pohon cahaya

875 79 0
                                        

Selamat membaca 😁

"Ini bukan tentang keberuntungan semata,ini masalah takdir yang telah di gariskan pada semua mahluk hidup."

"Kau seharusnya beruntung memiliki ayah seperti denken,aku sangat iri padamu karena memiliki orang tua yang begitu menyayangi anaknya. Aku tidak seberuntung dirimu Violetta,aku hanyalah seorang anak yang ditinggalkan kedua orang tua ku dan kakakku. Aku harap kau mengerti maksud ku, Violetta."ucap haru dengan menghilangkan tongkat sihirnya lalu beranjak pergi meninggalkan mereka terdiam membeku di tempat.

Ada nada kesedihan yang mendalam saat setiap kata yang terlontar dari mulut haru. 

Violetta menuduhkan kepala dengan rasa penyesalan yang begitu besar. Seharusnya ia bertanya lebih dulu sebelum mengucapkan kata-kata yang buruk.

"Aku akan menyusul haru."ucap Alice dengan memberikan bola cahaya pada denken lalu pergi menyusul haru. Denken mengerti maksud Alice memberikan bola cahaya ini.

Alice berjalan dengan tergesa-gesa mengikuti aliran daya sihir yang secara perlahan menghilang dan akhirnya Alice sampai di tempat di mana haru berada,yaitu dibelakang kediaman duke.

Dibelakang kediaman duke terdapat sebuah danau yang indah yang selalu ada angsa putih berkumpul serta ada beberapa hewan yang sedang meminum air danau dan di tengah danau terdapat sebuah pohon kecil yang dikelilingi kupu-kupu hijau. Bahkan di sekitar pohon tersebut juga terdapat beberapa hewan liar. Alice pun menoleh sekeliling dan menemukan haru yang duduk di batu besar tepi danau.

Alice berjalan mendekat dan berdiri di belakang haru yang sedang melihat kupu-kupu yang singgah di jarinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alice berjalan mendekat dan berdiri di belakang haru yang sedang melihat kupu-kupu yang singgah di jarinya.

"Apa yang membuatmu menyusul ku?"tanya haru dingin tanpa menoleh pada Alice dan tetap menatap kupu-kupu di jarinya.

"Hanya mengikuti mu,apa tidak boleh?"tanya balik Alice membuat haru meniup kupu-kupu di jarinya terbang.

"Boleh-boleh saja,tapi apa kau tau kenapa disini banyak sekali hewan yang tidak takut kepada seseorang?"Alice menggelengkan kepalanya tidak tau.

"Di dalam danau ini bersemayam seekor makhluk yang membuat para hewan merasa terlindungi dari ancaman apapun. Dia disebut sebagai sang pelindung sakaris dan karena itulah yang membuat para iblis ingin menaklukkan tanah ini." Hal itu membuat Alice terkejut begitu dengan Eza,Kevin,andras,denken,dan Violetta terkejut.

Mereka berlima begitu terkejut mendengar itu tentu denken mengetahui pelindung yang di maksud oleh gurunya. Bola cahaya yang Alice berikan pada denken berfungsi untuk mendengar percakapan seseorang.

This is the path I chose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang