26

5.3K 189 7
                                        






dalam perjalanan pulang menyelusuri kota di mana rumah kediaman Phuwin berada , Phuwin melihat keluar jalan di mana ada beberapa pedangang jalanan di situ




selalu nya jika melihat hal begitu Phuwin lah manusia paling excited karena dia emang sesuka itu dengan hal berjudul jajan




namun kali ini sedikit pun rasa excited itu tiada , bahkan selera nya saja terasa terhapus dari dirinya
mata nya hanya memandang kosong ke luar




Pond yang sedari tadi sadar akan hal itu memandangi Phuwin sekilas
ia mengeluh melihat Phuwin tampak sangat aneh kali itu
tidak seceria Phuwin yang ia kenal , yang suka ngomel kayak ibu ibu rumah tangga




" Phu , ayo beli jajan nya . mau nggak ? " tawar Pond lembut
namun hanya di balas gelengan kepala dari Phuwin
" ga nafsu , ga lapar " jawap Phuwin tanpa berpaling ke arah Pond




mendengar itu Pond hampir kesal namun ia tetap kekeh memberhenti kan mobil nya di pinggir jalan membuat Phuwin seketika berpaling melihat dirinya




" kan udah gw bilang , gw gak laper , Pond " ucap Phuwin hampir terbawa emosi
ia benar benar tidak mahu berada di kawasan itu , lagi lagi itu tidak jauh di mana tempat pho nya bekerja




" tapi gw lapar " ucap Pond membuka
sabuk pengaman nya lalu keluar begitu saja dari mobil
ia juga turut membuka pintu mobil di sebelah Phuwin
" ayo" ajak nya tidak berputus asa




Phuwin membuat wajah cemberut karena dia benar benar gamau di situ
" bisa gak sih makan di restoran lain aja , lo kan ga biasa tempat gini " kata Phuwin coba membantah namun Pond menarik tangan nya paksa keluar dari mobil




" ayo , gausah banyak alasan "
" gw laper masa bodyguard gamau nemanin boss nya ? jangan ngelawan " perli Pond sambil tersenyum membuat jantung phuwin seketika berdebar 
jarang sekali ia melihat Pond seperti itu— senyum senyum ketika bicara




tanpa menunggu lama Pond dan Phuwin berjalan ke beberapa gerobak jualan di pinggir jalan itu 
jujur— Pond sebenarnya nggak selapar itu dan sekarang ia benar benar nggak tahu apa yang ingin ia beli
bahkan makanan yang di lihat nya sekarang itu makanan yang aneh di mata nya , gak pernah ia lihat sama sekali juga ada




Phuwin tersenyum sinis melihat wajah hilang arah Pond
udah jelas banget muka nya gatau apa apa tentang hal hal begitu , almaklum , orang kaya baru masuk kampung :\




" pak ini ya satu " pinta Phuwin di angguki bapak penjual itu
Pond menoleh ke arah Phuwin yang b aja muka nya
" emang ini apa ? " tanya Pond bingung soalnya makanan ini terlihat aneh di mata nya




" ini kan kue " jawap Phuwin b aja
Pond seketika terdiam , masa kue nya bentuk nya aneh ?
ia mendekati Phuwin lalu berbisik
" kenapa bentuk kue nya kayak tetek gitu sih ? " tanya Pond membuat Phuwin kaget lalu menjauh dari Pond
" kenapa sih pikiran mu mesum banget ? liat kue aja bisa kepikiran gitu " kesal Phuwin , bahkan wajah nya kelihatan merah di mata Pond ketika itu




" nah udah siap " penjual itu menyerahkan sekantong kecil kue itu kepada Phuwin
Pond lantas menghulur wang membayar makanan tersebut
" makasih pak " ucap Phuwin lalu berjalan menuju ke gerobak makanan yang lain sembari menyuap makanan tersebut




" nih " Phuwin memberi kantong plastik tersebut ke arah Pond menyuruh Pond untuk mencicip nya
Pond bergeleng tidak mahu
" loh tadi bilang lapar " ucap Phuwin bingung
" sialan , bentuk nya aneh mana selera gw makan makanan gitu , mending yang real aja " ucap Pond dengan nada semakin mengecil




DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang