rasa penasaran hampir membawa malapetaka

601 50 1
                                        

Selamat membaca 😁

"Kita harus berhati-hati pada seseorang yang sifatnya berubah drastis."

"Kau akan segera bertemu dengannya."gumam mereka lirih. Suara mereka bagaikan hembusan angin pelan. Setelah itu mereka menghilang meninggalkan aura sihir cahaya dan kegelapan.

Tanpa mereka berdua sadari mereka telah diawasi oleh seseorang di balik kegelapan malam yang berdiri tak jauh dari mereka bersembunyi.

"Aku tidak menyangka jika kalian berdua sendirilah yang memunculkan diri kalian di hadapan ku dan kalian selalu ada di sekitarku. Sekarang tinggal dia."ucap sosok itu lalu menghilang tanpa meninggalkan aura sihir apapun.

Haru berdiri di atas pohon yang berada di lembah tanpa batas. Ia menatap bulan sabit dengan tatapan tajam nan dingin. Haru menghela napas panjang lalu mengangkat tangan kanannya seketika muncul bunga biru yang terbakar oleh api biru.

Haru menatap bunga yang melayang di tangannya dengan tersenyum misterius. Bunga itu secara perlahan melayang dan saat tepat berada di kepala haru muncul sabit merah menyala di tangan kanan haru.

Haru mengayunkan sabit ke arah bunga itu. Bunga itu terbelah menjadi dua lalu berubah menjadi partikel cahaya biru.

"Bunga terakhir untuk menghilangkan keberadaan ku dari dirinya. Aku harap mereka dan dirinya tidak melakukan hal yang aneh-aneh."ucap haru dengan menghilangkan sabitnya lalu pergi menggunakan teleportasi.

Di tempat lain...

Di sebuah alam lain yang berada di tengah-tengah alam para Dewa Dewi dan alam para iblis.

Di alam tersebut hanya ada kehampaan tanpa batas dan tanpa ujung. Berdiri seorang pria dengan benda lingkaran yang berada di punggungnya. Di samping kanan dan kiri pria tersebut terdapat sebuah armor pelindung. Rambut berwarna putihnya seperti bercahaya di ruang hampa ini dan benda berbentuk lingkaran itu juga memancarkan cahaya.

 Rambut berwarna putihnya seperti bercahaya di ruang hampa ini dan benda berbentuk lingkaran itu juga memancarkan cahaya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Dia kembali lagi menggunakan bunga higanbana untuk menghilangkan keberadaannya. Kenapa juga Yang mulia Ratu tertinggi memberikan dia bunga itu padanya? Itu membuatku sulit untuk mencari keberadaannya lagi."ucap si pria dengan perasaan kesal.

"Jika aku bertemu dengannya,aku akan memberikan dia pelajaran agar tidak merepotkan orang,tapi....entah mengapa aku merasa ditatap padahal aku sendirinya di ruang ini."ucap si pria lagi dengan menatap sekeliling dengan perasaan was-was,namun ia tidak menemukan apa-apa.

"Jika memang benar dia akan melakukan sesuatu pada Yang mulia,maka aku akan membunuhnya dengan sihirku."ucap sesosok makhluk yang telah lama hidup di ruang hampa ini tanpa di sadari oleh para Dewa Dewi. Tak butuh waktu lama mahkluk itu menghilang tanpa disadari oleh dewa takdir.

Dewa takdir menoleh pada bola cahaya di hadapannya yang memperlihatkan seseorang yang berada di sebuah gua sedang melakukan sesuatu. Dewa takdir tersenyum sinis dengan menatap orang itu dingin.

This is the path I chose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang