20.|| ENGAGEMENT DAY

2.1K 43 0
                                        

Lebih suka warna gelap atau terang?

"Semuanya udah berubah, gue bukan Liona yang dulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Semuanya udah berubah, gue bukan Liona yang dulu." -Liona Gisella

Minggu, 18 April 2024

Tiga hari telah berlalu sejak pernikahan Lia dan Anton. Waktu berjalan cepat, seolah tak memberi kesempatan bagi siapa pun untuk benar-benar mencerna perubahan yang datang silih berganti. Kemarin, tepat di hari Sabtu, Anton, Lia, Liona, dan Alga, baru saja kembali ke Jakarta setelah rangkaian acara di Bali usai, dan hari ini, mereka kembali dihadapkan pada satu agenda lain-acara pertunangan Rezvan dan Karin.

Tentu saja Liona mengingatnya. Ia bukan gadis yang mudah melupakan, namun juga bukan gadis yang akan runtuh hanya karena cinta. Luka itu memang ada, bekasnya masih tertinggal, tetapi bukan berarti ia akan bersembunyi atau menghindar. Justru sebaliknya, Liona memilih datang, ia ingin menunjukkan pada Rezvan bahwa dirinya bukan gadis lemah, bukan pula sosok kekanak-kanakan seperti yang pernah dituduhkan kepadanya.

Tidak. Liona tidak seperti itu.

Dalam tiga hari terakhir, Liona sendiri mulai menyadari ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Perubahan yang pelan namun pasti, dari caranya berpakaian yang kini tampak lebih dewasa, dari sikapnya yang tak lagi terburu-buru, hingga pembawaannya yang lebih tenang dan terkendali. Gayanya kini sederhana, namun justru memancarkan kesan elegan.

Ini bukan Liona yang dulu, bukan Liona yang dikenal banyak orang. Seolah ada versi baru dari dirinya yang perlahan muncul ke permukaan. Versi yang lebih kuat, lebih sadar akan nilai dirinya sendiri. Liona yang dulu-yang mudah tersenyum untuk hal-hal kecil, yang terlalu banyak berharap-kini telah berubah.

Dan perubahan itu…lahir dari sebuah ucapan yang menyakitkan. Ucapan seseorang memang memiliki kuasa sebesar itu. Kalimat yang dilontarkan tanpa pikir panjang mampu mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri, begitu pula dengan Liona. Apa yang pernah dikatakan Rezvan, apa yang pernah ia dengar, tanpa sadar tertanam dan tumbuh menjadi dorongan untuk berubah.

Seperti malam ini. Malam pertunangan Rezvan dan Karin. Liona berdiri di depan cermin, menatap pantulan dirinya sendiri. Gaun putih tanpa lengan membalut tubuhnya dengan anggun, menampilkan leher jenjang yang selama ini jarang ia tonjolkan. Belahan samping pada gaun itu menjulur dari atas hingga ke bawah, memperlihatkan pahanya setiap kali ia melangkah. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai, jatuh indah di bahunya. Polesan makeup tipis menghiasi wajahnya, tak berlebihan-cukup untuk menegaskan kecantikannya yang alami.

Di lengan kiri, ia menyampirkan tas kecil dengan warna senada. Sementara di tangan kanannya, sebuah ponsel berlogo apple berwarna pink ia genggam, ponsel baru yang kemarin di belikan oleh Alga.

REZVAN : Better TogetherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang