Tringgggg!
Bel istirahat berbunyi dan segera Adit langsung bergegas mengambil tasnya juga tidak lupa pamit dengan Arka.
Adit berjalan cepat menuju kantin sekolah untuk mengisi perutnya.
Arka yang ditinggal hanya berdiam diri menatap Adit dari belakang, "Kau tidak penasaran?"
Kembali ke Adit, ia terus berjalan dan bersenandung, kenapa? Karena ia bahagia karena dibalik sela-sela pembicaraannya dengan Arka, sesekali Arka mengelus surainya dengan lembut.
Itulah yang membuatnya senang, bagaimana tidak? Orang tuanya sejak dahulu sering menyiksanya dan tidak pernah memberikannya kasih sayang sedikit pun, semua kasih sayangnya itu terus difokuskan kepada adik dan kakaknya.
Namun naasnya, keluarganya mengalami kecelakaan parah dan merenggut nyawa keluarganya.
Ia tidak bersedih, karena dirinya terus dihibur oleh sahabatnya, Arka.
Benar, Arka sudah menemaninya sejak kecil hingga saat ini.
Sifat Arka itu pendiam dan perhatian kepadanya, belum lagi...... Banyak orang yang mengatakan jika Arka hanyalah tema imajinasi belakanya saja karena sedari awal, ia tidak memiliki teman, makanya orang tuanya tidak ingin memiliki anak yang gila.
Seberapa pentingkah Arka dalam hidupnya? Sangat berpengaruh, Arkalah yang menuntunnya ke rusun yang ditinggalinya, Arka jugalah yang membantunya mengurus keperluan sehari-harinya, Arka yang menemaninya ketika sedang bersedih.
Ia terus memikirkan betapa menyenangkannya bersama Arka hingga tidak sadar tubuhnya menabrak seorang gadis.
Bruk
Keduanya sama-sama terjatuh, kacamata Adit terlempar dekat dengan gadis itu
Belum sempat Adit mengambil kacamatanya, Adit melihat gadis yang ditabraknya barusan adalah seorang pembully terkenal di sekolahnya, Vilia.
Adit panik karena telah menabrak Vilia, pasti Adit akan disiksa lagi olehnya.
Bukan pertama kalinya Adit dibully olehnya, sudah beberapa kali Vilia dan anggota Genggasta lainnya membully Adit berkali-kali.
Adit berdiri dan langsung mencoba berlari menjauhi Vilia, tapi sepertinya nasib buruk berada di pihak Adit.
Adit dicegat oleh Chavez dan Darso, sangat sial sekali lagi.
Adit tidak bisa kemana-mana, di belakang sudah ada Vilia, di depan sudah ada Chavez dan Darso yang menghalangi jalan keluarnya.
Adit meneguk ludahnya sendiri, "M- maaf..... B- bisakah aku-"
Tanpa basa-basi, Vilia menjambak rambut Adit dengan keras, "Kurang ajar! Elo harusnya minta maaf ama gue,"
"M- maafkan a- aku karena t- tidak melihatmu."
"Bedebah seperti elo lagi bercanda ama gue?! Tau posisi dulu dong."
"Maafkan aku."
Vilia berdecak kesal, "Coba Tunjukkin ke gue cara sikap junior kepada senior," Vilia melepas jambakan rambut Adit.
Adit meringis kesakitan dan menundukkan kepalanya agar tidak memperpanjang masalah.
Chavez menyeringai jahat dan memukul kepala Adit dengan keras sehingga tubuh Adit tersungkur kebawah.
Belum sampai disitu saja, Darso menendang tubuh Adit dengan keras.
Vilia sekali lagi menjambak rambut Adit, "Nah, kami udah maafin elu, sekarang buat kompensasi karna udah nabrak gue tadi, jadilah budak kami sampe kami bosan," Vilia melepas jambakan rambut Adit dan meninggalkan Adit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka N Adit [End]
General FictionSeorang pemuda yang bernama Aditama Dhirendra adalah korban bullying di sekolahnya dikarenakan Adit itu yatim piatu dan miskin serta dianggap gangguan jiwa karena sering berbicara sendiri. Adit memiliki sahabat yang bernama Arkatama Kansais yang se...
![Arka N Adit [End]](https://img.wattpad.com/cover/364457741-64-k614229.jpg)