Part Twenty two (22)

46 12 28
                                        

Aku Ziyan sebagai author dari cerita ini. jangan lupa vote dan sempetin komen✌️

Happy Reading 💖

Cello menatap Raya yang sedang memakan coklat yang diberi Agnes lewat paket. ia menelan ludahnya sendiri ketika melihat Raya makan dengan lahap cokelat nya.

"mau?" tanya Raya yang mendapat anggukan antusias dari Cello. mata Cello berbinar menunggu coklat yang akan Raya berikan.

"Beli lah"Sambung Raya yang membuat Cello kecewa. seketika senyumnya menjadi pulsa🙃

Cello yang sudah lelah pun pergi ke kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.

'gw jadi pengen pulang. tapii gw takut si nenek lampir itu beraksi lagi' pikirannya kini kemana mana. ia sebenarnya ingin sekali melihat wajah sang ayah. jujur ia merindukan nya

Sebenarnya dulu sang bunda pernah bilang padanya seperti ini :

Jadilah orang yang gampang memaafkan sesama manusia. bunda tau luka itu masih ada, tapi hidup akan menjadi lebih ringan jika kamu menjadi pemaaf nak. gak semua hal akan menyangkut pautkan kamu. jika kamu lelah, kamu bisa cerita pada seseorang yang kamu anggap dekat denganmu. pesan bunda yang harus kamu inget, jangan pendam perasaan kamu sendiri nak. bunda sayang kamu

Mata nya yang terasa berat pun tertutup. ia terlelap dalam dunia malam nya.

***

Raya sedang menggosok gigi nya di kamar mandi menghadap ke cermin.

Setelah nya ia pergi ke kamar dan ikut tidur bersama Cello.

❤️❤️🤍🤍

Raya dan Cello terbangun ketika kicawan burung dan ayam terdengar masuk ke telinga mereka dan sinar matahari masuk ke kamarnya lewat jendela.

Raya berjalan ke kamar mandi dengan malas.

Setelah lama bersiap siap. akhirnya mereka berdua pun berangkat sekolah bersama. pada akhirnya mereka harus berpisah di persimpangan jalan.

***

Raya yang sudah selesai piket pun menghampiri Cello yang menunggunya di depan gerbang sekolah.

Mereka pun saling berlari, bercanda dan saling bertukar tawa disetiap langkah mereka.

Dan pada akhirnya mereka sampai di rumah. Raya melempar sepatu sekolahnya ke arah asal.

Mereka pun pergi ke dapur sesudah membersihkan diri mereka masing-masing. mereka mencoba resep yang ada di YouTube.

"Masukin tuh telornya"

"Eh nasi dulu lahh!!"

"Sosis mana?"

"Bakso mana bakso?"

"Bakso apa?"

"Centong mana?"

Samapi dapur rumah Raya berantakan cuma karna mereka ingin membuat nasi goreng.

Ya walaupun hasil nasi gorengnya terlihat enak.

"Itadakimasu" ucap Cello lalu menyantap nasi goreng buatan mereka berdua.

Raya {on going}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang