rasa putus asa

899 86 0
                                        

Selamat membaca 😁

"Rasa keputusasaan akan selalu hadir dalam hidup yang kita jalani dan terlalu mempercayai orang juga tidak baik, sebab orang tersebut bisa saja menusuk mu dari belakang dan membuatmu merasa putus asa."

"Kau juga berniat mengajak ku pergi,Kevin?"tanya haru yang di anggukan kepala Kevin dengan tersenyum lembut.

"Tapi aku tidak ada niat untuk pergi."ucap haru dengan melirik ke samping kiri dan melihat seorang wanita berlari begitu cepat keluar dari kawasan kediaman duke Rusita.

Bersamaan dengan itu haru merasakan ada daya sihir yang begitu besar jauh di depan sana. Haru menggunakan sihir mata jarak jauh dan melihat salah satu dari 10 perintah iblis di belakangnya berdiri seribu iblis. 500 prajurit iblis dan 500 lagi penyihir. Jika mereka menyerang maka wilayah kekuasaan sakaris akan hancur lebur.

"Ini akan semakin seru."ucap haru lalu menjatuhkan dirinya dari balkon membuat andras dan Kevin terkejut. Tongkat sihir haru muncul ditangannya hal itu membuat ia seketika melayang dan mendarat dengan aman. Itu membuat jantung andras dan Kevin berdetak kencang.

"Denken kemari lah ada sesuatu yang ingin ku katakan."telepati haru pada denken.

Denken yang sedang mengerjakan tugasnya sebagai duke Rusita tiba-tiba berhenti saat gurunya menyuruhnya untuk menghadap. Segera denken membaca mantra teleportasi dan muncul di samping haru.

"Ada apa guru memanggil ku untuk datang kemari?"tanya denken di samping haru yang terus menatap ke depan tajam.

"Kau tidak merasakannya?"tanya balik haru membuat denken mengerutkan keningnya bingung. Haru merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan denken sebab muridnya ini memiliki sihir pendeteksi tingkat tinggi,tapi kenapa dia tidak merasakan keberadaan salah satu 10 perintah iblis.

"Merasakan apa guru?"tanya denken bingung membuat haru curiga pada sihir pendeteksi tingkat tinggi yang dimiliki denken. Haru meletakan tangannya di dada denken seketika tubuh denken diselimuti cahaya putih. Dari arah samping muncul bola api yang begitu besar haru yang merasakan ada serangan yang mendekat menciptakan balok es.

Duarrrr

Setelah memeriksa tubuh denken ternyata dia di racuni oleh seseorang agar sihir pendeteksi tingkat tingginya tidak berfungsi baik. Kevin dan andras hanya diam saja,tapi tidak dengan tatapan mereka yang begitu tajam dan penuh intimidasi pada dua wanita yang baru saja datang.

"Permainan akan semakin seru jika ada penjahat yang berpura-pura lemah."ucap haru dengan menghilangkan balok es lalu menoleh untuk melihat siapa yang menyerangnya dan ternyata yang menyerangnya Violetta dan disampingnya ada duchess Rusita.

"Beraninya kau menyentuh suami ku."ucap duchess Rusita membuat haru tertawa kecil dengan berjalan mendekat ke mereka berdua sambil mengeluarkan aura sedingin es. Haru adalah pengguna sihir es yang begitu kuat dan berbahaya. Haru bisa menciptakan badai es menggunakan aura nya.

Setiap langkah yang haru ambil tanah itu menjadi beku bersamaan dengan itu awan hitam muncul dan menurunkan salju.

Hal itu membuat penduduk kota venzor menjadi bingung dengan perubahan cuaca yang jarang terjadi di wilayah sakaris. Denken yang merasa gurunya sedang dalam keadaan marah tidak berani berbuat apa-apa sebab jika ia menghentikan gurunya maka gurunya akan semakin marah dan membuat cuaca semakin buruk.

Saat Violetta ingin melancarkan serangan tongkatnya tiba-tiba membeku. Hal  membuatnya terkejut dan menjatuhkan tongkatnya.

Haru berdiri di hadapan Violetta dan duchess Rusita dengan menatap mereka berdua tajam. Duchess Rusita merasa terancam dengan tatapan tajam dari guru suaminya.

"Apa kau memasukkan sesuatu di makanan muridku?"tanya haru dengan nada sedingin es membuat buku kuduk mereka berdua berdiri.

denken yang mendengar itu tentu saja tidak percaya jika gurunya bertanya seperti itu. Denken pun berjalan mendekat dan berdiri di samping gurunya.

Kevin dan andras dengan cepat berdiri dibelakang haru. Mereka bagaikan dua pedang yang siap menebas siapapun yang berani menghina atau mengucapkan kata-kata kasar pada haru.

"Ti...tidak mana mungkin aku memasukan sesuatu ke dalam makanan suami ku."

"Benar,apa yang dikatakan istri ku guru mana mungkin dia meracuniku."

"Kenapa kau menuduh ibu ku meracuni ayah?"tanya Violetta membuat haru terkekeh kecil lalu mengarahkan tongkat sihirnya ke denken.

"Denken,apa kau lupa jika aku pernah mengajarimu sihir pelacak racun?"

"Aku tidak lupa,guru sebab sihir itulah yang membuat ku pertahanan sampai sekarang." Hal itu membuat haru tersenyum bersamaan dengan itu di ujung tongkat haru berkumpul partikel cahaya putih.

"Lalu kenapa kau tidak menggunakan sihir pelacak racun untuk menemukan orang yang meracuni mu? Aku tau kau sudah mengetahuinya siapa yang menaruh racun itu,tapi kau malah tetap percaya pada orang itu."ucap haru lalu menembak bola cahaya ke perut denken hal itu membuat denken terpental dan menghantam tanah dengan keras.

Duchess Rusita dan Violetta sangat terkejut melihat itu. Duchess Rusita segera berlari menuju suaminya dan membantunya berdiri. Melihat itu haru tersenyum dingin dengan aura sihir es yang meluap-luap dari tubuhnya.

"Sepertinya aku menyesal telah mengangkat manusia sebagai murid ku."

Deg...

Denken tertegun saat mendengar perkataan gurunya yang menyesal telah mengangkatnya menjadi muridnya. Padahal dulu denken begitu tertarik dengan haru dan ia sangat ingin menjadi muridnya. Ia juga pernah bertarung melawan haru,namun hanya terkena beberapa serangan dari haru ia kalah.

"Gu...guru,kenapa kau berkata seperti itu?"tanya denken dengan berjalan mendekat ke haru dengan susah payah serta menahan sakit di kakinya yang terkilir.

"Karena kau begitu mudah terhasut dalam ucapan dari istrimu. Aku sudah mengajari mu untuk tidak selalu mempercayai siapapun kecuali ia benar-benar tulus padamu. Saat pertama kali aku melihat istri mu dia sudah memperlihatkan tatapan dan senyuman palsu untukku. Hal itulah yang membuatku begitu menyesal telah mengangkat mu sebagai muridku,denken Rusita."jawab haru dengan menatap denken tajam yang berdiri dihadapannya.

"Lalu apa yang bisa aku lakukan agar guru tidak menyesal telah mengangkat ku sebagai murid?"tanya denken membuat duchess Rusita kaget bukan maen. Dia tidak percaya bahwa suami nya lebih memilih menuruti gurunya daripada dirinya padahal saat ia membantu denken berdiri ia juga sudah membacakan mantra pengendali pikiran,namun saatnya mantra itu tidak berhasil.

"Gunakan sihir pelacak racun dan pendeteksi iblis."ucap haru yang segera denken lakukan.

Dibawah kaki denken muncul pola sihir yang begitu rumit lalu terjadilah Gelombang energi putih yang langsung menyebar ke seluruh kawasan kediaman duke Rusita. Tiba-tiba tubuh duchess Rusita bercahaya dan beberapa saat kemudian tubuhnya berhenti bercahaya.

Denken,haru,Kevin,andras,dan Violetta menoleh dan terkejut melihat wujud duchess Rusita yang seorang monster memegang pedang. Hal itu membuat denken seketika berlutut dengan perasaan putus asa begitu juga dengan Violetta yang tidak percaya bahwa selama ini ibunya adalah monster. Eza dan Alice yang baru saja datang terkejut melihat itu mereka berdua tidak percaya melihat monster di kediaman duke Rusita.

"Denken....

To be continued.....

This is the path I chose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang