⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Kalo misal posisi kalian kayak Liona, liat Rezvan yang malah mesra-mesraan sama perempuan lain. Kalian mau gimana?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bukan, ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah awal dari sebuah cerita." -REZVAN Better Together
Pagi masih berkabut ketika Liona mengantar Bundanya pulang ke rumah. Langit berwarna pucat kebiruan, udara dingin masih setia menempel dikulit.
Tanpa banyak waktu untuk berlama-lama, gadis itu segera bergegas mandi, hanya butuh waktu sepuluh menit untuk selesai, Liona keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya, mengenakan seragam sekolah. Di depan cermin, ia merapikan rambut panjangnya, lalu menyematkan jepit rambut berbentuk kupu-kupu disana.
Sebelum berangkat, Liona kembali melirik bundanya yang beristirahat di kamar. Langkahnya terhenti sejenak di ambang pintu. Ia ingin memastikan, sekali lagi, bahwa wanita itu benar-benar baik-baik saja. Ada rasa ragu yang mengganjal, rasa ingin tinggal lebih lama, namun ucapan Lia tadi pagi kembali terngiang di kepalanya "bahwa dirinyanya baik-baik saja, Liona tidak perlu khawatir."
Awalnya, Liona bersikeras untuk tidak berangkat sekolah. Ia ingin menemani sang bunda. Namun Lia tersenyum, mengusap rambut Liona dengan lembut, dan berkata "Bunda beneran gak apa-apa, Liona." ucapnya kala itu. Akhirnya, dengan hati setengah berat, Liona mengangguk dan mengalah, ia berangkat ke sekolah dengan naik bus.
Bus sekolah melaju pelan membelah jalanan ibu kota. Liona duduk di dekat jendela, menatap pemandangan yang berlalu tanpa benar-benar melihatnya. Pikirannya dipenuhi oleh berbagai kekhawatiran yang berusaha ia singkirkan. Gadis itu menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, meyakinkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja, bahwa semua akan berjalan seperti biasa.
Sesampainya di sekolah, Liona turun dan melangkah menyusuri lorong panjang menuju kelasnya. Suara langkah kaki siswa lain, tawa kecil, dan sapaan samar terdengar di sekelilingnya. Liona berjalan sambil bersenandung pelan, menyanyikan lagu Traitor dari Olivia Rodrigo. Rasanya, itu adalah sebuah lagu yang relate dengannya sekarang. Sungguh kebetulan.
Liona ingin, meski hanya sebentar, melupakan semua masalah yang ada. Tadinya ia bernyanyi untuk menenangkan hati dan pikirannya agar tidak tertuju pada seseorang, namun ternyata, lagu itu malah membuatnya teringat.
Jujur, Liona membutuhkan sesuatu, seperti sebuah pelarian singkat sebelum hari benar-benar dimulai.
"LIONAAAA"
Liona membulatkan matanya, terkejut melihat seseorang yang memanggilnya itu. "ELIZAA!"
"LIONA HUHUU GUE KANGEN" Eliza menghampiri, memeluk Liona erat seolah sudah bertahun-tahun tak bertemu.