Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jojo tidak ingat kapan terakhir kali dirinya menangani Sana yang kelelahan karena bekerja hingga harus di bawa ke ruang inap di lokasi pemotretan. Namun, hari itu saat photoshoot sedang berlangsung Sana yang kala itu tengah berdiri langsung limbung dan pingsan di tempat begitu saja membuat para crew kaget karena ia jatuh secara tiba-tiba.
Hyewon dan Jojo jelas panik karena sebelumnya Sana tidak mengeluhkan sesuatu kepada mereka apalagi ini photoshoot kedua setelah satu minggu yang lalu.
Usut punya usut nyatanya Sana mengeluh kepada Anne bahwa ia merasa sedikit tidak enak badan, awalnya Anne memberikan penawaran untuk Sana agar pergi beristirahat dan photoshoot ditunda sampai wanita itu merasa baikan namun Sana menolak dengan mentah berdalih bahwa dirinya ingin cepat pulang.
"Lepas dulu itu heelsnya." Ucap Jojo sembari mengipasi tubuh Sana yang berkeringat dingin.
Anne menepuk pundak Jojo lalu bertanya, "dia gak telat makan kan?"
"Udah makan Mbak sumpah deh bahkan bareng gua sama Hyewon tadi sebelum pergi. Makanya gua kaget waktu dia pingsan tadi untung Mas Andrew gercep kalo enggak tiang lampu bakal jatuh tadi kena Kak Sana." Ungkap Jojo.
"Duh, dia sempet ngeluh gak enak badan sih ke gue terus gue suruh istirahat malah nolak katanya biar cepet selesai. Lo ngasih tau Wonwoo gak?" Tanya Anne.
"Pak bos lagi meeting di luar kota Mbak, mana bisa gua ngasih tau takut dia panik."
"Terus lo ngasih tau siapa dong?"
"Barusan aku telfon si kembar buat ke sini Mbak, karena jam segini harusnya mereka udah pulang sekolah." Sahut Hyewon.
"Bagus deh, apa bawa ke rumah sakit aja ya Jo?"
Jojo berdecak geregetan ke arah Anne. "Tadi kan udah diperiksa sama Dokter katanya dia kecapean makanya disuruh istirahat dulu."
Anne memutar matanya malas, "gak percaya gue masa dia belum siuman gini udah lima belas menit lebih!"
"Ya lu sab—"
"Mommy!"
Juan dan Sheryl menghampiri mereka bertiga dengan nafas memburu lengkap masih mengenakan seragam sekolah diikuti oleh Jiwon serta Sisi di belakangnya.