Tenang guys ini masih chapter awal-awal masih banyak yang belum aku spill jadi fokusnya masih di pov Juan, harap bersabar kedepannya banyak part yang bikin dar der dor kok 😌
Nsfw bjir tidak cocok untuk anak kecil, skip aja, bahasa kotor, untuk umur yang legal legal saja! ⚠️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak tadi Wonwoo hanya mondar mandir di depan pintu kamar mandi sambil menggigiti jarinya karena terlalu gugup untuk menunggu Sana yang masih ada di dalam ruangan tersebut. Helaan nafas yang gusar pun tak luput sejak tadi, semuanya terasa campur aduk.
Ketika pintu kamar mandi terbuka dan Sana sudah keluar, Wonwoo langsung menghadap langsung wanita tersebut dengan wajah penuh penasaran.
"Gimana hasilnya?" Tanyanya dengan penasaran.
Sana mendongak lalu mendorong pelan tubuh suaminya. "Baru juga keluar udah ditodong pertanyaan."
"Sayang, aku deg-degan banget lho please kasih tau sekarang." Gumam Wonwoo namun masih terdengar oleh Sana hingga memunculkan seringai misterius di wajahnya.
Ia berbalik sembari melipat kedua tangannya di dada sambil bersandar ke tembok terdekat. Seakan tengah menantangi, wanita itu menatap Wonwoo dengan lekat.
Ia mengancungkan benda persegi panjang berukuran kecil dengan corak biru dan putih. "Negatif."
Pundak Wonwoo langsung lemas begitu mendengar ucapan Sana layaknya seorang bocah yang tidak boleh membeli permen oleh ibunya. Ia menunduk entah karena kecewa atau merasa lega melihat hasil testpack yang tengah dipegang oleh istrinya itu.
Sadar akan perubahan ekspresi Wonwoo yang langsung tertunduk lesu Sana pergi mendekati suaminya lalu memeluk Wonwoo dengan erat menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria tampan tersebut.
"Kamu sebel ya karena hasilnya negatif? Sorry...." Cicit Sana dengan suara pelan.
"Enggak sayang aku gapapa, gak usah minta maaf ya? Mungkin emang belum takdirnya aja." Wonwoo membalas pelukan Sana sembari mengusap rambutnya.