38

5.2K 148 3
                                        





keadaan semakin keruh dengan ada nya teriakkan dan beberapa kamera menangkap moment tidak di sangka itu terjadi




tubuh Phuwin melemas dan mulai tidak sadarkan diri di pelukkan Pond




karena kaget dan takut para bodyguard berusaha sekuat tenaga menyingkir kan dan terpaksa menggunakan kekerasan pada para reporter yang juga tidak sengaja atau sengaja menggunakan kekerasan pada Phuwin




" sial , Phuwin ? sadar , hey ! " sedaya upaya Pond menahan tubuh ringkih kekasih nya itu agar tidak jatuh
mata itu terpejam rapat dengan jidat yang mulai mengalir darah segar
sungguh Pond dendam melihat kejadian di mana kepala Phuwin terpukul microphone salah seorang reporter karena perebutan untuk mendapatkan kejelasan , padahal sudah Pond katakan bahwa dia akan memberi kejelasan nanti




tanpa memperdulikan berita tentang mereka akan menjadi semakin hangat , Pond terus mengangkat tubuh Phuwin membawa nya secepat mungkin untuk masuk ke dalam mansion karena yang penting sekarang adalah Phuwin yang sudah tidak sadarkan diri itu , bukan kekepoan netizen




" bertahan lah , Phuwin " batin Pond seketika melihat sekilas wajah Phuwin yang tidak sadarkan diri di gendongan nya
dan akhirnya pintu mansion di buka Dunk dengan cepat Pond masuk ke dalam dan pintu terus di tutup rapat semula meninggalkan suasana riuh di luar dengan teriakkan para pisikopat




" ya tuhan ! Phuwin ku kenapa ?! " teriak Natalia memeriksa keadaan Phuwin yang ada di gendongan Pond
" hubungi Jimmy sekarang ! " tegas Pond kepada maid nya
dan maid itu segera mengangguk dan mulai menghubungi nya menggunakan telefon mansion itu




Pond berlari masuk ke kamar nya Phuwin yang berada tidak jauh dari ruang tengah itu dan meletakkan Phuwin di kasur dengan berhati hati




" kenapa bisa gini phi ? hiks " tangis Dunk pecah karena takut melihat darah yang mengalir dari dahi Phuwin membasahi hingga pipi nya . Natalia segera mengambil handuk kecil lalu menutup darah yang masih mengalir itu




Pond mendengus kesal
" Phuwin terhenti di kerumunan entah kenapa lalu kepala nya Phuwin gak sengaja di palu microphone salah satu reporter . brengsek ! " kesal Pond mengepal tangan nya menahan amarah di hadapan adik adik nya




" kasian banget Phuwin " ucap Natalia sayu tetap menekup tuala di sumber luka nya
Dunk memegang sebelah tangan Phuwin berdoa semoga Phuwin gak kenapa napa karena takut melihat wajah Phuwin pucat sedari tadi




setelah 20 minit akhir nya Jimmy tiba dengan jas dokter nya yang kelihatan agak tidak terurus
" njir , udah gw ngebut kemari ! mana di luar masih ada rusuhan lagi . kepo amat sih jadi orang ! " omel Jimmy lalu berjalan ke arah kamar yang di tunjukkan maid




" Jimmy " seru Pond
Jimmy masuk ke kamar lalu melihat siapa yang berbaring di kasur 
" kenapa ini ? " tanya dr Jimmy lalu meletakkan koper yang di bawa khas ketika merawat pesakit




" pingsan , dahi nya berdarah " terang Pond lalu Natalia menyingkir dari situ membawa handuk kecil yang berdarah itu ke kamar mandi untuk di cuci





Jimmy mulai menyelak rambut hadapan Phuwin melihat di mana sumber darah itu keluar
" hm , untung aja luka nya gak terlalu besar " Jimmy segera mengeluarkan peralatan nya untuk merawat luka Phuwin
" kenapa kepala nya bisa terluka ? " tanya Jimmy lembut




" microphone para reporter sialan itu " jawap Pond kesal
Jimmy sempat tersenyum mendengar Pond masih sempat kesal karena buah hatinya tersakiti
" lo udah liat berita nya ? " tanya Pond Jimmy mengangguk
" iya udah rada kaget sih karena di awal kedatangan nya di hidup kalian keliatan nya lo gak suka dia , kok ini malah jadi pacar " ucap Jimmy sambil membersihkan luka yang ada di kepala Phuwin




DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang