muda Jeno tuh lama kalau dipanggil tuh"
Mau tak mau Haechan pasrah dan mengikuti langkah bibi park dengan lesu.