" omong kosong apa ? "
Phuwin reflek menoleh ke belakang mendengar suara penuh amarah itu
" Pond " seru Phuwin dengan suara bergetar nya melihat Pond melangkah gagah menghampiri dirinya
" apa maksud mu ngatain gitu ke Phuwin ? huh ? " ucap Pond dengan nada menahan amarah
ia berdiri gagah tanpa rasa sedikit takut bahkan tanpa secuil rasa hormat di hadapan ibu tirinya Phuwin
" heh mau apa lo ?! ma ini siapa ? kok si Phuwin nya bawa orang asing kemari ? " tanya Pawin kasar , ia baru saja keluar dari rumah tersebut
Phuwin hanya bisa tertunduk tapi tidak dengan Pond
ia memandangi ibu tirinya Phuwin dan Pawin secara bergilir dengan tatapan tidak suka nya
" oh , jadi dua ini yang ngerusak hubungan keluarga orang ? pas banget sih muka muka gini " sindir Pond membuat ibu tirinya Phuwin melotot kaget karena sikap Pond
awal nya ibu tirinya Phuwin melihat wajah Pond itu seperti seorang yang kalem , baik hati dan sopan . tapi sekali udah bersuara ampe kerasa tuh pedas ke ulu hati wanita paruh baya itu
" heh , biadap banget ya lo ! " marah Pawin hampir melayangkan pukulan pada Pond , dan Pond bukan nya takut ia malah mendekatkan diri nya ke hadapan Pawin yang kelihatan lebih kecil darinya untung saja Phuwin menahan badan kedua mereka agar menjauh dari satu sama lain
" udah , gw mohon udah ! " larang Phuwin dengan suara bergetar
ia tidak tahan berada di situ berlama lama
Ibu tirinya Phuwin tersenyum licik melihat adegan gagah Pond
ja sesekali melirik Pond dan Phuwin secara bergantian
" pantes aja lo mau sama dia ya , anak ku sayang "
" ternyata orang nya gagah juga , mana bau bau banyak duit lagi "
" udah berapa lama kau menjadi jalang peribadi nya , hm ? Phuwin ? " sindiran yang cukup menguris hati lembut Phuwin itu membuat mata Phuwin berkaca kaca
PLAK
" ma ! "
" POND ! bu ! "
Phuwin membantu ibu tirinya untuk kembali berdiri karena dirinya tumbang menyembah lantai akibat tamparan keras dari Pond
Pawin juga membantu ibu kesayangan nya itu untuk duduk
" jangan sentuh mae ku dengan tangan jijik mu , jalang ! " tengking Pawin menepis tangan Phuwin kasar
Phuwin lagi lagi terguris dengan tuduhan itu namun cuma bisa berdiam diri
" bangun lo , sialan ! bilang gitu sekali lagi "
Phuwin menahan badan kekar Pond yang sudah gementar hebat menahan amarah yang membara ia rasakan bahkan rasa hormat nya saja seperti nya tidak akan pernah wujud
" udah Pond udah , jangan gini dia ibu ku " rayu Phuwin menghentikan Pond
" dia bukan ibu mu Phuwin , sadar ! "
" dia ini cuma iblis bertopengkan manusia ! " ucap Pond dengan nada tegas
bukan nya marah di bilang gitu , ibu tirinya Phuwin malah tersenyum miring melihat Pond begitu
" oh jadi kau juga di santet ama bocah sialan ini , hah ? "
" sadar ya kamu ! dia ini cuman pembawa sial di hidup mu nanti nya ! tinggalin dia aja gausah hidup ama dia ! kau cari saja lelaki lain untuk menjadi sugar baby mu , melayani nafsu songsang mu itu "
" bu , cukup ! " teriak Phuwin tidak tahan
air mata nya keluar deras mendengar itu
lagi lagi dirinya di hina sedemikian rupa mana Pond juga turut di hina , untung saja Phuwin terlebih dahulu bersuara jika tidak mungkin pukulan keras dari Pond yang dulu sampai— mungkin juga selepas itu ibu tirinya Phuwin bakalan menghadap tuhan setelah itu
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]
Aksi⚠️ WARNING ⚠️ [ MPREG ] start : 30.04.2024 end : 22.07.2024
![DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/367809476-64-k251606.jpg)