gedung kosong

712 64 1
                                        

Selamat membaca 😁

"Sihir hitam selalu membawa malapetaka bagi semua orang atau penggunanya."

"Darimana kau mengetahui namaku?"tanya Malen dengan menodongkan tongkat sihirnya pada haru.

"Di gedung pelatihan penyihir terdapat gambar mu beserta nama mu yang terpasang di dinding."balas haru sembari berjalan melewati Malen begitu saja.

"Gedung pelatihan penyihir? Apa kau salah satu dari peserta yang lolos di ujian pertama yang diawasi oleh Aldrin Pasha?"tanya Malen dengan menghadap ke haru. Haru pun berhenti berjalan lalu menoleh ke belakang.

"Ya,aku salah satu yang lolos."jawab haru lalu lanjut jalan. Malen menatap punggung haru yang secara perlahan menjauh dari pandangannya.

"Kita akan bertemu lagi,penyihir elf."gumam Malen dengan menyeringai kecil lalu pergi.

Saat haru tiba di penginapan ia mendapatkan tatapan tajam dari kedua pria yang menjadi salah satu timnya di grup pahlawan. Siapa lagi jika bukan Kevin dan andras.

"Darimana saja kau haru? Kenapa baru tiba di penginapan hampir malam hari?"tanya Kevin pada haru yang menatapnya tajam seperti biasa.

"Dari perpustakaan dan ada kendala sebentar di jalan tadi. Aku mau tidur sekarang,jangan ganggu aku."jawab haru lalu pergi menuju kamarnya meninggalkan Kevin dan andras yang menghela napas panjang.

"Kita harus lebih bersabar dalam menghadapi sikapnya."ucap Kevin.

"Kau benar,mungkin kita harus memiliki kesabaran ekstra untuk itu."sahut andras sembari berjalan ke arah meja makan diikuti Kevin. Eza dan Alice yang melihat itu tadi hanya menonton tanpa mau memberi respon pada mereka.

Merekapun makan malam tanpa haru. Walaupun tanpa haru mereka tetap menikmati dan makan dengan hikmah. Sedangkan haru sekarang ini telah masuk ke dalam bunga mimpi. Dia tidur dengan begitu pulas.

Tepat tengah malam haru tiba-tiba terbangun dari tiduran karena merasakan ada aura sihir hitam. Haru pun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju jendela. Ia menatap sekitar tajam memastikan bahwa aura sihir hitam itu tidak berasal dari sekitar penginapan.

"Aura ini mungkin berasal dari sana dan ini membuatku tidak nyaman sama sekali."gumam haru dengan menatap gedung tinggi di depan sana tajam. Haru membuka jendela dan melompat.

Happ...

Haru pun mendarat mulus di tanah setelah itu ia berjalan ke tempat gedung itu yang berada dipinggiran kota. Haru berjalan begitu tenang tanpa rasa takut.

Haru pun telah sampai di gedung yang ia tuju. Haru menatap sekeliling lalu membuka pintu dan masuk ke dalam. Tanpa ia sadari sejak tadi ada seseorang yang mengikutinya diam-diam.

Deg..

Jantung haru seakan berhenti berdetak melihat pemandangan di depannya ini. Begitu banyak mayat manusia yang mengering bahkan sampai tidak terhitung jumlahnya. Haru tidak percaya akan melihat pemandangan yang mengerikan ini untuk pertama kalinya. Tubuh manusia di dalam gedung semuanya mengering seakan darahnya di sedot oleh sesuatu dan ada satu orang yang keadaanya berbeda dari lainnya.

Orang itu tubuhnya tidak mengering,tapi kedua matanya,kedua tangannya,kedua kakinya menghilang entah kemana,dan juga dada berlubang.

This is the path I chose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang