Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siang siang gini enaknya beli pulau kali ya tiga, satu buat tidur, satu buat jogging, satunya lagi buat sepedahan." Gumam Daniel sambil kipas kipas menggunakan koran milik Oci dengan kaki yang diangkat satu.
Setelah melamun cukup lama Daniel menghela nafas panjang. "Kayaknya aku kurang cocok ngomong kaya barusan. Abang Juan yang lebih cocok ngomong kaya gitu."
Kebetulan dia lagi nelisik rumah gede yang ada di depannya dengan pagar menjulang tinggi tersebut. Iya rumah tetangganya yang super makmur itu siapa lagi kalo bukan rumah Wonwoo. Kelihatannya sih dari tadi belum ada tanda tanda kehadiran Juan sejak satu jam terakhir padahal Daniel sangat menunggu kehadiran cees nya itu memunculkan batang hidung. Kebetulan hari ini Oci ada jadwal penerbangan ke negara yang lumayan jauh jadi Daniel kesepian banget biasanya dia akan bermain catur atau main basket bersama si ayah namun sayang saja sekarang lagi kerja.
Walaupun udah punya adik tetep aja Daniel masih ngerasa kesepian seperti tidak memiliki temen karena adiknya itu masih kecil gak asik buat diajak main soalnya gak sefrekuensi.
"Ke rumah Abang Juan aja deh." Daniel berdiri dari duduknya lalu memakai sendal kodok miliknya untuk keluar.
"Mama! Daniel ke rumah Abang Juan ya!" Daniel berteriak lumayan kencang.
"Iyaaa sore pulang ya jangan lupa mandi." Sahut Yerin dari dalam rumah.
"Oke!"
Tanpa menunggu lama Daniel mengambil sepedanya karena perlu kalian tahu rumah Juan itu sangat besar dari pager sampe pintu utama aja jauh kalau jalan kaki Daniel gak akan sanggup karena bakal capek duluan.
"Pak maaf bukain dong Daniel males turun." Ucapnya pada satpam penjaga rumah.
"Mau kemana den?"
"Mau ke rumah ayah kedua aku." Sahut Daniel ngasal.
Satpam penjaga rumah bernama Asep itu pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejak kapan anak bosnya ini punya ayah dua apakah Yerin menikah dua kali?