Semua berpikir Alan dan Lilly adalah pasangan yang memang diciptakan Tuhan untuk bersama. Yang satu pendiam dan yang satu lagi penuh suara. Bagi kedua keluarga pernikahan mereka adalah pernikahan yang paling damai dan tanpa intrik sama sekali.
Tapi...
Langkahku terasa gontai saat aku berjalan menuju kamar mandi. Haruskah kuakhiri saja? Mati atau hidup pun tidak ada bedanya, toh aku juga tidak akan bertemu Alan lagi. Pria itu pasti sudah muak dengan semua enigma yang ada dalam diriku. Dia seharusnya berdampingan dengan wanita pintar yang normal.
Bukan aku ataupun Lilly. Kami hanya perempuan yang penuh dengan luka yang sulit untuk disembuhkan. Menahan serta menguras waktu Alan untuk menyembuhkan luka itu adalah sesuatu yang egois. Jadi lebih baik berakhir saja. Kami tidak ditakdirkan untuk bersama.
"Maaf Lilly, mari kita lupakan Alan lagi."
****
Cerita ini telah tamat dan dapat dibaca secara lengkap melalui Karyakarsa dengan link sebagai berikut :
Karyakarsa.com/Amubamini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Untuk melihat karya-karya yang telah dipublikasi kalian dapat memilih menu "Seri" kemudian pilih karya yang ingin kalian baca. Atau jika kalian tertarik untuk membaca secara keseluruhan silahkan pilih menu "Paket" untuk mendapatkan diskon-diskon yang menarik.