Hello Sheryl

293 18 6
                                        

Siapin tissue (opsional)

Siapin tissue (opsional)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°

Sana belum sadar sampai saat ini, Juan yang setia berada di sisinya masih berusaha membangunkan Sana dibantu oleh Jeongin dan Sunoo di samping

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sana belum sadar sampai saat ini, Juan yang setia berada di sisinya masih berusaha membangunkan Sana dibantu oleh Jeongin dan Sunoo di samping. Saat kabar itu muncul semua kakak dari Wonwoo maupun Sana kompak mendatangi rumah mereka menerobos jalan di malam hari tanpa mempedulikan hujan deras yang saat itu tengah mengguyur kota.

Wonwoo masih mencoba mengintrogasi Selly secara empat mata tanpa gangguan siapapun. Semuanya cemas, masih menunggu kebenaran yang ada.

Sebagai kakak tertua, Jaebum dan Inyeop langsung bergegas untuk mengumpulkan bukti yang ada untuk menuntut pelaku. Sedangkan Seulgi mencoba mengumpulkan bukti sampel dari Selly yang akan melakukan tes DNA dibantu oleh Sehun. Rencananya ia akan meminta teman Sehun untuk membantu mereka.

"Semua bukti buat tes DNA udah aman tinggal dilakukan pengecekan, temen Sehun mau ngebantu kita dan semoga aja hasilnya bisa cepet keluar." Jelas Seulgi, ia baru datang bersama Sehun setelah urusan tadi.

Inyeop mondar-mandir tidak tenang mendengar hal itu. "Kurang ajar cuma gara-gara gagal move on sama dendam dia bisa sebejat ini ngerusak keluarga orang."

"Juan belum pulih dari sakitnya bahkan baru pulang dua minggu yang lalu ini malah nambah lagi satu fakta yang kebongkar." Jaebum mengusap rambutnya gusar.

Beruntungnya baik Wonwoo maupun Sana memiliki keluarga yang sangat perhatian serta mendukung satu sama lain. Mereka selalu peduli terhadap adik-adiknya sampai rela melakukan apapun untuk membantu keduanya contohnya seperti sekarang. Sebagai kakak mereka pasti jelas tahu bagaimana bahwa Wonwoo maupun Sana pasti merasa terguncang satu sama lain setelah kepahitan yang sempat mereka telan saat 14 tahun yang lalu.

Mereka turut merasa prihatin pasti sulit sekali rasanya menerima cobaan bertubi-tubi.

"Dari dulu Papa gak pernah mau ngakuin aku sebagai anak bahkan ketika aku manggil dia dengan sebutan Papa dia selalu acuh gak perhatian. Malam itu aku pernah nguping omongan Papa sama Mama kalo aku itu bukan anak kandung mereka, mereka sengaja ngambil aku di tempat lain. Walaupun begitu di sisi lain Mama masih punya hati nurani buat ngasih aku makan terus ngebiayain aku sekolah walaupun dia selalu gak mau tau tentang hal sekolah aku, mungkin masih trauma karena anak dia meninggal tapi setidaknya diobati dengan kehadiran aku. Setiap ambil rapot aku selalu nyuruh bapak bapak yang suka parkir pura-pura jadi Papa aku karena mereka gak mau pusing datang ke sekolah. Setiap hari aku selalu dimarahin kalo mereka lagi berantem atau emosi sama satu hal, aku sering dipukul jadi sasaran empuk buat Papa, tempat pelampiasan keselnya dia. Papa itu tempramental katanya dia gak suka kalo liat muka aku soalnya aku mirip sama 'orang itu' ternyata orang itu adalah Tante Sana, perempuan yang selalu menjadi alasan Mama marah sama Papa." Jelas Selly panjang lebar.

THE CAPTAIN 2 : Wonwoo SanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang