labirin

750 56 1
                                        

Selamat membaca 😁

"Api tidak akan muncul tanpa penyebabnya."

"Kalian telah melindungi kami dari iblis tadi dan menteri keamanan,kami ucapan terimakasih kasih pada kalian berlima."ucap menteri keuangan pada mereka berlima. Mereka pun menoleh dan menatap menteri keuangan.

"Ini bukan masalah besar,menteri keuangan.  Ini memang sudah tugas kami untuk melindungi kalian dari semua iblis yang ingin membunuh manusia atau manusia itu sendiri."balas Kevin membuat mereka semua menatap Kevin hangat.

"Semoga kalian bisa membunuh Raja iblis. Itulah doa ku untuk kalian semua."

"Saya berharap kalian lah yang di takdirkan untuk membunuh Raja iblis. Hidup sang pahlawan."

Mereka semua bersorak-sorai dengan menyebut sang pahlawan untuk Kevin dan mereka berempat. Hal itu membuat Kevin tertawa pelan sembari menatap mereka hangat. Padahal ia belum membunuh Raja iblis malah mendapat sorakan seperti ini.

Lalu apa yang terjadi jika dia dan teman-temannya sudah membunuh Raja iblis?

Haru menoleh pada Kevin yang menatap mereka hangat. Kehangatan yang terpancar dari kedua mata Kevin membuat haru bingung.

"Ada yang ingin kau tanyakan?"tanya Kevin yang menyadari haru menatapnya tanpa menoleh pada haru.

"Kenapa kau memandang mereka dengan tatapan seperti itu?"tanya haru pada Kevin hal itu membuat Kevin tertawa pelan.

"Aku senang melihat mereka yang tertawa dan bersorak gembira seperti itu. Sebab dunia masih dalam keadaan yang belum-belum damai, sejak kecil aku sudah berjanji pada kedua orang tuaku sebelum mereka meninggalkan ku. Aku berjanji pada mereka berdua akan membawa kedamaian sejati di dunia ini."jawab Kevin membuat haru teringat bayang-bayang seseorang yang pernah berkata seperti yang Kevin katakan. Haru tersenyum lalu menoleh menatap mereka yang masih bersorak-sorai.

"Ada seseorang yang sejak tadi melihat mu setelah kita mengalahkan menteri keamanan."ucap haru sembari melirik ke samping sebentar lalu kembali menatap mereka yang telah berhenti bersorak dan sekarang berbincang-bincang.

Kevin pun menoleh ke samping dan melihat Raja parxey menatapnya bersama ketiga anaknya. Ia pun lalu berjalan ke Raja parxey dan mereka berbincang.

"Haru,apa kau teringat sesuatu?"tanya Alice di bekalang haru.

"Ya,aku teringat sesuatu yang membuatku ingin tau lebih tentang manusia setelah mereka berhasil memenangkan perang melawan iblis dan monster di masa lalu."jawab haru tanpa menoleh ke belakang.

"Jadi kau memang lahir di era cahaya dan kegelapan? Kau juga anak yang disayang oleh Dewi cahaya dan Dewa kegelapan?"tanya Alice yang di balas anggukan kepala oleh haru. Hal itu membuat Alice,Eza dan andras terkejut.

"Walaupun aku terlahir di era cahaya dan kegelapan,aku tidak pernah turun langsung ke medan perang saat melawan para iblis dan monster. Aku hanya tinggal disebuah kastil kuno yang diberi sihir oleh kedua kakakku,namun saat itu aku berhasil keluar dan pergi ke medan perang. Saat di tiba di saat aku melihat kakak pertama ku mengorbankan dirinya untuk dunia ini."ucap haru sembari berbalik badan dan menatap mereka bertiga.

"Lalu setelah itu apa yang kau lakukan?"tanya andras.

"Setelah itu aku pergi sejauh-jauhnya dan tinggal disebuah desa kecil yang di huni ras Elf seperti ku,namun elf di desa tersebut adalah dark elf. Aku hidup disana selama dua ribu tahun sampai aku bertemu dengan penyihir agung generasi kedua dan di latih hingga aku mengerti cara untuk membunuh mereka. Mungkin umurku sekitar 2.500 tahun lebih."

This is the path I chose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang