Disebuah desa terjadi kekacauan yang sangat kacau. Terjadi pembunuhan masal yang disebabkan kaum iblis dari kejadian itu hanya menyisakan satu dari sekian penduduk desa tersebut dan pemuda itu diselamatkan oleh seorang penyihir agung dan melatihnya...
"Pengorbanan harus kita ambil di setiap jalan dan ikhlas adalah jawaban dari pengorbanan itu."
"Seperti kau tidak mengetahui identitas penyihir elf itu."ucap naga itu membuat Alice menatapnya. Naga tersebut terus menatap punggung haru lekat-lekat.
"Bukannya identitasnya adalah murid dari penyihir agung,Andrea Pirlo."balas Alice membuat naga tersebut menggelengkan kepalanya lalu menoleh menatap Alice.
"Identitasnya bukan hanya sebagai murid penyihir agung melainkan ada yang lebih mengejutkan dari itu."ucap naga.
"Apa yang lebih mengejutkan dari itu?"
"Aku tidak bisa mengungkapkannya hanya dia dan dirinya sendirilah yang bisa mengungkapkan identitasnya."jawab naga itu membuat Alice dan mereka berlima menghela napas kecewa.
"Siapa dia?"tanya Alice yang penasaran sosok yang dimaksud oleh naga tersebut. Haru yang mendengar percakapan mereka hanya tersenyum miring lalu mengubah tongkat sihirnya menjadi bola sihir berwarna biru,ungu,dan merah muda yang bercampur sempurna menjadi satu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dia adalah penyihir agung generasi pertama."sahut haru membuat naga tersebut menganggukkan kepala. Haru melayang ke udara di ikuti oleh bola sihirnya dan mendarat di hadapan Alice dan naga.
Tanpa disadari oleh Alice, haru telah menghancurkan bola cahaya yang Alice berikan pada denken untuk mendengarkan pembicaraan mereka dan hal itu membuat mereka berlima terkejut dengan hancurnya bola cahaya itu.
"Haru,bola apa itu?"tanya Alice dengan menatap bola yang melayang di tangan haru.
"Ini adalah bola sihirku yang baru saja aku ciptakan dengan mengorbankan tongkat sihirku."jawab haru membuat Alice terkejut. Naga tersebut tidak begitu terkejut sebab hal itu memang sering terjadi jika penyihir memiliki daya sihir yang begitu besar dan melakukan pengorbanan berupa mengubah tongkat sihir kebanggaan penyihir menjadi bola sihir.
"Dan kau mengorbankan tongkat sihir mu?"
"Tentu saja, untuk melakukan ini aku harus mengorbankan tongkat sihir ku yang baru saja aku gabungkan beberapa saat yang lalu,tapi....aku merasa tidak kecewa maupun sedih telah mengorbankan tongkat sihir ku karena bola sihir ini setara dengan tongkat sihir kelas Dewa."ucap haru dengan memandang bola sihirnya puas lalu terkekeh kecil.
"Alice,apa kau pernah mendengar ramalan tentang anak yang sangat di sayang oleh dewi cahaya dan dewa kegelapan?"tanya haru membuat Alice mengingat-ingat. Naga itu melebarkan lalu mengepakkan sayapnya dan pergi meninggalkan mereka berdua membuat haru menatap naga itu tajam.