Selamat membaca 😁
"Apa yang kalian lakukan disini? Tidak seharusnya pahlawan ini datang ke tempat ini untuk mencari informasi tentang diriku?"tanya haru dengan menatap orang yang melakukan pendaftaran dengan tajam. Hal itu membuat orang tersebut merinding ketakutan.
"Ternyata niat ku sudah di tebak ya,haru Jayden."jawab Kevin membuat haru mengeluarkan tongkat sihirnya lalu mengarahkan tepat di wajah Kevin. Hal itu membuat Eza dan Alice terkejut.
"Apa yang kau inginkan dariku?"tanya haru dingin membuat udara di dalam guild menjadi dingin. Alice yang merasakan ada aura sihir es pun menjadi waspada pada sekitar.
"Aku hanya ingin kau bergabung dengan grup ku saja."jawab Kevin yang mengabaikan suhu dingin disekitarnya.
Freezee...
Tiba-tiba tangan dan kaki Kevin membeku hal itu membuat semua orang yang melihat terkejut dengan keberanian penyihir elf yang bernama haru Jayden.
Haru pun berjalan melewati Kevin,eza,dan Alice diikuti oleh andras dibelakang saat sudah melewati mereka bertiga sebuah bola cahaya melesat ke haru dan andras dan seketika muncul perisai sihir.
Duarrr
"Kau ingin bertarung ya?"tanya haru pada Alice yang melesat bola cahaya. Alice teringat dengan pertarungan nya melawan haru beberapa saat lalu dan ia kalah dengan sekali serang.
"Tidak ada jawaban berarti bertarung."ucap haru dengan mengarahkan tongkatnya pada Alice dan muncul pola sihir di depan tongkat sihir haru. Alice terkejut dengan itu ia pun panik.
"A...aku tidak ingin bertarung,tapi aku ingin kau melepaskan Kevin dari sihir es mu."ucap Alice dengan panik jika ia dan haru kembali bertarung ia sudah menebak siapa yang menang. Kalau bertarung di sini akan menyebabkan kehancuran kota.
"Tinggal bilang apa susahnya."ucap haru lalu melepaskan sihirnya yang membekukan Kevin lalu pergi bersama andras.
Tangan dan kaki Kevin memerah karena terlalu lama membeku. Dengan cepat Alice memberikan healing pada Kevin.
"Kau masih berniat menginginkan dia bergabung dengan grup kita?"tanya Eza yang sejak tadi diam.
"Aku...ma..masih..berniat."ucap Kevin dengan napas terengah-engah. Healing yang Alice berikan pada Kevin tidak membawa perubahan di tangan dan kaki Kevin masih tetap merah. Alice pun memperkuat healing nya namun sia-sia.
"Kau akan kehabisan daya sihir mu,penyihir gereja."ucap seseorang yang menghentikan healing Alice. Alice,Eza,dan Kevin menoleh pada orang tersebut.
"Kenapa kau bilang seperti itu?"tanya Alice pada orang tersebut yang duduk di meja paling ujung.
"Karena penyihir elf tadi menggunakan sihir es yang mengandung sihir anti healing. Hal itu yang membuat sihir healing mu tidak berfungsi sama sekali pada pahlawan. Penyihir elf itu memiliki sihir es yang sangat berbahaya."jelas orang tersebut membuat Alice membelalakkan matanya terkejut.
"Lalu bagaimana cara agar aku bisa menyembuhkannya dan bukannya sihir anti healing adalah sihir biasa?"tanya Alice yang dibalas gelengan kepala.
"Hanya penyihir elf tadi yang bisa menyembuhkannya,sebab dia lah yang menaruh sihir anti healing pada pahlawan."ucap orang tersebut membuat seisi guild petualang menjadi ricuh.
"Dan sihir anti healing adalah sihir kuno yang sudah hilang berabad-abad lamanya."lanjut orang tersebut membuat Alice,Eza,dan Kevin terkejut dengan kebenaran itu. Kevin semakin yakin jika dia sangat ingin haru bergabung dengan grup pahlawan nya.
"Ingatlah penyihir gereja waktumu tinggal 3 jam dari sekarang. Jika kau terlambat maka pahlawan akan mati."ucap orang itu membuat Alice dan Eza pergi dengan membawa Kevin yang melayang yang dikarenakan Alice membaca mantra telekinesis padanya.
"Ia akan hadir bersama ke-3 Raja yang akan selalu menemani yang mulia Ratu kemanapun dia pergi. Takdirmu akan segera dimulai."gumam seseorang yang berada di guild petualang lalu menghilang dengan teleportasi.
Haru dan andras hampir sampai di lokasi misi yang mereka ambil. Misi kali ini mereka ditugaskan untuk membunuh segerombolan goblin yang sering mengganggu warga pedesaan.
"Haru,apa kau tidak merasa bersalah telah membaca mantra anti healing pada pahlawan?"tanya andras disamping haru yang terus menatap ke depan.
"Tidak."jawab haru enteng membuat andras menghela napas panjang.
"Sebab aku sedang menguji dia."lanjut haru membuat andras mengerutkan keningnya.
"Menguji apa?"
"Menguji apakah dia masih menginginkan ku bergabung dengan grup pahlawan setelah aku membacakan mantra anti healing dan sihir es padanya. Sebab aku tidak ingin seperti guruku yang menaruh harapan pada temannya malah di khianati."jawab haru membuat andras tersenyum kecut tanpa haru sadari.
"Haru,lebih baik kau menyetujui ajakan nya."ucap andras membuat haru menoleh dengan tatapan tajam.
"Tidak."jawab haru tegas.
"Kenapa lagi?"
"Karena jika aku ikut bersama grup pahlawan bagaimana dengan mu?"tanya haru membuat andras terkejut mendengar itu. Andras tidak percaya mendengar itu dari mulut haru. Sejak awal andras sudah berpikir jika haru ikut dengan grup pahlawan ia akan kembali ke kampung halamannya agar melupakan semua kenangannya bersama haru. Walaupun hanya pertemuan singkat tapi itu bermakna pada andras.
"Aku akan bergabung jika kau ikut." Ucap haru sambil menatap ke depan.
"Jika aku tidak ikut?"
"Aku tidak akan ikut."jawab haru cepat membuat senyum andras muncul.
Mereka pun sampai telah sampai di desa yang sangat dekat dengan kerajaan jersay. Haru menatap sekeliling dan melihat beberapa orang bersembunyi di dalam rumah serta ada bercak darah yang sudah mengering.
"Andras kendalikan dirimu."ucap haru yang merasakan aura vampir sedikit meluap dari tubuh andras.
"Aku baik-baik saja,haru. Bukankah ini terasa aneh untuk segerombolan goblin?"tanya andras berjalan mendekat ke bercak darah.
"Kau benar ini bukan ulah goblin,tapi yang membuatku heran adalah kenapa bercak darah ini seperti ada yang menyeretnya."jawab haru dengan melihat seretan bercak darah yang ia yakini bukan ulah goblin. Haru dan andras pun saling bertatapan lalu menganggukkan kepala. Mereka pun berjalan mengikuti bercak darah itu dan sampai di depan gua yang semakin banyak bercak darah.
"Ini ulah......
To be continued....
KAMU SEDANG MEMBACA
This is the path I chose
FantasyDisebuah desa terjadi kekacauan yang sangat kacau. Terjadi pembunuhan masal yang disebabkan kaum iblis dari kejadian itu hanya menyisakan satu dari sekian penduduk desa tersebut dan pemuda itu diselamatkan oleh seorang penyihir agung dan melatihnya...
