Jangan lupa vote
dan komen ya.. follow juga
author nya🐥..
***
Sebuah angin lembut menerjang tubuh Raya yang sedang duduk di taman sendirian, dirinya menatap langit yang mulai mendung dan gelap. Raya sekarang kembali merasakan betapa pahitnya hidup sendirian tanpa sahabat, saudara, bahkan orangtua.
Ya, hidup memang pahit seperti pare 'bukan?
Air hujan sedikit demi sedikit membasahi wajah Raya. dia sama sekali belum bangkit dari duduknya.
Air mata Raya mengalir mengikuti tetesan air hujan yang membasahi wajah nya.
"Ngapain ujan ujan disini?"
Raya tersentak kaget karena tiba-tiba ada orang yang menepuk pundak nya.
"H-haikal?" Katanya dengan gugup.
"Kenapa? gw ganteng ya? oh jelazzzzz" Bangga Haikal yang membawa payung.
Haikal duduk di samping Raya dengan menyodorkan payungnya.
"Kenapa disini? padahal disini dingin loh. ada masalah? cerita sama gw." Kata Haikal
"Makasih, Kal" Ucap Raya yang mendapat anggukan kepala Haikal.
"Gak masalah, Ray." Ujarnya dengan senyum tulus yang terukir ikhlas di wajah nya.
"Gw udah gak punya siapa siapa lagi." gumam Raya.
"Lah? kan masih ada gw." Sahut Haikal.
"Elo?"
"Iya, gw!!" Kata Haikal dengan senyumnya.
"Makasih banyak ya, Kal" Ucap Raya.
"Iya, sama sama." Balas Haikal.
"Udah sana pulang, udah mau malem loh ini." Ucap Haikal
Raya menggeleng ribut, "Gw gak mau pulang, Kal!!"
"Ya kalo gini sih, Lo kansepnya mandi ujan dong." Kata Haikal.
"Iya." Jawab Raya singkat.
"Jangan gitu dong. nanti lu sakit siapa yang repot?" Tanya Haikal
"Gw kan udah bilang, kalo gw udah gak punya siapa siapa lagi. ya otomatis gak bakal ada yang repot lah." Ucap Raya dengan sendu.
"Udah Ray.. masih ada gw kok." Kata Haikal.
"Iya, Kal. makasih banyak." Ucap Raya.
"Kebanyakan bilang makasih nya, cantik" Ucap Haikal mengedipkan satu matanya ke arah Raya, Raya hanya diam.
"Ada ada aja." gumamnya.
"Haha.." Haikal terkekeh kecil, walaupun Raya masih saja diam.
"Ayo, gw anterin pake payung gw." Titah Haikal memegang tangan Raya dengan lembut.
"Kemana?" Tanya Raya.
"Ke kuburan, Ray." Jawab Haikal dengan ketus.
"Yaudah." Kata Raya pasrah.
Haikal dan Raya pun pergi ke rumah Raya dengan satu payung. terlihat sangat romantis...
(Tapi jujurly saya cemburu) -author
Sampailah mereka didepan rumah Raya.
"Makasih, Kal" Ucapnya.
"Kebanyakan itu makasihnya." Kata Haikal tersenyum ke arah Raya.
"Iya iya.." Raya pun melambaikan tangannya ke arah Haikal, Haikal pun spontan membalas nya dengan senyum.
"JANGAN SEDIH LAGI YA, CANTIK" Teriak Haikal ketika menjauhi rumah Raya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raya {on going}
Fiksyen RemajaSeorang gadis yang bernama Raya Anesta Angelina.yang sekarang duduk di bangku kelas 11 IPA.dia adalah seorang yatim piatu,kedua orangtuanya meninggalnya dan kakak perempuannya 4 tahun yang lalu akibat kecelakaan antara mobil milik orangtuanya dan mo...
