⚠️𝙳𝚊𝚛𝚔 𝚁𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎⚠️
𝑾𝒊𝒕𝒉 𝒐𝒓 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖, 𝒕𝒉𝒊𝒔 𝒊𝒔 𝒐𝒖𝒓 𝒃𝒂𝒅 𝒇𝒂𝒕𝒆.
Rezvan Fahreza Raveenzy harus mengkhianati Liona Gisella karena sebuah alasan. Ia mengorbankan perasaannya agar gadis itu tetap hidup dalam cahaya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Benar-benar terasa asing. -REZVAN Better Togeher
"ALGAA"
Dari tempatnya berdiri, Liona dapat melihat Alga menoleh ke segala arah, matanya bergerak cepat mencari sumber suara yang memanggil namanya. Begitu pandangan mereka bertemu, Liona segera melambaikan tangan, berusaha menarik perhatiannya.
Tak membutuhkan waktu lama, Alga melangkah menghampiri. Cowok itu sudah berdiri di samping Liona. "Lo dari mana aja, Na?" Tanyanya khawatir, sedari tadi dirinya sudah panik ketika tidak menemukan Liona dimanapun.
"Aku dari toilet, terus tadi sempat ke luar cari udara segar" jawab Liona. Ia tidak akan bilang pada cowok itu bahwa dirinya bertemu Rezvan.
Alga menghela nafasnya lega, "lain kali kabari gue"
"Handphone aku mati" Liona mengangkat ponselnya, menunjukkan jika ponselnya mati, ia lupa tidak men-chargernya. "Lagian tadi aku di temenin Althar kok"
Alga menatap Althar, "thanks, bro" ucapnya yang di balas anggukan oleh Althar.
"Wait wait, sejak kapan lo berdua akrab?" Tanya Vano yang sedikit aneh melihat interaksi dua cowok itu.
"Sebenernya ada hubungan apa lo bertiga?" Arfan ikut bertanya, ia juga penasaran.
"Nah itu dia, gue juga heran, pertama Althar sama Liona, kedua Alga sama Liona, dan ketiga Althar sama Alga" ujar Yudha.
Althar menatap ketiganya secara bergantian. "Gue sama Liona sahabat kecil"
Ucapan Althar membuat ketiganya heran, sejak kapan Liona dan althar adalah sahabat kecil?
"Dan Liona punya gue" ucap Alga membuat mereka bertiga terkejut.
Tentunya tidak dengan Althar dan Liona yang hanya diam saja, Althar tahu jika Alga dan Liona adalah saudara, Liona sendiri yang memberitahu perihal bundanya yang menikah dengan ayah Alga. Namun Althar memilih untuk tetap diam, mengikuti alur yang telah mereka rencanakan.
"LO BERDUA PACARAN?!" Teriak ketiganya. Liona dan Alga kompak mengangguk walau sempat terkejut karena teriakannya.
Teriakan mereka mengundang perhatian sekitar, sebagian orang memandang mereka sekarang, namun itu tak berlangsung lama. Para tamu kembali sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Serius anjay?!"
Kali ini Liona yang mengangguk.
"Bangsat lah!" Arfan, Vano, dan Yudha menggelengkan kepalanya tidak percaya.