Nagi Seishiro - Medicine 🔞

2.6K 101 1
                                        

Jangan lupa vote dan komennya yaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vote dan komennya yaa.
Tandai jika ada typo

1000+ words

•┈┈┈••✦ 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐜𝐢𝐧𝐞 ✦••┈┈┈•

Menjadi pekerja kantoran tak semudah yang Nagi Seishiro bayangkan. Dia harus berkutat di depan layar putih persegi panjang berisikan tulisan hitam sepanjang hari yang membuat kepala berdenyut. Merevisi tumpukan kertas putih diatas meja.
Lembur jika ada pekerjaan tambahan yang harus ia selesaikan secepat mungkin.

Belum lagi rekan kerja yang bermacam ragam sifatnya.

Rasanya kepala Seishiro sebentar lagi akan meledak, sungguh Seishiro merasakan lelah saat ini. Jika memilih tidak bekerja, lalu bersantai ria di dalam kamar sembari memainkan game seperti yang ia lakukan saat remaja, keluarga kecilnya mau dikasih makan apa?

Segenggam batu yang direbus pakai kayu bakar di atas bara api yang membara?

Seishiro tidak setega itu menelantarkan keluarga kecilnya.

Selepas lulus dari sekolah, Seishiro merubah gaya hidupnya. Yang semula pemalas, perlahan ia menjadi pribadi yang mandiri, mau melakukan apa saja yang memang bisa ia lakukan. Jika tidak ia saat itu akan meminta bantuan Reo--selaku sahabatnya atau meminta bantuan temannya yang lain.

Seishiro melirik jam pada pergelangan tangannya, ternyata sudah menunjukkan jam 22.30 malam ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Menutup laptop yang sudah ia matikan.

Kaki melangkah keluar dari ruang kerjanya, sampai di lantai satu terlihat sunyi, hanya ada dua orang yang masih setia duduk mengamati layar panjang menyilaukan mata.

Seishiro terus berjalan tanpa menyapa rekan kerjanya. Sampai dilahan parkir ia menuju mobil putih yang muat untuk kisaran empat orang.

Mobil melaju di sepinya jalan, lampu lalu lintas pun hanya warna kuning yang menyala. Pejalan kaki bisa dihitung jari.

Tangan kiri terulur memijat kepala yang terasa sangat pening untuk sekedar meredakan walau sedikit. Perjalanan terasa lamban, karena Seishiro melajukan mobil dengan kecepatan dibawah rata-rata. Takut jika ia lajukan dengan cepat akan menabrak sesuatu yang jika muncul tiba-tiba di depan mata. Ia tak ingin terkena masalah jika itu terjadi.

Lengkungan kurva tercipta mengingat seseorang yang berada di rumah, Seishiro menjadi rindu.

Sungguh Seishiro ingin cepat-cepat sampai ke rumah.

[⏳] 𝐃𝐔 𝐔𝐍𝐃 𝐈𝐂𝐇 ; 𝐁𝐥𝐮𝐞 𝐋𝐨𝐜𝐤Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang