Tarik ulur

241 16 6
                                        

"Satu-satu aku sayang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Satu-satu aku sayang..."

"Mommy."

"Dua-dua juga sayang..."

"Daddy."

Sana menggelengkan kepalanya lalu menatap Sheryl dari cermin, "tetep harus jawab Mommy."

"Oke Mommy."

"Tiga-tiga..."

"Sayang Mommy juga."

"Satu dua tiga..."

"Sayang Mommy semuanya." Sahut Sheryl.

Sana menepuk tangannya senang lalu menunduk untuk mengecup pucuk kepala Sheryl. Setelah itu ia kembali merapihkan rambut Sheryl untuk ia ikat dan ia berikan jepitan pita di belakangnya.

Seneng banget punya anak gadis jadi bisa main salon salonan.

"Mau warna putih, biru atau pink?" Tanya Sana membuka satu kotak banyak variasi jepitan rambut.

"Putih aja bagus." Ucap Sheryl.

"Okey cocok sama baju kamu sekarang." Sana memasangkan jepitan tersebut di belakang rambut Sheryl yang setengah diikat dan setengah lagi ia biarkan terurai.

Sheryl yang tengah didandani sejak tadi hanya diam saja menikmati semua kreasi yang Sana buat untuk dirinya sendiri. Sheryl juga dipilihkan baju oleh Sana, dengan begitu dirinya merasa lebih percaya diri jika Sana mengatur semua riasan hingga baju yang akan Sheryl kenakan.

"Kakak udah mulai pake make up kah?" Tanya Sana.

Sheryl mendongak menatap Sana yang sedang berdiri di belakangnya.

"E-eh iya Mom.... Boleh kah? Kalo enggak nanti gak akan aku pake lagi takutnya terlalu mencolok...." Ucap Sheryl ragu.

"Loh kenapa gitu? Itu kan hal wajar karena Kakak udah gede sekarang, gapapa loh Mommy malah seneng Kakak udah kenal make up soalnya kita bisa sharing satu sama lain nantinya." Jelas Sana.

Gadis itu kira Sana akan marah ketika mengetahui Sheryl sudah menyukai hal yang berbau make up atau riasan lainnya namun rupanya Sana memberi ijin dengan cuma cuma.

"Mommy malah nunggu moment ini sejak Kakak mulai tumbuh jadi remaja. Sekali lagi Mommy tegasin kalo Kakak boleh melakukan apa yang Kakak mau dengan bebas asal jangan hal terlarang. Mommy bakal ngasih ijin kalo Kakak mau karena Mommy gak mau ngekang anak-anak Mommy, apalagi hal hal wajar kaya gini jelas Mommy bakal paham banget." Sana menunduk untuk memeluk Sheryl dari belakang.

Sheryl mengangguk sambil tersenyum. "Iya Mommy."

Sana menoleh menatap Sheryl. "Sayang Mommy gak?"

"Sayang banget banget banget bahkan sejagat raya." Ucap Sheryl.

"Mommy juga sayang Kakak banget banget banget."

Sheryl tertawa sambil menggeliat geli ketika Sana mengecup pipinya berkali-kali.

THE CAPTAIN 2 : Wonwoo SanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang