daya sihir

960 92 2
                                        

Selamat membaca 😁

"Ini ulah serigala iblis."ucap haru dengan menarik andras bersembunyi di semak-semak.

"Kenapa kita bersembunyi? Bukannya lebih baik langsung menyerang?"tanya andras yang membuat haru menatapnya tajam.

"Coba kau lihat ke sana."ucap haru menunjuk pada suatu tempat yang berdekatan dengan tempat mereka bersembunyi. Andras pun menoleh dan melihat segerombolan goblin bersama serigala iblis yang sedang memakan mayat manusia dari penduduk desa.

"Haru,kenapa para goblin itu ikut memakan mayat manusia? Itu hal tidak wajar yang pernah aku lihat."ucap andras dengan heran sebab tidak biasanya serigala iblis bersama goblin bisa akur begitu.

"Mungkin bisa jadi mereka di sihir."ucap haru membuat andras menatap sebentar lalu kembali menatap serigala iblis dan goblin.

"Kenapa kau bisa berasumsi kalau mereka disihir?"tanya andras.

"Liat pada telinga mereka."andras pun menatap telinga mereka dan benar saja di sekitar telinga mereka terdapat pola sihir berwarna ungu menyala.

"Aku penasaran dengan itu daripada mereka."ucap haru membuat andras menatap gua itu. Dari penglihatannya ada aura penyihir yang keluar dari gua itu. Aura itu terlihat lemah untuk sebatas penyihir yang bisa mengendalikan para goblin dan serigala iblis.

"Kita bagi tugas,kau bunuh mereka dan aku akan membunuh penyihir itu."ucap haru dengan keluar dari persembunyian membuat para serigala iblis dan para goblin langsung menyerangnya. Namun dengan cepat andras menyerang serigala iblis dan para goblin dengan brutal.

"Apa kau tidak mau keluar dari persembunyian mu?"tanya haru di depan gua sambil mengarahkan tongkatnya sihir.

"Daripada menunggu lebih baik langsung saja..Fire beam."

Swooshhh

Duarrrrr

Api itu memenuhi gua membuat gua itu langsung terang. Beberapa saat kemudian api itu telah berhenti dan terlihat sebuah perisai sihir berwarna hitam.

"Zoltraak."

Derrrr

Duarrrr

Perisai hitam itu hancur dan membunuh penyihir tersebut dengan mudah. Saat akan pergi membantu andras yang sedang kesusahan melawan para serigala iblis dan para goblin. Haru melihat sebuah tongkat sihir berkelas tingkat mitos seperti tongkat sihirnya. Tongkat sihir itu berbentuk bulan sabit di ujung atas bersama bintang di tengah bulan sabit dan mengingatkan dirinya pada seseorang.

 Tongkat sihir itu berbentuk bulan sabit di ujung atas bersama bintang di tengah bulan sabit dan mengingatkan dirinya pada seseorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Haru terkagum dengan tongkat sihir itu ia pun berjalan masuk gua dan mengambil tongkat sihir itu lalu memasukkan nya ke dalam ruang penyimpanan setelah itu haru keluar. Ia membantu andras dengan menggunakan zoltraak dan tak butuh waktu lama para serigala iblis dan para goblin telah mati semua.


"Apa kalian tidak mau keluar?"tanya haru dengan menatap hutan sembari tersenyum miring. Andras juga ikut menatap hutan dengan berdiri di samping haru.

Tak lama kemudian Eza,Alice,Kevin yang melayang keluar dari hutan berjalan mendekat ke haru dan andras. Haru sejak awal sampai di desa ini ia sudah merasakan ada yang mengikutinya.

"Jadi kalian jauh-jauh datang ke desa ini hanya mencari ku untuk menyembuhkannya?"tanya haru tepat sasaran membuat Eza dan Alice menganggukkan kepala.

"Baringkan dia di depanku"segera Alice membaringkan tubuh Kevin di hadapan haru. Haru menghentakkan tongkat sihir ke tanah sebanyak 3 kali dan kemudian muncul pola sihir yang begitu rumit yang tidak dimengerti oleh Alice,Eza,dan andras.

"Haru,sihir apa yang kau gunakan?"tanya andras.

"Ini adalah sihir penyembuh tingkat mitos yang di ajarkan guruku saat dia masih hidup......Butterfly of life"dari pola sihir itu keluar kupu-kupu berwarna hijau muda dengan sayap warna kuning. Kupu-kupu tersebut mengelilingi tubuh Kevin dan beberapa saat kemudian luka yang dialami Kevin hilang serta sihir anti healing juga ikut hilang.

"Kau masih merasakan sakit?"tanya haru pada Kevin yang menatapnya. Kevin hanya menggelengkan kepalanya.

"Syukurlah sihir ini berhasil."ucap haru tanpa sadar tersenyum lebar dengan ekspresi wajah senang.

Degg

Andras dan Kevin tertegun melihat ekspresi wajah dari haru yang menurut mereka berdua sangat cantik jika tersenyum,namun haru selalu memasang ekspresi dingin.

"Aku harus pergi dulu."ucap haru dengan berjalan menjauh. Andras dan Kevin tersadar dari lamunan lalu menatap haru yang berjalan pergi. Saat akan menyusul mereka berdua di hentikan oleh Alice.

"Jangan susul dia."ucap Alice pada mereka berdua.

"Kenapa?"tanya mereka serentak.

"Karena dia membutuhkan waktu untuk sendiri."

"Atas sebab apa kau begitu yakin?"

"Aku bisa melihat kesedihannya setelah menyelamatkan,Kevin."jawab Alice membuat andras terdiam.

"Dan...."

Duarrrr

Duarrr

Saat Alice ingin melanjutkan ucapannya terdengar suara ledakan yang amat kuat di arah haru pergi. Mereka dengan cepat pergi ke sana untuk memastikan haru baik-baik saja dan saat tiba di sana mereka melihat banyak sekali tanah yang berlubang serta pohon-pohon yang tumbang atau hancur.

"Hahahaha"tawa seseorang membuat mereka semua menoleh dan terkejut melihat iblis tingkat tinggi di hadapan haru dengan memegang pedang besar.

"Kau masih sama seperti dulu,naif."ucap iblis itu membuat haru tertawa keras dengan melepaskan 30 persen daya sihirnya. Hal itu membuat andras,Kevin,Eza,dan Alice serta iblis di hadapan haru terkejut.

"Kau..kau membatasi daya sihir?"

"Ya"

"Kau adalah aib para penyihir,haru."ucap iblis tersebut dengan memanggil namanya.

"Dan kau adalah iblis pengecut yang berlindung di balik bawahan mu... zoltraak"

Derrrr

Duarrr

Zoltraak yang haru Lesatkan tepat mengenai dada iblis tersebut dan membuatnya menjadi aliran daya sihir. Setelah berhasil membunuh iblis tersebut haru kembali membatasi daya sihir sampai 5 persen.

"Apa...

To be continued....

This is the path I chose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang