Disebuah desa terjadi kekacauan yang sangat kacau. Terjadi pembunuhan masal yang disebabkan kaum iblis dari kejadian itu hanya menyisakan satu dari sekian penduduk desa tersebut dan pemuda itu diselamatkan oleh seorang penyihir agung dan melatihnya...
"Kenapa kau membunuhnya?"tanya Alice dengan menahan rasa sakit di punggungnya. Haru melayang mendekat ke arah Alice dan saat di hadapan Alice ia tersenyum miring lalu menoleh kebelakang.
"Setiap pahlawan selalu di beri sesuatu yang istimewa dari para Dewa Dewi untuk membawa dunia ke kedamaian abadi,tapi selama ini pahlawan menyalahgunakan keistimewaan itu. Hanya pahlawan sejati yang beri keistimewaan lebih dari 3."ucap haru dengan menatap sesuatu yang menarik di belakang sana. Alice tentu terkejut mendengar perkataan penyihir elf di depannya dia bahkan mengetahui hal istimewa yang beri Dewa Dewi untuk sang pahlawan.
"Darimana kau mengetahui informasi penting seperti itu?"tanya Alice dengan menatap tajam penyihir elf di hadapannya. Haru tersenyum lalu berbalik badan dan berjalan menjauh.
Haru tiba-tiba berhenti berjalan saat tangannya di genggam oleh Kevin. Ia pun menoleh dan menatap Kevin dingin.
"Bisakah kau bergabung dengan grup pahlawan milik ku?"tanya Kevin dengan menatap iris sebiru lautan milik penyihir elf di hadapannya ini. Saat pertama kali Kevin melihat haru ia terpesona dalam iris sebiru lautan.
"Kenapa kau mengajakku? Bukannya kau sudah memiliki penyihir hebat?"tanya balik haru dengan menatap Alice sekilas lalu menatap Kevin.
"Karena sepertinya kau memiliki sihir yang kuat dan memiliki pengetahuan yang luas tentang para iblis dan raja iblis."jawab Kevin dengan menatap lembut haru. Haru pun terkekeh kecil dengan melepaskan genggaman tangan Kevin.
"Kau membutuhkan pengetahuan ku?"
"Iya."
"Kau butuh sihirku?"
"Iya."
"Kau sepertinya akan memanfaatkan ku,jika aku ikut dengan grup mu."ucap haru dengan meletakkan ujung tongkat nya ke perut Kevin.
Kevin mendengar itu tentu sangat terkejut dengan ucapan yang penyihir elf ini lontarkan kepadanya. Kevin tidak bermaksud memanfaatkan sihir dan pengetahuannya.
"Kenapa kau menuduh ku seperti itu?"tanya Kevin dengan menatap penyihir elf tajam.
"Karena manusia lebih licik dari iblis. Dulu guruku telah ditipu oleh beberapa orang di saat beliau masih hidup,tapi entah kenapa guruku malah memaafkan mereka dengan begitu mudah. Dan aku tidak ingin seperti guruku,Wind blow."
Swooshhh
Bruakk
Buawaaa
Tubuh Kevin terhempas ke belakang dengan cepat hingga punggungnya menghantam pilar sangat keras hingga membuatnya muntah darah. Alice yang melihat itu segera berjalan ke arah Kevin,tapi sebuah serangan tiba-tiba muncul dan menghantam tubuhnya membuatnya kembali terjatuh.
"Kau tau pahlawan Kevin jika keistimewaan mu itu hanya bisa kau gunakan saat melawan para iblis saja?"tanya haru membuat Kevin membelalakkan matanya terkejut dan menatap haru.
"Da...darimana kau mengetahui kegunaan keistimewaan ku?"tanya Kevin dengan ekspresi wajah terkejut yang terlihat di wajah tampannya.
"Itu rahasia,jika kau ingin tau carilah sendiri."ucap haru sambil berbalik badan lalu berjalan pergi tanpa menjawab pertanyaan yang Kevin lontarkan.
Alice berusaha payah mencoba untuk berdiri ia menghentakkan tongkat sihirnya ke tanah dan seketika muncul pola sihir yang mencakup posisi Eza dan Kevin.
"Healing light"pola sihir itu bercahaya terang dan luka yang dialami dirinya,Eza,serta Kevin sembuh dengan cepat.
"Kerja bagus,Alice. Tubuhku kembali berenergi dan sehat seperti sediakala."ucap Kevin dengan menoleh pada Alice yang hanya di balas anggukan kepala lalu Alice berjalan ke arah Eza yang sudah terbangun dari pingsannya.
"Kau baik-baik saja,Eza?"tanya Alice dengan menatap Eza hangat.
"Aku baik,tapi kenapa penyihir elf itu menyerang kita padahal kita bukan musuh?"tanya Eza pada kedua temannya.
"Mungkin dia merasa kita akan mengambil sesuatu yang ia cari di tempat ini."jawab Kevin sambil berjalan mendekat membuat Eza dan Alice menoleh.
"Apakah benar?"tanya Alice memastikan. Kevin mengangkat bahunya acuh.
"Tapi yang pasti dia adalah penyihir yang kita cari."ucap Kevin membuat kedua temannya melotot.
"Kita? Mohon maaf ya Kevin,mungkin hanya kau saja yang menginginkan dia bergabung dengan grup pahlawan dan tentu kita tidak mau."sahut Alice yang di anggukan oleh Eza.
"Tapi dia kuat bukan?"
"Kalau itu aku dan Eza setuju."jawab Alice mewakili Eza.
"Ayo kita pergi ke kerajaan jersay untuk mencari informasi tentang penyihir elf itu."ucap Kevin membuat kedua temannya menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan reruntuhan kerajaan.
Haru pun sampai di depan pintu bawah tanah sumber dari aura buku magis. Ia pun membuka pintu dan melihat andras melawan seorang penyihir tengkorak. Melihat itu haru dengan cepat menghilangkan daya sihirnya lalu berjalan mendekat ke meja yang berada di samping pintu masuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Serang dia tengkorak ku. Jangan beri ampun."ucap penyihir tengkorak itu dan seketika tengkorak yang ia kendalikan menyerang andras lebih ganas dari sebelumnya.
"Sial dimana haru? Kenapa dia belum datang disaat seperti ini."batin andras kesal dengan menyerang tengkorak tanpa henti. Sudah lebih dari 45 menit ia melawat tengkorak-tengkorak ini. Tiba-tiba muncul segerombolan kupu-kupu dengan sayap bercahaya emas. Saat kupu-kupu tersebut menyentuh atau melewati tengkorak yang dikendalikan menjadi hancur.
Hal itu membuat penyihir tengkorak yang seorang iblis bernama hypocrisy terkejut lalu menoleh sekeliling tajam dan ia menemukan penyihir elf sedang duduk tak jauh darinya dengan tongkat sihirnya ditaruh diatas pahanya sambil tersenyum miring.