Disebuah desa terjadi kekacauan yang sangat kacau. Terjadi pembunuhan masal yang disebabkan kaum iblis dari kejadian itu hanya menyisakan satu dari sekian penduduk desa tersebut dan pemuda itu diselamatkan oleh seorang penyihir agung dan melatihnya...
"Haru."panggil Andras membuat haru berhenti berjalan lalu menoleh kebelakang melihat andras mendekat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada apa kau memanggil ku?"tanya haru pada andras yang berdiri dihadapannya. Mendengar itu andras menggaruk tengkuknya sambil menatap haru.
"Bisakah kau membantu ku dalam menjalankan misi ini?"tanya andras dengan menunjukkan selembar kertas yang bergambar peti harta Karun di reruntuhan kerajaan di hutan sebelah barat kerajaan jersay.
"Bisa saja,tapi aku sedang malas nanti malam saja. Temui aku di taman kota."ucap haru sambil berjalan menjauh meninggalkan andras yang tersenyum lebar membuat orang yang mengenalnya merinding ketakutan lalu pergi.
Saat haru sampai penginapan ia langsung tertidur. Ia bahkan mengabaikan seseorang yang terus mengetuk pintu kamarnya.
Beberapa jam kemudian haru telah terbangun dari tidurnya dan langsung berjalan ke kamar mandi. 10 menit haru keluar dari kamar mandi dengan pakaian penyihir nya lalu berjalan keluar penginapan.
Di luar penginapan terlihat sangat sepi haru pun menoleh ke kanan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya berjalan keluar penginapan. Haru berjalan menuju taman kota sambil membatasi daya sihirnya sampai 0 persen.
Saat tiba di taman kota haru tidak melihat andras dimana pun. Haru pun memutuskan untuk berjalan ke kursi di depan air mancur dan duduk di sana dengan membaca buku sihir sambil menunggu andras.
Haru telah membaca lima buku sihir dan itu membutuhkan waktu 30 menit saja. Saat akan membaca buku sihir yang ke enam haru merasakan keberadaan andras berjalan mendekat. Ia pun memasukkan semua buku sihir yang ia baca lalu menoleh dan melihat andras berjalan ke arahnya bersama seorang pria. Haru merasa familiar dengan aura seseorang yang datang bersama andras. Pria itu memiliki rambut berwarna hitam dengan iris mata merah. Pria itu juga mengenakkan jubah yang menutupi sebagai wajahnya.
"Maaf membuatmu menunggu lama,haru."ucap andras saat didepan haru.
"Tidak masalah,tapi siapa dia?"tanya haru dengan menunjuk pada seseorang disamping andras. Andras menoleh sambil tersenyum miring pada orang dibelakangnya seakan mengerti dari tatapan andras orang tersebut menganggukkan kepala.
"Perkenalkan aku Dewata kris. Aku telah mendengar banyak cerita mu dari andras."ucap Kris dengan menatap haru lembut. Melihat tatapan lembut dari Kris mengingatkan dirinya pada guru.
"Salam kenal Kris."balas haru sedikit tersenyum lalu menoleh pada andras yang menatap tajam Kris.
"Andras,kapan kita akan memulai mencari peti harta Karun nya?"tanya haru membuat andras menoleh padanya.
"Kita mulai sekarang."jawab andras lalu berjalan lebih dulu lalu di susul oleh Kris dan haru dibelakang.
Saat haru pertama kali melihat Kris ia merasakan ada aura lain yang disembunyikan oleh Kris. Ia juga merasa bahwa Kris sedikit memiliki aura iblis.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di depan hutan bagian barat kerajaan jersay. Haru menatap sekeliling tajam. Andras yang melihat haru waspada membuatnya heran.
"Apa ada sesuatu yang sedang mengintai kita,haru?"tanya andras membuat haru menganggukkan kepala tanpa menoleh pada andras dan lebih menatap sekeliling. Kris yang sejak awal diam saja membuat haru curiga padanya sesekali haru juga melihat Kris tersenyum sendiri.
Haru mengarahkan tongkat sihirnya sekeliling dan berhenti di Kris hal itu membuat andras bingung. Namun Kris hanya diam dengan menatap tajam haru.
"Haru,kenapa kau mengarahkan tongkat sihirmu pada Kris?"tanya andras bingung dengan menatap haru yang menatap tajam Kris.
"Iblis."jawab haru yang menambah andras makin bingung,namun saat andras akan kembali bertanya Kris tiba-tiba tertawa keras dan bersamaan itu tubuhnya bercahaya terang membuat haru dan andras memejamkan mata. Beberapa saat kemudian cahaya terang itu berhenti dan saat andras membuka mata ia terkejut melihat iblis yang ia cari berdiri di hadapannya.
Iblis itu memiliki tangan yang begitu panjang dengan ujungnya terdapat sebuah pedang yang melengkung. Iblis itu juga tidak memiliki mata maupun telinga. Iblis itu menggunakan pendeteksi sihir untuk mengetahui musuhnya berada di mana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hate."ucap haru dengan membuat perisai sihir mengelilingi dirinya dengan andras. Mendengar hal itu andras menoleh dan menatap haru.
"Hate?"
"Iya,hate adalah iblis pembunuh para manusia di malam hari. Dia tidak memiliki mata ataupun telinga,tapi dia memiliki sihir pendeteksi tingkat tinggi. Dengan sihir pendeteksi tingkat tinggi dia bisa mengetahui dimana keberadaan musuhnya berada dan jika dia sudah mengetahui dimana posisi musuhnya akan menyerang dengan brutal dan ganas."jelas haru yang membuat andras terkejut mendengar itu andras menoleh dan menatap hate dengan terkejut.
"Awalnya aku sudah curiga dengan Kris,tapi aku mencoba untuk percaya pada Kris dan saat melihat Kris tersenyum sendiri beberapa lalu hal itu membuat aku tambah curiga. Akhirnya dia menampakkan wujudnya."ucap haru membuat andras tambah terkejut.
Andras bertemu Kris saat ia berjalan menuju ke taman kota dan Kris menawarkan dirinya yang seorang penyihir penyembuh. Awalnya andras percaya bahwa Kris adalah penyihir penyembuh,namun setelah melihat ini ia begitu syok. Segera haru menciptakan sihir perisai berbentuk lingkaran melindungi mereka. Perisai ini lebih kuat dari perisai sebelumnya.