8

8K 386 5
                                        







MALAM






Natalia yang asyik dengan ponsel nya di ruang tengah memerhatikan Dunk yang baru turun dari kamar nya di tingkat atas dengan wajah cemberut
bahkan wajah itu sudah terpasang ketika adik nya itu datang kepada nya tadi namun tidak menceritakan apa apa





melihat Dunk yang bersiap kemas itu membuat Natalia menyapa nya
" Dunk , mau kemana malam malam gini ? " tanya nya lembut





Dunk dengan wajah cemberut nya itu menoleh kakak nya
" gada , mau jenguk keadaan bar aja bentar " jawap Dunk singkat





Natalia mengangguk paham
" jangan minum ya Dunk kamu sendirian kan ? "
" P' pond gak ada nemanin kamu , dia juga belum pulang nih "





mendengar itu Dunk menjeling Natalia seakan kakak nya itu yang membuat nya kesal
" aw ! Dunk apa kau marah kepada ku ? " tanya Natalia terkejut





Dunk mengambil kunci mobil nya
" nggak "
" Dunk lagi kesal ama P'pond jangan sebut nama nya , BYE ! "
Dunk terus melangkah ke pintu keluar meninggalkan Natalia yang kebingunggan di situ





" what ? seriously— kok kayak gw yang salah ? " bingung nya melihat kepergian Dunk
" eh hati hati nyetir hujan lebat di luar ! " teriak Natalia sempat memesani Dunk












di dalam perjalanan Dunk ingin ke bar nya , ia tidak sengaja melihat sosok terduduk bersandar di bus stop membuat dia memperlahankan mobil nya
" tunggu , baju itu— "
mata nya seketika membelalak sadar akan sosok yang berada di bas stop itu





dengan perasaan yang tidak begitu yakin ia menepikan mobil nya ke pinggir jalan lalu sigap menarik handbrake mobil nya . ia terus berlari keluar meredahi hujan lalu melihat keadaan sosok yang di lihat nya tadi





sosok itu tertunduk sayu sambil mengusap frame gambar wanita di tangan nya
" p- phuwin ? itu kau ? " tegur Dunk memberani kan diri takut jika ia tersilap orang





sosok itu mendongakkan wajah nya melihat orang yang menyapa nya . mata nya berkaca kaca melihat Dunk dengan badan yang bergetar hebat akibat kesejukkan





dan benar saja tebakkan Dunk . ia terus kaget melihat Phuwin yang kelihatan lusuh rambut acak acakkan dan mata yang sudah merah sembab akibat menangis terlalu lama





" Phuwin ! kenapa kau jadi begini ? " tanya Dunk khawatir lalu duduk di sebelah Phuwin
tanpa aba aba Phuwin memeluk Dunk lalu melepaskan tangisan nya kuat kedengaran sungguh menyayat hati





Dunk yang melihat itu terkaku namun ia cepat membalas pelukkan Phuwin , mengelus belakang lelaki itu lembut cuba menangkan nya





" hiks akh !— Dunk , shhh " ringis Phuwin





mendengar Phuwin meringis sakit Dunk menghentikan kegiatan nya 
" aw , Phu kenapa ? ada yang sakit ? " tanya Dunk khawatir





" Dunk hiks , s- sakit hiks " adu Phuwin membuat Dunk semakin takut





Dunk memeriksa wajah Phuwin lalu tangan nya
" mana yang sakit , Phu ? beri tahu aku " tanya Dunk sambil memeriksa Phuwin





" p- punggung ku "





Phuwin memutar tubuh nya membelakangi Dunk . Dunk terus membuka baju belakang Phuwin  melihat itu Dunk terus menutup mulut nya kaget





DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang