Disebuah desa terjadi kekacauan yang sangat kacau. Terjadi pembunuhan masal yang disebabkan kaum iblis dari kejadian itu hanya menyisakan satu dari sekian penduduk desa tersebut dan pemuda itu diselamatkan oleh seorang penyihir agung dan melatihnya...
"Apa selama ini kau menyembunyikan daya sihir?"tanya haru. Si pria terkekeh lembut lalu berjalan ke haru dan berjongkok membelakangi haru. Haru yang mengerti naik ke punggung si pria dan pria tersebut kembali melanjutkan perjalanan.
"Benar,aku telah menyembunyikan daya sihirku sejak aku tau bahwa iblis menipu manusia dengan suara."jawab si pria diakhiri dengan tertawa kecil.
Haru yang mendengar itu sedikit terkejut dengan ucapan si pria ini. Dia tidak menyangka bahwa si pria membatasi daya sihir untuk menipu iblis. Pantas saja sejak pertama kemunculan pria ini ia tidak merasakan keberadaan seseorang yang mendekat.
"Perkenalkan aku Andrea Pirlo sang penyihir agung kedua dan aku akan mengangkat mu sebagai muridku."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Gambaran visual Andrea Pirlo sang penyihir agung generasi kedua)
Deg
Haru terkejut mendengar perkataan Andrea. Dia bahkan sampai melotot sangking terkejutnya hal itu membuat Andrea tertawa.
Andrea Pirlo adalah penyihir agung generasi ke dua setelah penyihir agung generasi pertama bersembunyi di suatu tempat. Andrea Pirlo menjadi penyihir agung dikarenakan dia memiliki sihir yang begitu kuat dan memiliki daya sihir yang besar. Dia juga menjadi salah satu orang yang ikut meneliti tentang para iblis.
Mereka terdiam dalam kesunyian malam ini. Haru terdiam karena terkejut. Sedangkan Andrea terdiam karena dia berpikir apa yang akan dia ajarkan pada haru.
"Kenapa kau ingin menjadikan ku sebagai murid mu? Aku hanyalah seorang elf yang lemah. Aku juga membiarkan keluarga dan penduduk desa mati karena kecerobohan ku."ucap haru membuat Andrea tersenyum samar mendengar ucapan haru. Andrea juga menyesal tidak segera datang ke desa elf padahal dia juga berada di sekitar desa tersebut.
"Karena aku merasakan bahwa kau memiliki takdir yang begitu indah dan menakjubkan di masa depan. Maka dari itu aku mengangkat mu menjadi murid ku dan akan ku ajari semua sihir yang ada di dunia ini."jawab Andrea sembari menatap ke depan. Haru tidak percaya dengan ucapan yang terlontar dari mulut Andrea sang penyihir agung.
"Dan kau harus percaya dengan ucapan ku,haru."ucap Andrea tiba-tiba membuat haru mendengus dingin.
Beberapa saat kemudian mereka berdua telah sampai disebuah rumah sederhana di kawasan pengunungan dekat hutan mistis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rumah yang indah."gumam haru yang didengar oleh Andrea. Haru menatap rumah itu dengan tatapan takjub dengan kesederhanaan yang terlihat namun ada rasa nyaman bersama kesederhanaan itu datang.
"Terima kasih telah memuji rumah ku"ucap Andrea yang tak digubris haru. Karena tak digubris Andrea sedikit kesal.
Klikkk
Andrea membuka pintu rumahnya dan segera masuk sambil mengendong haru di punggungnya. Andrea mendudukkan haru di kursi.
"Tunggu sebentar."ucap Andrea dengan beranjak pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu.
Haru beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah rak buku di sudut ruangan. Ia pun mengambil salah satu buku dan membacanya. Andrea yang telah kembali dari dapur mengerutkan keningnya melihat haru tidak ada di tempat ia pun mengalihkan perhatian ke seluruh ruangan dan menemukan haru di sudut ruangan sambil membaca buku sihir tingkat menengah.
"Apa yang kau baca?"tanya Andrea dengan berjalan mendekat. Haru mendongakkan kepalanya dan melihat Andrea berjalan mendekat.
"Buku sihir tingkat menengah."jawab haru dengan menunjukkan buku sihir tingkat menengah yang ia baca pada Andrea.
"Apa ada masalah?"tanya haru dengan menatap Andrea yang berada di hadapannya. Andrea menggelengkan kepalanya.