Cr. tiktok @2305yjw dan pinterest

Acara makan siang di sebuah restoran mewah bintang lima kala itu menjadi hari yang begitu sempurna ketika cerahnya matahari menyorot dari luar gedung. Beberapa hidangan yang disajikan di atas meja berupa makanan western khas dari beberapa negara tampak menggugah selera makan yang memang saat itu sudah waktunya untuk mengisi perut tepat pukul satu siang lewat lima belas menit.
Suara denting alat makan terdengar beradu ketika keempat orang mulai menyantap pesanan mereka masing-masing. Mata melebar, senyum merekah, dengan anggukan kepala senang, menjadi tanda bahwa makanan yang mereka santap itu sangat enak sesuai ekspektasi masing-masing.
Sejauh ini belum ada yang membuka suara karena fokus pada hidangan yang ada di depan mata, pun tuan dan nyonya masih sibuk dengan makanan yang mereka kunyah saat itu. Yang paling kecil tentu saja tidak dibawa sebab khawatir masih rentan oleh udara di luar rumah. Ia dititipkan kepada sang nenek dan kakek yang kala itu datang untuk melihat anggota baru dalam keluarga mereka, sekaligus membiarkan kedua orang dewasa serta dua remaja menikmati waktunya sebelum mereka berpisah nanti dengan jarak yang sangat jauh.
Lagipula bayi tersebut tidak akan merajuk jika tidak diajak toh dia belum mengerti juga.
Kini tangan perempuan cantik bergantian menyuapi sang buah hati, ingin memberitahu kepada mereka betapa nikmatnya menu yang ia pesan dengan senyuman bangga. Seleranya memang tidak perlu diragukan lagi, buktinya kedua anak kembar itu langsung mengangguk dengan mata berbinar antusias saat makanan tersebut mulai memporak-porandakan isi mulut.
"Enak banget." Dua kata itu terucap menjadi sebuah pemberian validasi bahwa memang pilihannya tidak salah saat itu.
Senyuman merekah tidak pernah lepas sejak tadi dari si tuan, ia selalu senang menyaksikan hal manis yang kelewat romantis seperti ini. Saling menyuapi satu sama lain dengan wajah penuh senang juga kehangatan yang tercipta, oh jangan lupa gelak tawa sesudahnya ketika melihat salah satu dari mereka ada yang belepotan karena saus tertinggal di samping bibir.
"Ternyata kita bakal ldr lebih dari dua bulan, ucapan aku yang kemaren salah." Dengan wajah lesu si manis berkata demikian.
Sebetulnya baik tuan maupun nyonya tidak tega dengan itu. Sempat goyah ingin memutuskan kembali saja dulu ke rumah, lalu setelah si kembar sudah selesai dengan sekolahnya baru mereka pergi dan merayakan natal di negeri orang, tapi lagi-lagi dua remaja itu berkata 'tidak apa-apa' lagipula si bayi butuh adaptasi yang lebih lama lagi jika harus menunggu, rasanya cukup khawatir kalau saja si bungsu belum terbiasa dengan suhu baru nantinya. Sebagai kakak yang bijak, mereka lebih menyetujui bahwa kedua orang tua serta Kenzo berangkat lebih dulu agar saat musim salju tiba Kenzo sudah biasa dengan itu. Efeknya pasti akan berbeda jika Kenzo diam dulu di negara mereka lalu setelah itu baru pergi terbang dihadapkan dengan musim dingin yang tidak biasa dari sebelumnya, dan juga ketika bayi itu sudah terbiasa dengan udara di Copenhagen.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE CAPTAIN 2 : Wonwoo Sana
Fiksi PenggemarSatu persatu keajaiban itu datang hingga memberikan petunjuk tentang suatu hal besar yang sangat berharga.
