27

5K 209 4
                                        







ke esokkan hari nya—





wajah cemberut pria itu menyinari hari Pond hari itu . awal pagi aja udah di bikin ngakak liat wajah udah semasam itu




" kenapa wajah nya gitu ? ga terima ? " Pond tertawa melihat wajah Phuwin yang cemberut sesekali memberi nya jelingan maut
bahkan Phuwin juga ketika itu berpeluk tubuh duduk di sofa menunggu Dunk turun dari kamar nya di tingkat atas




" gausah kepo lo " marah Phuwin




Pond hanya mampu sedari tadi mentertawakan Phuwin





Flashback





" sialan pedas banget cok " bisik hati Pond bahkan wajah nya sudah memerah . namun ia tetap mengagahkan diri memakan seblak itu karena itu juga hampir habis . bahkan situasi Phuwin saja sudah mendebarkan . karena kalo dia kalah tau tau aja la dia bakal di jadiin apa




" gausah di paksa Pond " halang Phuwin karena dia sudah ketakutan bakalan kalah . namun Pond tidak membalas , ia hanya meneruskan acara makan nya supaya ia menang di tantangan itu




" sialan gw bakal kalah " bisik Phuwin sendiri dan ya benar saja , Pond dapat menghabiskan seporsi seblak itu walaupun wajah nya bahkan sudah merah padam dan berkeringat banyak




" well , gw menang . ingat kan deal kita ? " tagih Pond . Phuwin berdiri laju untuk lari dari pandangan Pond
namun Pond laju menahan tangan Phuwin
" jangan lari dari kenyataan lo , bagi gw air pedas banget anjir " ucap Pond  merasa kasihan Phuwin cepat cepat memberi secawan milo es yang di beli mereka tadi . Pond meneguk air itu cepat sehingga mulut nya yang terasa terbakar itu hilang



Phuwin kasian melihat Pond
ia mengambil ice yang ada di cawan nya lalu mengelap seketul ice itu di bibir Pond " lain kali gausah di paksa , nanti perut lo juga bisa sakit " ucap Phuwin khawatir




melihat ke pekaan Phuwin kepada dirinya membuat Pond bertambah yakin bahwa Phuwin dapat menerima dirinya walaupun cuman pacar kontrak .




" jadi deal kita bakal jadi kan ? " tanya Pond
Phuwin memberhentikan kegiatan nya . jika Phuwin menolak rasanya kasian melihat Pond udah seberusaha itu untuk menang
lagipula perjanjian nya hanya pacar kontrak aja . Phuwin menghela nafas berat lalu mengangguk kan kepala nya paksa
hanya itu yang bisa di jawab nya




Pond tersenyum menang melihat itu
itu membuat rasa kasihan Phuwin hilang begitu saja
dia terus berdiri lalu membaling tisu yang ada di tangan nya tepat ke wajah Pond
" deal sialan " ucap Phuwin kesal lalu berjalan meninggalkan Pond yang duduk masih sedikit kepedasan
" aduh itu tuh pacar ku yang lagi jalan , narak " ucap Pond sendiri




ga sia sia usahanya itu walaupun sekarang perut nya terasa perih dan sakit . namun itu tidak penting . yang penting sekarang Phuwin udah jadi pacar kontrak nya . easy banget main main gitu ama bocil








FLASHBACK END







" jadi udah siap honeymoon nya , pacar kontrak ku ? " ucap Pond bermain main ke Phuwin yang jelas lagi bersuluh cemberut nya bukan main




Phuwin berdecak kesal karena jijik akan kalimat itu
" main main ya lo , gw bakalan gajadi ikut ! " ugut Phuwin seperti anak kecil yang sedang ngambek




DEVIL TO ANGLE                      [PONDPHUWIN] [ON REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang