Hai aku kembali siapa yang kangen keluarga kecil pak bos dan bu bos absen!

Kelahiran Kenzo sebagai penghibur di keluarga besar itu memang nyata. Title Shion— anak Inyeop sebagai cucu terakhir harus digantikan oleh Kenzo sebagai si bungsu Jeon, dan begitupula di keluarga Sana sendiri. Sudah dipastikan mulai hari ini hingga selanjutnya tanta Kenzo sebagai manusia gemas kesayangan akan melekat pada bayi itu.
Kini Kenzo tengah berbaring nyaman di atas dada Wonwoo dengan dot yang ada di mulutnya. Mata bayi tersebut hanya mengerjap polos setiap kali tangan Wonwoo mengusap punggungnya dengan gerakan pelan, pun suara Wonwoo tidak berhenti bersenandung kecil membuat Kenzo semakin anteng sembari melirik ke arah jendela di sebelah kanan tepat pemandangan lapangan golf berada. Matahari saat itu sangat cerah, lumayan terik tapi untungnya suhu kamar sudah diatur sedemikian rupa agar Kenzo tidak kepanasan.
Walaupun sebentar lagi akan memasuki musim dingin tampaknya matahari masih semangat menampakkan diri.
Diciumnya surai lebat sang anak dengan lembut sambil tersenyum ketika wangi khas bayi menyeruak ke dalam hidung. Wanginya candu sekali, jika Kenzo tengah menempel dengan Wonwoo seperti sekarang maka Wonwoo pun akan ikut-ikutan wangi bayi.
Lucu sekali couple yang selalu kita kenal sebagai pasangan suami istri yang kharismatik itu kini memiliki wangi seperti bayi karena mempunyai newborn lucu.
"Wanginya adik...."
Wonwoo sangat betah berlama-lama memangku Kenzo seperti ini, selain wanginya yang menyenangkan terkadang suara suara kecil dari bayi itu sering membuat Wonwoo gemas sendiri, seperti 'hoooo' ketika menguap, atau 'hemm' saat bayi itu mulai kenyang dengan susu yang ia minum.
Mungkin bulan depan anak itu sudah mulai babbling dan Wonwoo tidak sabar menunggu hal itu.
Ketika sudah merasa bosan dengan suasana kamar, akhirnya Wonwoo beranjak sambil memangku Kenzo untuk keluar menemui Sana yang sedang sibuk dengan Suzy di lantai bawah. Oh iya mereka menepati sebuah mansion di tengah kota Copenhagen yang nantinya akan menjadi tempat tinggal bersama sampai natal tiba. Ketika dot yang Kenzo kulum mulai dilepaskan, mata anak itu mulai menelisik benda-benda di sekitarnya saat Wonwoo mengajak ia mengitari lorong untuk turun melalui tangga. Mulutnya yang belum memiliki gigi itu sedikit terbuka mungkin merasa asing dengan apa yang terjadi, entah apa isi pikiran bayi tersebut yang pasti Kenzo sejak tadi hanya diam dengan nafasnya yang wangi susu.
Terkadang Sana seringkali menempelkan hidungnya dengan sengaja tepat di depan mulut Kenzo karena wanginya yang sangat khas dan mampu membuat wanita itu tersenyum lebar. Mulut bayi memang wangi, pokoknya semua hal jika menyangkut tentang bayi pasti wangi dan selalu membuat kecanduan harumnya.
"Sayang."
Semula wanita yang tengah membelakangi sembari menyesap teh tersebut kini langsung berbalik dan menoleh ke arah belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE CAPTAIN 2 : Wonwoo Sana
FanfictionSatu persatu keajaiban itu datang hingga memberikan petunjuk tentang suatu hal besar yang sangat berharga.
