17 - Brainkiller

130 5 0
                                        

Fokusku yang ke mana-mana membuatku tidak sadar Lilly bergerak untuk menangkup wajahku. Sisa-sisa tawanya masih terlihat, matanya melengkung seperti bulan sabit. Dengan cepat ia mengecup pipiku.

"Temenin aku buat tugas aja ya, besok pagi kita jalan-jalan deh."

Gadis ini racun.

Dengan wajahnya yang cantik, ia dapat membuat setiap laki-laki bertekuk lutut.

Sial.

Aku cubit pipinya kemudian berbaring kembali di lantai. "Cepat selesaikan tugasnya!"

****

Cerita ini telah tamat dan dapat dibaca secara lengkap melalui Karyakarsa dengan link sebagai berikut :

Karyakarsa.com/Amubamini

Untuk melihat karya-karya yang telah dipublikasi kalian dapat memilih menu "Seri" kemudian pilih karya yang ingin kalian baca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Untuk melihat karya-karya yang telah dipublikasi kalian dapat memilih menu "Seri" kemudian pilih karya yang ingin kalian baca. Atau jika kalian tertarik untuk membaca secara keseluruhan silahkan pilih menu "Paket" untuk mendapatkan diskon-diskon yang menarik.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Salam sayang,
Amubamini.

Before The RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang