2

23.7K 543 9
                                        






" HEY ANAK SIAL !"




" sakit bu berhenti "





anak lelaki yang tadi nya tertidur lena seperti kucing di tendang kuat membuat nya tersadar dari alam mimpi yang sungguh aman bagi nya





ia terus bangun terduduk sembari mengusap punggung nya yang di tendang kuat menatap takut wajah sang ibu di hadapan nya
" ada apa bu ? " tanya nya dengan mata takut





" aku menyuruh mu bekerja bukan untuk tidur pulas sehingga tengahari begini sialan "
bentak nya keras sambil menolak kepala anak itu kuat membuat nya terpaling dan kaca mata nya terpelanting begitu saja





Phuwinya dia anak itu





" ibu jangan begini kepada ku " kata nya lembut sembari meraba kaca mata nya yang terpelanting tidak jauh dari tempat nya





sang ibu tertawa sinis
" dasar si rabun , untung saja kau tidak buta seperti IBU mu itu . senang untuk ku menyuruh mu bekerja dan mendapat uang dari mu "
ketus nya di dalam hati bahagia memanfaatkan anak yang dibenci nya itu





Phuwin mendapatkan kaca mata nya lalu memakai nya semula
" bisa aku libur hari ini bu ? aku capek banget " adu nya





Namun siapa saja ingin mendengar keluhan nya itu ? tidak siapa pun peduli . lagi lagi ibu nya itu bukan lah ibu kandung nya . bahkan jika Phuwin mati sekali pun , ia tidak akan peduli sama sekali





Phuwin sudah berhempas pulas bekerja beberapa bulan ini tanpa libur sehari pun . bahkan sewaktu sakit ia tidak mengambil libur karena takut ibunya itu marah




mendengar perkataan libur keluar dari mulut Phuwin membuat sang ibu membuka mata nya lebar melihat ke arah Phuwin seakan itu pandangan ancaman





melihat itu Phuwin tertunduk takut sambil memain kuku nya menghilangkan rasa takut





" dasar anak tiri bajingan . jika kau tidak bekerja siapa yang ingin memberi ku uang yang cukup ?! "
" siapa yang ingin memberi adik mu duit belanja , hah ?! jika ingin mengharapkan semua dari Pho mu itu sama sekali tidak mencukupi , sial " bentak nya lagi





Phuwin yang mendengar itu seperti ada batu besar yang menghempap nya . terdengar semua kalimat yang di lemparkan itu membuat nya semakin terbeban
" aku tidak kuat , mae " ucap Phuwin di dalam hati menahan air mata mengenangkan ibu kandung nya yang sudah menjadi debu





" kau termenung apa sialan ! pergi bekerja sekarang ! "
tanpa rasa kasihan dia menolak kasar kepala Phuwin sekali lagi untung saja Phuwin sempat memegang kaca mata nya supaya tidak terpelanting jauh lagi




" b- baik , bu " ucap Phuwin terbata bata lalu berdiri mengambil handuk nya untuk mandi





ibu nya memandang kepergian Phuwin yang berjalan menuju ke kamar mandi dengan tatapan tidak suka
" dasar anak si Buta , menyusahkan " kata nya dengan berpeluk tubuh lalu pergi dari ruang tengah tersebut





ya , tidak hairan kenapa Phuwin tidur di ruang tengah . semenjak pho nya bernikah baru ia membawa ibu tiri nya itu tinggal di rumah tersebut





wanita itu mempunyai anak lelaki yang berumur 17 tahun . Pho nya selalu membela anak itu berbanding diri nya , anak kandung nya sendiri





bahkan harta , dan semua barang di rumah itu semua menjadi hak milik wanita dan anak itu . walaupun itu hak milik Phuwin , bahkan kamar Phuwin saja di ambil alih oleh adik tiri nya itu





Phuwin tidak ingin mengalah pada awal nya , tetapi melihat Pho nya sentiasa berpihak kepada keluarga baru nya sehingga sanggup menaikkan tangan kepada nya membuat nya terpaksa mengalah





bahkan sampai detik ini , phuwin tidak berani untuk melawan sama sekali
sama ada ke ibu atau pho nya termasuk adik tiri nya




karena apa ?
karena keluarga baru nya sungguh toxic
sekali saja Phuwin melawan pembicaraan mereka , ibu dan adik tiri nya itu bakal melaporkan kepada sang Pho . dengan package cerita rekaan yang tidak Phuwin lakuin sama sekali— bisa di kata fitnah








FLASH BACK




PRANGGG





" APA YANG KAMU LAKUKAN ?!" teriak sang ibu melihat pasu kesayangan nya pecah berkecai





" Phuwin yang melakukan nya , mae . dia sengaja memecahkan nya kerana dia berkata dia kesal dengan mu kerana menghidangkan udang ketika makan tadi dan dia tidak bisa makan itu "  tipu sang adik tiri





Phuwin bergeleng takut
" tidak aku tidak begitu "
" Pawin yang memecahkan nya " kata Phuwin mengatakan hal sebenar





" kau pikir aku akan percaya kepada mu anak tidak berguna ?!! " teriak ibu nya





" apa yang berlaku ?!! kenapa ribut sekali ?! " teriak sang Pho yang baru pulang dari bekerja





sang ibu mengeluarkan air mata palsu begitu juga anak tiri nya berlari ke arah pho nya
" lihat hiks ! apa anak mu lakukan . dia memecahkan pasu kesayangan ku karna kesal dengan ku !"





" apa benar kamu melakukan nya Phuwin ?!" bentak pria paruh baya itu kaget sembari menatap tajam Phuwin





Phuwin bergeleng takut
" tidakk pho , aku baru saja datang ke ruang tengah untuk duduk " terangnya dengan wajah meyakinkan





" jangan percaya pada nya Pho . Pawin lihat dia sengaja memecahkan nya karna dia kesal ibu menghidangkan udang ketika makan tadi "  tipu pawin dengan senyuman jahat membuat Phuwin menahan air mata karna seorang pun tidak berpihak padanya





" dasar anak nakal ! sini ikut pho !" bentak sang ayah lalu menarik paksa tangan Phuwin ke berjalan keluar dari rumah





Phuwin menarik tangan nya kuat tidak ingin di bawa oleh Pho nya 
" tidak hiks Pho jangan . Phuwin gak gitu ! " sedaya upaya Phuwin menegakkan keadilan untuk diri nya namun nihil diri nya tetap saja di heret paksa menuju satu tempat





stor




BRAKK






" hissss " ringis Phuwin terduduk kasar apabila Pho nya menolak nya kuat masuk ke situ lalu mengunci nya di ruangan gelap dan penuh barang lama itu





" Phoo ! tidak Phuwin takut ! jangan tinggalkan Phuwin di sini ! Phuwin gak salah ! Phuwin gak gitu ! PHO !!!!!! "



Pawin menjelirkan lidah nya berjalan masuk semula ke rumah bersama ibu dan ayah nya tersenyum menang melihat Phuwin yang menangis sambil mengetuk kasar pintu stor tersebut untuk di lepaskan .





" hiks mae ! pho sudah jahat kepada ku hiks "
dan ya , Phuwin di lepaskan dari situ pada ke esokkan hari dan itu sungguh membuatnya trauma untuk berhadapan dengan keluarga tiri baru nya itu





semenjak itu dia tidak berani membantah ataupun berdebat dengan kedua iblis itu .








FLASHBACK END

DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang