" p- pho ? "
nada yang tidak kalah kecewa bagi seorang anak yang dahulu nya sangat di sayangi kedua orang tua nya . bahkan terluka sedikit saja dirinya sentiasa di bela . tapi sekarang ?
Phuwin bergeleng kepala kecewa memandang orang yang di gelarnya pho
" tadi Phuwin di tanya pas mau cari kerja . jampi apa yang ku pakai , kenapa teman ku itu mendengar semua perintah ku "
" tapi sekarang Phuwin mau nanya ke istri kesayangan Pho ini , ilmu apa yang dia pakai hingga pho mengikut semua perintah nya . bahkan sujud di kaki nya saja mungkin Pho turuti "
PLAK !
sekali lagi pipi mulus nya di jadikan tempat melepaskan kemarahan . pipi nya bahkan sudah terasa kebas
kaca mata Phuwin terlepas begitu saja entah kemana terlempar ia juga tidak tahu
Pho nya yang baru saja melepaskan tamparan yang tidak kalah kuat itu menatap Phuwin marah
Pawin dan ibu nya itu hanya tersenyum menang melihat lagi lagi Phuwin tidak terbela
" hiks tega sekali anak mu menuduh ku begitu hiks . aku sekali pun tidak pernah melakukan hal buruk kepada nya . bahkan makan minum nya saja ku jaga rapi seperti mana aku menjaga mu hiks "
Tanyya memulakan drama air mata yang bisa di kata sangat dramatis dan real Pawin juga tidak mau kalah
" dia juga menghasut ku untuk berhenti belajar Pho " kata Pawin dengan yakin seperti hal itu benar benar terjadi
mendengar itu membuat sang ayah semakin kesal pada Phuwin , anak yang di jaga nya sedari kecil .
melihat hal itu Pawin dan ibu nya semakin tersenyum berang
" kau Phuwin— dasar anak gatau untungg ! "
seperti dunia nya gelap mendengar pho yang dulu nya selalu memanjakan dan tidak pernah menaikkan suara nya sedikit pun kini sudah tega bersikap begitu kepada nya
" Pho ! pho ini kenapa ? hiks— Pho gak adil sama sekali hiks "
sungguh Phuwin kecewa sehingga air mata nya sudah tidak lagi tertahan untuk mengalir dengan derasnya
" pho mu adil kok nak , jangan keras kepala dan melawan begitu "
" KAU DIAM WANITA SIAL !! AKU MUAK MENDENGAR DAN MELIHAT DRAMA MU DI DEPAN PHO KU ! " teriak Phuwin yang sudsh begitu histeris
bahkan orang yang jelas jelas punya hati perasaan dapat merasakan hal itu ketika mendengar nada suara Phuwin
" PHUWIN ! BERANI SEKALI KAMU BERKATA BEGITU KE IBU MU ! "
tanpa aba aba , Pho nya mengambil penyapu yang ada di tangan istri nya itu lalu memukuli Phuwin 3× ganda lagi kuat dari istri nya tadi
Phuwin memekik sakit ingin melepaskan diri namun sang Pho memegang nya kuat dengan alasan ingin memberinya pelajaran
" AKH ! Pho s- sakit ! lepaskan Phuwin , Phuwin nggak salah , hiks ARGH ! "
kepala Phuwin sempat mendongak menahan sakit apabila Pho nya memukul penyapu itu kuat di belakang badan nya yang bisa meninggalkan bekas di situ
cukup lama Phuwin di pukuli di depan dua manusia yang langsung tidak mempunyai hati itu sehingga Phuwin hampir tidak bertenaga sama sekali untuk melawan
" p- pho hiks , ss- sakit ber- berhenti lah hiks AKHH ! "
pukulan keras terakhir yang di buat Pho nya membuat Phuwin berteriak keras dengan mata nya yang sudah sembab sedari tadi menangis tidak kuat menahan sakit
" rasain lo " - Tanyya
" mampus lu anjing " - pawin
Phuwin duduk terlutut apabila kaki nya tidak mampu menampung tubuh nya untuk berdiri gagah . air mata nya mengalir lebat mengenang nasib nya
" bangun anak sialan ! kemas barang mu dan keluar dari rumah ini ! "
" aku tidak ingin ada anak yang menjatuhkan maruah ku ! "
sang ayah menarik badan Phuwin menyuruh nya berdiri , dengan tenaga yang tersisa Phuwin terpaksa berdiri menggagah kan dirinya
" pergi ! kemasi barang mu atau kau mahu ku bantu , huh ? " kata Pawin berani tahu Pho nya tidak akan lagi membela Phuwin
Phuwin yang sudah tidak bertenaga dan hanya menangis meratapi nasib itu hanya tertunduk berjalan ke salah satu almari kecil
ia mengambil frame gambar terletak potret ibu kandung nya
iia menatap foto itu sembari membelai frame itu . terlihat beberapa titis air mata nya jatuh membasahi kaca frame tersebut
" Pa , bukan kah ini keterlaluan ? " kata sang ibu sengaja bertanya melihatkan sisi baik nya yang penuh kepuraan . di satu sisi dia juga terfikir siapa yang akan memberi nya duit lebih jika Phuwin sudah tiada di situ . tapi selebihnya suka Phuwin di halau dari situ
" nggak sayang , apa saja untuk membela mu " kata Sang Pho membuat Tanyya tersenyum menang
" kenapa masih berlama lama ? apa yang kau tunggu ?! pergi sekarang ! " tegas sang ayah membuat kedua pundak Phuwin ternaik akibat kaget
Phuwin melangkah pelahan dengan sisa tenaga nya menyelusuri tiga ahli keluarga nya yang tidak menganggapi nya sedikit pun
" pergi kau jangan liatkan muka mu sama sekali , dasar anak gatau untung ! " teriak sang Pho ketika Phuwin keluar dari perkarangan rumah nya dengan jalan sedikit terpincang pincang akibat kaki nya juga terkena pukulan
Tanyya dan Pawin saling bertatapan dan tersenyum jahat karna mereka bisa menakluki semua harta Pho nya Phuwin karna Phuwin sudah dihalau dari situ
VOTEMENT MUAH 😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]
Action⚠️ WARNING ⚠️ [ MPREG ] start : 30.04.2024 end : 22.07.2024
![DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/367809476-64-k251606.jpg)