5

11K 341 1
                                        






" TADA ! "





" hah ? " bingung Pond
begitu juga Aou
" alaiwah ? " tidak kalah binggung melihat adik lelaki boss nya itu membawa seseorang





dan orang itu adalah— Phuwin .
ia tertunduk tidak berani melihat orang yang ingin Dunk lihat kan itu





" Phi , ini teman baru Dunk . apa kata kalau kau mengambil nya bekerja sebagai setiausaha mu "
cadang nya sambil memegang erat tangan Phuwin





Pond menepuk dahi nya 
" aduh berulah lagi ni anak " bisik nya sendiri





" P- Phuwin ? "





Dunk menatap Aou dengan riak wajah excited nya 
" aww ! P' Aou mengenali nya ?! " kata Dunk gembira





mendengar nama nya di seru Phuwin terus mengangkat laju kepala nya melihat ke arah sosok yang menyeru nama nya
" Aou ! "





" Phuwin ! "





" Aou !! "





" Phuwin !! "





" oi shia ! "
" Phuwin Aou Phuwin Aou , BERISIK ! " bentak Pond menghentak meja nya memandang Aou dengan tatapan marah





Aou yang melihat Pond hampir naik darah seketika tertawa kelat begitu juga Phuwin yang terus tertunduk semula





" Dunk kamu ya— enak enak nya bawa orang ngelamar kerja nggak liat latar belakang atau biodata , huft " kesal nya menatap marah Dunk





Dunk yang merasa dirinya di marah memasang wajah cemberut
" tapi dia kasian p' Pond "
" dia nggak ada kerja bagus " terang Dunk merayu kepada abang nya itu





" yah itu masalah nya bukan masalah mu Dunk . kalau mau kerja bagus ya harus usaha , punya kelulusan "
" bukan nya pakai cara merayu segala " kata Pond sinis membuat orang di sebelah Dunk itu terguris hati





Phuwin memandang Pond dengan tatapan tidak suka
" kapan gw ngerayu , hah ?! "
" gw nggak serendah itu walaupun gw nggak habis SMA " kesal Phuwin membantah tuduhan Pond





pond yang sedari tadi memerhatikan Phuwin dari atas ke bawah itu senyum sinis
" terus ? lihat lah adik ku  , dia tidak pernah berkawan dengan orang bawahan seperti mu "
" jampi apa yang kau guna untuk membuat adik ku menurut dengan kata kata mu , huh ? " Pond tanpa aba aba berkata begitu membuat semua yang ada di sana merasa tidak enak— lagi lagi Dunk





" Phi ! apa yang kau bicara kan ?! " marah Dunk tidak suka Pond menuduh orang sesuka hati





Phuwin tersenyum sinis melangkah berani masuk ke kantor Pond dengan amarah yang cukup membuak buak di diri nya
ia berdiri di hadapan Pond yang sedang duduk tenang menatap wajah nya





" kau menilai ku hanya dari pemakaian ku , huh ? sakit sekali rasa nya di nilai rendah oleh orang yang mempunyai segala nya , haha "
ucap Phuwin di akhiri tawa hambar





kalimat Phuwin membuat Dunk yang berdiri di belakang nya berasa bersalah . mungkin ini bukan waktu yang tepat membawa Phuwin ke situ





" lalu ? kau pikir aku peduli ? " balas Pond pula tanpa riak wajah





Phuwin tersenyum sinis lalu mendekatkan wajah nya di hadapan Pond
Deruan nafas laju milik Phuwin terasa di muka Pond membuat diri nya merasa tidak menentu entah kenapa





" kalau begini sikap mu , semua orang juga nggak bakalan betah "
" atau setidak nya kau bakalan di kelilingi dengan dendam orang yang perlahan akan menghancurkan diri maupun kriteria mu " tutur Phuwin yang membuat Pond sempat kehilangan kata kata





" Phuwin , sebaiknya kau pulang dulu "
" jika kau di terima bekerja aku akan menyuruh Dunk menghubungi mu " pujuk Aou memegang kedua bahu Phuwin membuat lelaki itu terundur ke belakang namun mata nya menatap dalam ke mata Pond





Phuwin menepis lembut tangan Aou dari bahu nya
" lepaskan aku , Aou "
" aku mungkin tidak memerlukan pekerjaan ini "





" Dunk terima kasih ya bantuan nya , kayak nya aku nggak level deh kerja di sini "
" aku pergi dulu , ya "





Dunk terkial kial melihat Phuwin yang laju berpergi dari situ
" Phi , kau jahat ! kau membuat ku kehilangan temen ! huaaa ! " tangis Dunk membuat Aou panik





" nah kan Pond kampret ! "
" lo ngecewain adik lo " kata Aou memeluk Dunk menenangkan adik lelaki kawan nya itu





Pond terus berdiri bejalan menuju ke arah sang adik . ia sempat menolak Aou menyingkir dari badan Dunk
" jangan ngambil kesempatan ya lo " ucap Pond menatap Aou dengan wajah kesal





" dih , orang udah punya crush . eits ! " kata Aou terkekeh sendiri kayak orang sinting





" Dunk , jangan nangis ya P' Pond gak sengaja begitu tadi "
pujuk Pond mengelus kepala Dunk





spontan Dunk menolak Pond menjauh dari nya
" P'Pond jahat ! Phi gak tau kisah Phuwin gimana yang tau cuma Dunk , DUNK ! " bentak Dunk





Itu membuat Pond terdiam tak terkutik . buat kali pertama ia melihat adik nya itu berpihak kepada orang lain bahkan mempertahankan orang itu hingga menitiskan air mata





" ai Dunk ! Dunk !" teriak Aou melihat Dunk keluar dari sana dengan tangisan nya yang belum reda





Pond yang termenung itu menahan badan Aou yang ingin mengejar Dunk , risau akan terjadi apa apa





" biarkan dia . aku tahu dia akan pergi menenangkan diri ke Natalia " kata Pond membuat Aou hanya mengangguk akhirnya





Pond masih termenung memikirkan reaksi Dunk . begitu juga tentang Phuwin . kata kata Phuwin bermain di fikiran nya
" dendam ? siapa kau ? " fikir nya terdiam kaku










VOTEMENT YA
LUVVV 😘🌹

DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang