setiba nya di mansion tadi Pond dan Phuwin terus menuju ke kamar masing masing tanpa sepatah kata
Pond naik ke atas karena kamar nya di sana manakala Phuwin hanya di lantai bawah karena kamar yang di khas kan untuk nya cuma di situ
" sial karena lo gw harus solo buat kali pertama untuk sekian lama nya , Phuwin "
ucap Pond sendiri memulakan ritual bersendirian di kamar mandi dengan guyuran shower yang terpasang
tidak dengan Phuwin yang berada di kamar nya dia terus melompat ke kasur menyembunyi kan muka nya di bantal dan berteriak keras
" sial ! Pond sudah dua kali lo begini ! gimana gw bisa ngelupain begitu saja argh ! " teriak Phuwin melepaskan rasa yang tidak menentu di bantal empuk nya
ia duduk menghadap ke kaca lalu memerhatikan pantulan diri nya dengan muka nya yang memerah
" sial Phuwin mana rasa benci lo ?! kok malah merah sih muka nya ?! bangsat ! " kesal Phuwin lagi lagi berbicara kasar
Phuwin terdiam sejenak merasakan sesuatu yang tidak menyangka akan terjadi kepada diri nya
" apa aku jatuh cinta ? no ! aku gay ?! tapi itu kan hal biasa di negara ini . tapi— seriusan aku suka si Pond bejat mesum itu ?! ah fucking dumbass ! " Phuwin lagi lagi berbaring kasar menutup wajah nya dengan bantal empuk nya
sekitar 30 minit berlalu Pond sudah selesai dengan acara nya sendiri di kamar mandi dan ia juga sudah selesai membersihkan tubuh nya . sekarang ia ingin turun ke lantai bawah untuk makan malam karna perut nya juga sudah lumayan lapar
sesampai di lantai bawah ia menuju ke dapur dan melihat makanan yang terhidang belum tersentuh bahkan berkurang sedikit pun
" Phuwin belum makan ? " tanya Pond dingin ke bibi yang ada di situ
" belum Tuan , dia juga belum keluar dari kamar— "
DUARRRR
" ARGHHHHHHHHHH ! "
suasana langsung gelap gelita di dalam mansion itu seiringan dentuman kuat petir sambar menyabar di luar sana
mendengar suara teriakkan yang kuat dari kamar Phuwin membuat Pond kaget lalu menyalakan flashlight di hp nya berlari menuju ke kamar Phuwin
" Phuwin ?! " seru Pond ketika membuka pintu kamar Phuwin lalu menghalakan lampu hp nya mencari keberadaan Phuwin dan ternyata Phuwin tiada di kasur nya mau pun meja kerja nya
" hiks P- Pond ! " teriak Phuwin lagi
Pond yang mengetahui sumber suara Phuwin itu dari mana langsung melangkah besar masuk ke kamar itu menuju kamar mandi yang ada di kamar pria itu
" Phuwin ! " pekik Pond kaget apabila melihat Phuwin sudah terduduk di kamar mandi berhampiran wastafel , ia menyembunyikan wajah nya di kedua lutut nya dengan badan bergetar
" P- Pond , hiks " lirih Phuwin mendongak wajah Pond dengan tatapan sayu membuat hati Pond terguris
" Phuwin , sini " ucap Pond menarik tangan Phuwin agar berdiri . Phuwin menurut namun ia terus memeluk Pond " g- gw takut " rengek Phuwin seperti anak kecil
mendengar itu Pond tersenyum kecil lagi lagi rasa nya dejavu melihat kelakuan Phuwin sama seperti tunangan nya
" shhh , jangan takut "
" ada gw " ucap Pond menenangkan Phuwin menepuk lembut punggung Phuwin lalu membawa nya keluar dari kamar mandi dengan posisi Phuwin yang masih memeluk Pond erat
tadi Phuwin baru saja memberanikan diri untuk mandi karena ia takut dengan suara petir , dan baru saja melangkah masuk ke kamar mandi lampu terus terpadam membuat ia berteriak kuat karena ia memang takut dan phobia gelap akibat trauma masa silam nya
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]
Action⚠️ WARNING ⚠️ [ MPREG ] start : 30.04.2024 end : 22.07.2024
![DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/367809476-64-k251606.jpg)