Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

15. Hilangnya Bon-bon

209 27 7
                                        

Larilah secepat mungkin, sampai ajal tak mampu meraihmu.”

SISTEM BERANTAI

“Permainan di mulai!”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Permainan di mulai!”

Kata-kata Laskar terus terngiang di indra pendengaran mereka. Mereka tahu apa yang di maksud cowok itu. Lagi, sebuah ancaman semakin jelas menghadang mereka. Mereka yang terlibat akan menghadapi permainan yang sudah direncanakan oleh si peneror tersebut. Siapa yang kalah, maka dia yang akan berakhir. Langkah mereka sudah sejauh ini, ke enamnya sepakat untuk melanjutkan dan menerima permainan yang akan mereka lalui nantinya. Meski sulit, mereka yakin kalau mereka akan jadi pemenang di garis akhir.

Aileen, Zhafer, Gionino dan Shailendra yang berhasil mendapatkan nilai A+ di praktik penyempurnaan sistem keahlian, ke empatnya kini sama-sama memiliki rencana sama. Di mulai dari Zhafer, yang sudah membuat CCTV transparan dan mengaku hanya bisa tersambung pada 2 ponsel, padahal cowok itu hanya berbohong dan diam-diam sudah menyambungkan koneksinya pada ponsel miliknya. Zhafer harus tahu apa yang terjadi di GMS dan siapa saja dalang pelakunya.

Bukan hanya Zhafer saja, melainkan Shailendra yang sudah merancang black box perekam suaranya pun memiliki taktik yang sama. Melalui black box itu Shailendra akan tahu semua percakapan yang terjadi dan itu mempermudah untuk mengetahui rencana apa yang akan pihak sekolah jalani. Sementara Gionino, arloji GPS-nya akan mengetahui ke mana pihak yang terkait akan membawanya ke tempat yang tak pernah ia ketahui. Semoga saja, siapa pun yang memakai arlojinya, Gionino bisa meringkus dalang di balik kejahatan ini. Dan untuk Aileen? Pelan-pelan sistem keamanan yang sudah ia buat akan melemahkan data-data sekolah itu sendiri. Aileen itu cerdik seperti kancil, ia bisa mengelabui lawannya dengan apa yang sudah ia buat. Hanya dengan cara meyakinkan pihak guru, Aileen mampu memasang perangkap itu sendiri di kandang musuh. Sistem keamanan, adalah sistem perusak yang sebenarnya sudah Aileen buat tanpa meninggalkan jejak curiga sedikit pun di sana.

“Gimana? Ada yang udah di pakai belum alatnya?” tanya Queen penasaran.

“Belu—”

“Ada,” potong Aileen dengan cepat. Ia menatap fokus pada layar komputernya. “Sistem keamanan gue udah di pakai. Pelan-pelan akan melumpuhkan data-data keamanan sekolah.”

Saat ini mereka sedang tidak berkumpul, melainkan tengah melakukan panggilan tergabung antar satu sama lain. Mereka sengaja berpencar, karena mereka tak mau murid-murid lain curiga dengan apa yang sudah mereka rencanakan akibat kedekatan mereka bersama.

“Bagus, jangan sampe ninggalin jejak,” omong Zhafer di seberang sana. Cowok itu tengah bersama Shailendra di atas rooftop asrama.

“Lanjutin aja dulu, gue lagi mandi ini. Izin kagak nimbrung, ye,” ucap Gionino terkekeh pelan.

“Lo mandi bawa handphone? Gila lo,” cibir Queen tak habis pikir.

“Apa sih, Queen? Mau mandi bareng sama Aa Nino?”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 15, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SISTEM BERANTAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang