Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semula hal yang selalu Wonwoo pikirkan ketika diam-diam tengah meratapi suatu hal ia kira tidak akan terjadi secepat ini. Wonwoo tahu anak gadisnya itu cantik, pintar, imut dan menarik, lagipula siapa anak jaman sekarang yang gak akan naksir dengan Sherly apalagi anak itu ramah bukan main walaupun sedikit agak pendiam sewaktu-waktu.
Yang selalu Wonwoo bayangkan adalah bagaimana anak-anaknya tumbuh dengan baik dan bahagia menjalani masa sekolah dengan asik tanpa memikirkan bahwa di umur si kembar yang sudah menginjak masa remaja ini pasti ada saja yang namanya cinta cintaan ala anak muda. Ah iya tau, Wonwoo pun pernah muda, tapi Wonwoo gak pernah punya pikiran kalo anak muda sekarang itu ugal-ugalan banget kelakuannya.
Seperti sekarang, barusan salah satu asisten rumah memanggil dirinya yang tengah bekerja di lantai tiga. Istrinya sedang sibuk membuat kue di dapur bersama Saerom istri Ayem dan anak-anaknya masih belum pulang karena mereka ada latihan, Sheryl sibuk latihan untuk penampilan ballet yang akan diselenggarakan satu bulan lagi sedangkan Jungwon sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pertandingan taekwondo tiga minggu lagi.
"Saya adik kelas Kak Sheryl sama Bang Jungwon, Om, salam kenal."
Ini dia yang menjadi pemicu munculnya eskpresi tidak bersahabat dari wajah Wonwoo saat menginjakkan kaki di depan pintu rumah. Sosok ketujuh remaja laki-laki kompak tengah berdiri di depan dirinya dengan eskpresi tegang. Yang tiga tengah berhadapan dengan Wonwoo langsung, sisanya jadi backingan saja sekaligus jadi tim hore di belakang sembari menjaga motor mereka yang tengah baris rapih di halaman dekat air mancur.
"Kenal sama anak saya?" Tanya Wonwoo dengan wajah tanpa ekspresi.
"Jelas kenal dong Om! Bang Jungwon kan ketua osis di sekolah sering seliweran di lapangan, Kak Sheryl juga famous semua orang kenal dia termasuk saya." Sahut pemuda dengan tubuh tinggi semampai dengan rambut pirang nyentrik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.