47

5.2K 170 8
                                        








Phuwin sudah berada di kamar VVIP yang di pinta Pond untuk ia di pantau beberapa hari ke depan sehingga pacar nya itu kembali pulih seperti biasa




setelah melihat semua para suster dan beberapa petugas keluar dari situ meninggalkan Pond dan Phuwin berdua Pond terus mendekati Phuwin mengelus kepala Phuwin lembut




" istirihat la sayang , tidur lah " ucap Pond lembut . Phuwin hanya diam menatap wajah pacar nya itu sayu sambil mengelus perut nya yang rasa sedikit janggal di sana




" Nara "




" ya sayang ? " sahut Pond lembut duduk di kursi samping ranjang rumah sakit tersebut
" maksud Dunk apa ? " tanya Phuwin




Pond terdiam mendengar soalan yang sebenarnya di cegah nya itu karena ia belum sedia untuk memberitahu nya .l jangan kan Phuwin , bahkan dirinya sendiri hampir tidak kuat mendengar berita yang di sampaikan Jimmy itu




Phuwin mengguncang lembut tangan Pond menyadarkan pria itu dari lamunan sayu nya
" Nara , jawab " ucap Phuwin tidak menyerah




" Phu sayang kamu belum sepenuhnya sihat mending kamu tidur dulu ya " elak Pond sedaya upaya namun Phuwin menggelengkan kepala nya tidak mahu 
" Nara , jangan menyembunyikan sesuatu dari ku " rayu Phuwin sedikit membuat wajah kesal




Pond bergeleng kepala
" sudah lah Phuwin , sebaiknya kau tidur dulu nanti— "




" Nara ! " kesal Phuwin




" anak kita sudah ga ada Phuwin ! kamu keguguran ! " teriak Pond mulai emosi karena sebenarnya dirinya ingin melupakan hal menyakitkan itu 
ia sudah hampir menjadi ayah namun semua itu hanya mimpi yang tidak kesampaian , pahit bagi nya untuk menerima realita itu dan harus berpura pura seakan tidak ada apa apa terjadi di hadapan orang lain




Joong yang tidak sengaja melihat situasi tepat di pintu itu dengan Dunk yang juga sedikit kaget melihat Pond frustasi itu hanya mampu mengedipkan mata beberapa kali karena takut




Joong kembali menarik pintu dengan sebelah tangan nya karna satu tangan lagi menggendong Dunk ala koala .
" em , gw— gw anterin Dunk pulang , bye " ucap Joong ragu lalu menutup pintu tersebut




Phuwin yang mendengar berita itu sungguh kaget . dirinya hamil ? bagaimana bisa , kan dia pria ? apa dia termasuk dalam golongan omega yang selama ini di baca nya di cerita cerita fiksi ? ya , itu lah yang di rasa Phuwin




tapi dalam masa yang sama ia juga merasa sedih karena kehilangan bayi nya sendiri yang sudah ada di perut nya selama beberapa hari ini bahkan minggu tanpa di sadari nya ? oh tuhan bahkan dia sendiri sekarang tidak tahu mendeskripsi kan perasaan nya sendiri




bahkan tanpa di sadari tiba tiba saja air mata nya bertakung sekarang
Pond yang melihat Phuwin yang termenung tanpa mengedipkan mata nya dengan wajah sayu itu berasa bersalah karena tidak dapat mengontrol emosi nya




" sayang " seru Pond lalu berdiri ingin memeluk Phuwin yang separa berbaring itu
namun tangan nya pantas di tepis kuat oleh Phuwin tanpa reaksi wajah




" kenapa anak ku bisa mati ? " soalan pertama yang cukup mematikan bagi Pond untuk di jawab
Pond meraup wajah nya sendiri merasa bersalah
Jimmy sudah mewarning diri nya sejak awal agar mengawal emosi namun dalam situasi di desak dia tidak dapat menahan itu




DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang