[⚠️typo bertebaran]
[Happy reading luvv]
.
.
.
.
.
.
.
"MOMMMYYY~~"
Haechan tersentak saat merasakan kakinya ditubruk dengan sengaja oleh seseorang membuat Haechan sempat limbung, untuknya ada Yangyang yang sigap menahan tubuh Haechan yang limbung.
Tidak hanya Haechan yang kaget tapi satu cafe ikut bingung memandang Haechan dan bocah itu.
"Ehh, Hyung lu gak papa kan??" Tanya Yangyang memastikan Haechan baik baik saja.
"Heh bocah sokap bener lu, maen pelak peluk Bae dikata guling ni Hyung gue"
"Mommy lele not uling" bantah Chenle.
"Mommy siapa? Uling? Ngomong nya dibenerin dulu cil elah"
Malah berantem tuh mereka berdua.
"Niii, mommy lele not uling" tunjuk Chenle pada Haechan.
Yangyang ikut memandang arah telunjuk Chenle yang mengarah pada Haechan sambil bingung.
"Ini Hyung gue cil, mommy lu yang mana hah??"
Omongan Yangyang cukup membuat Chenle kesal dan berujung...... "HUAAAAA, NII MOMMY LELE MOMYYY!!"
Kan kan, buang aja ni Yangyang jail bener njir, Haechan yang sudah mulai sadar pun langsung menggendong Chenle dan menenangkannya.
Begitu juga dengan seorang laki laki yang ikut berlari kearah Chenle saat mendengar teriakkan khas lumba lumba itu.
Yap siapa lagi kalau bukan Mark Jung a.k.a Jung Minhyung.
"Loh Haechan?" Kaget Mark saat menemukan Haechan lah yang bersama sang anak.
"Kaget nya dipending dulu dong Hyung, ini Chenle nya gak mau berhenti nangisnya"
"Ehh iya iya, sini sama Hyung aja"
Mark mengambil alih gendongan Chenle, jika kalian ingat Haechan masih memakai gips pada kakinya jadi pasti susah saat berjalan sambil menggendong Chenle.
Dan ya, ingat kan mereka masih di pintu masuk cafe? Otomatis jadi dah tuh Drakor gratis buat para pengunjung lainnya, kecuali Yangyang yang cuma bisa ngelongo gak ngerti apa apa Shik shek shok dia.
"NO NO LELE WANT MOMMY" Chenle memberontak di gendongan Mark, dan berakhir kembali pada dekapan Haechan.
"Lele berhenti nangis dulu dong, coba mana senyum nya" rayu Haechan dan untungnya berhasil membuat Chenle diam dan malah menyembunyikan kepalanya pada dada Haechan.
"Hyung, dia-"
"Nanti aja nanya nya ayok duduk dulu capek gue" Haechan berjalan terlebih dahulu bahkan melewati Mark begitu saja.
Haechan duduk pada salah satu meja reservasi yang sudah Yangyang pesan sejak seminggu yang lalu, kalo nanya kenapa harus reservasi dulu?
Ya jawabannya simple karena stok menu juga terbatas kan setiap tanggal itu selalu gratis tuh.
Yangyang menyusul saat Mark ikut membuntuti Haechan yang duduk di meja reservasi.
"Ehh om tempat gue ini, sono minggir lu" usir Yangyang pada Mark yang menempati bagiannya.
"Ambil kursi lain" balas Mark tanpa menengok Yangyang sedikitpun.
"Anjir enak bet moncong lu, gue udah pesen ni kursi dari seminggu yang lalu ye, minggir nggak lu"
Haechan yang sudah jengah dari tadi kupingnya panas pun, mulai emosi dengan Yangyang. "ambil kursi lagi Napa sih yang, ribet amat" ucap Haechan tanpa menengok Yangyang karena sibuk dengan Chenle yang masih merajuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And Duda?
FanfictionGak terlalu bisa bikin desk, jadi kalau penasaran bisa langsung di baca aja ya dicks. saya juga penulis amatir yang baru berani mempublikasikan karya tulis saya. . . . . . . . ⚠️ WARMING ‼️ √BXB √🔞 √KATA KASAR √MPREG MOHON DIPERHATIKAN SEKALI LAGI...
