Selamat membaca 😁
"Membunuh musuh menggunakan zoltraak memang pilihan terbaik."
"Dan sudah saatnya kau mengevakuasi para penduduk kota,denken."ucap haru dengan menatap denken.
"Baiklah kalau begitu aku tinggal dulu,guru."balas denken dengan beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar ruang makan. Haru terus menatap bola sihirnya tanpa menoleh.
"Haru."
"Hmm?"
"Perintah iblis apa yang sedang menuju kemari?"tanya Kevin sembari memakan makanannya. Sayang kah jika nanti buang.
"Perintah pemenggalan dengan 500 iblis penyihir dan 500 lagi prajurit iblis dan disalah satu iblis penyihir terdapat despair yang sudah terlepas dari segelnya."jawab haru membuat mereka terkejut. Iblis despair sudah terlepas dari segel ini berarti ancaman itu kembali lagi.
Dulu sebelum iblis despair di segel dia melakukan teror yang begitu menakutkan bagi semua manusia maupun ras lainnya. Sebuah teror berupa pembunuhan secara perlahan dan hal itu membuat populasi manusia dan ras menurun drastis sebab itulah yang membuat penyihir agung generasi pertama bersama seorang elf hebat menyerang dan menyegel iblis despair.
"Lalu bagaimana cara kita melawan iblis despair dan perintah pemenggalan?"tanya andras.
"Mereka berdua serahkan padaku."ucap haru membuat Kevin seketika berdiri dari duduk dengan memukul meja makan.
Braakkk
"Kau jangan gila,haru. Kau tidak akan bisa melawan mereka berdua sekaligus. Itu akan berbahaya bagimu."ucap Kevin dengan menekan semua katanya. Haru hanya diam dengan menatap Kevin tajam tanpa takut.
"Aku memang gila makanya aku ingin melawan mereka."ucap haru lalu beranjak pergi meninggalkan mereka di ruang makan. Kevin mendapat tatapan tajam dari Alice,Eza,andras.
"Apa aku salah?"
"Kau tidak salah,tapi perkataan mu yang salah,Kevin. Kau harusnya tidak mengucapkan kata gila,Kevin."ucap Alice lalu beranjak pergi yang langsung diikuti oleh Eza dan andras meninggalkan Kevin dengan Violetta di ruang makan.
Violetta sejak tadi hanya diam mengamati pembicaraan mereka. Violetta pun memutuskan untuk beranjak pergi saat di depan pintu keluar ia menoleh kebelakang dan melihat pahlawan masih terdiam di tempat.
"Kau seperti orang bodoh,pahlawan."ucap Violetta lalu pergi.
Kevin seketika tersadar dari lamunannya lalu menoleh sekeliling dan melihat sudah tidak ada orang ia pun langsung berjalan pergi.
Haru berjalan menuju gerbang perbatasan seorang diri tanpa ditemani oleh seseorang. Haru menoleh ke kanan ke kiri melihat banyak sekali para prajurit yang menuntun para penduduk ke tempat yang aman.
"Apa kau sudah mengevakuasi semua penduduk?"tanya haru pada denken di depan sana. Denken yang mendengar suara gurunya menoleh dan melihat gurunya sedang berjalan mendekat padanya.
"Hampir semua guru,tapi ada beberapa lansia memilih tidak meninggalkan rumah mereka. Beberapa orang tersebut hanya menyuruh cucu atau anaknya pergi ke tempat yang aman."jelas denken.
KAMU SEDANG MEMBACA
This is the path I chose
FantasyDisebuah desa terjadi kekacauan yang sangat kacau. Terjadi pembunuhan masal yang disebabkan kaum iblis dari kejadian itu hanya menyisakan satu dari sekian penduduk desa tersebut dan pemuda itu diselamatkan oleh seorang penyihir agung dan melatihnya...
