" ah aku capek sekali "
keluh nya mengipas diri nya dengan kertas agihan di tangan nya
ia berdiri di tepi jalan memegang sejumlah tebal kertas promosi untuk di agihkan
ia mendongak ke langit melihat ke arah matahari yang terpancar terik
mata nya berbinar , semakin lama pandangan nya seakan memburam
namun Phuwin menggelengkan kepala nya cepat supaya kembali tersadar . tubuh nya sedikit terhuyung membuat diri nya menabrak orang yang lalu lalang di hadapan nya
kertas di tangan nya beterbangan apabila seseorang terlanggar tangan nya .
" akh ! "
ringis Phuwin apabila tangan nya tergores jam tangan orang yang menarbak nya
" aduh , maaf ! " teriak sosok itu turut kaget lalu melihat tangan Phuwin sungguh riak wajah nya kelihatan khawatir
" tangan mu— maaf , apa sakit sekali ? "
Phuwin terkaku setelah sekian lama tidak ada orang yang khawatir akan diri nya , tapi kali ini ? yup— orang itu berhasil membuat nya terharu
" hello , kawan ? "
sosok itu melambai lambai kan tangan nya di hadapan muka Phuwin membuat nya tersadar dari lamunan .
" a- ah , apa ? " kata Phuwin terbata bata
" apa kau baik baik saja ? aku minta maaf tangan mu terluka oleh jam ku "
kata sosok itu prihatin
Phuwin tersenyum kelat
" ah tidak apa apa , cuma sedikit kok " kata nya lembut sambil tersenyum manis kepada sosok itu
" nggak boleh gitu , ayo ikut aku "
kata nya kepada Phuwin membuat Phuwin terkaku
" tapi kertas kertas ku— "
kata Phuwin menoleh ke belakang di mana kertas promosi nya semua terbang berteraburan
sosok itu tidak menghiraukan nya
" ah , jangan pedulikan itu . ayo ikut aku dulu " ucap nya dengan wajah tersenyum manis
BAR—
phuwin terduduk formal di situ . ia memandang setiap sudut bar karna ini kali pertama dia masuk ke tempat seperti itu . dan— di siang hari ? ke tempat seperti itu ? jarang bagi nya melihat situasi seperti itu
" hey kawan ! maaf membuat mu menunggu lama . sini liat luka mu "
kata nya menarik tangan Phuwin
" huft— , untung luka nya tidak besar " kata nya menghembus nafas lega
" maaf merepotkan mu "
kata Phuwin melihat sosok itu fokus menampalkan plaster ke tangan nya yang terluka kecil akibat jam sosok tersebut
" loh , aku sama sekali nggak ngerasa repot "
" aku yang seharusnya meminta maaf pada mu " bantah nya tidak beralah
Phuwin hanya tersenyum malas ingin berdebat
" siap ! "
kata nya sambil tersenyum pada Phuwin
Phuwin melihat plaster tersebut
" lucu sekali " kata Phuwin tersenyum melihat plaster tersebut berwarna kuning dan bergambar bunga matahari
" lucu kan ? itu karna aku suka matahari hehe "
" Phi ku yang membelikan nya untuk ku " terang sosok itu kepada Phuwin dengan wajah bangga
Phuwin tersenyum sama
" kau mempunyai kakak lelaki ? apa dia baik sebaik itu kepada mu ? " tanya Phuwin
sosok itu mengangguk kepala nya setuju " iya , dia sangat baik kepada ku "
" bar ini milik nya , tapi dia memberi kepada ku untuk mengambil alih ketika aku tamat kuliah karena kaka ku punya beberapa lagi perusahan lain untuk di uruskan "
mendengar itu Phuwin terus terlopong
" jadi kau anak orang kaya ? " tanya Phuwin dengan mata kagum membuat sosok itu tertawa
sosok itu mengelus kepala Phuwin lembut
" tidak , tapi Phi ku mengangkat derajat keluarga kami "
" ibu dan ayah ku sudah tiada ketika kami sibuk kuliah "
" wahh kamu adik kakak dua dua nya keren . tidak seperti ku " kata Phuwin tersenyum kelat
sosok itu melihat Phuwin tiba tiba bersedih
" kenapa ? kau juga mempunyai kakak lelaki ? " tanya sosok itu
Phuwin bergeleng
" tidak— tapi aku mempunyai adik tiri "
" sebelum nya aku anak tunggal satu satunya . tapi ayah ku berkahwin baru dengan seorang janda anak satu . mereka sepertinya tidak menyukai ku , sentiasa memfitnah ku di hadapan ayah ku , dan membuat ayah ku sendiri membenci ku . keluarga tiri ku juga memaksa ku bekerja tanpa libur walaupun aku sakit " terang Phuwin panjang lebar
sosok itu menutup mulut nya kaget mendengar cerita Phuwin
" kok sekejam itu ?! " tanya nya seakan tidak percaya
Phuwin hanya tersenyum kelat tidak ingin memanjang kan cerita
" kasian sekali nasib mu , apa kata kau bekerja di kantor kakak lelaki ku saja ? " ide sosok itu tersenyum manis
Phuwin bergeleng laju
" tidak , bagaimana dengan kerja ku tadi ? " tanya Phuwin ragu
sosok itu tersenyum geli hati
" oh itu— yang kau promosikan itu juga kakak perempuan ku punya produk kok , gapapa "
kata sosok itu meyakinkan
mendengar itu Phuwin hanya mampu terlongo lagi mengagumi betapa kaya sosok di hadapan nya ini— sungguh keluarga yang berjaya
" begini , esok kamu tunggu aku di depan bar ini ya ? aku akan membawa mu ke kantor Phi ku "
Phuwin ragu ragu ingin menjawap ya atau tidak
" tapi aku tidak mempunyai apa apa kelulusan " alasan Phuwin lemparkan
sosok itu tertawa
" kau mungkin tak ada kelulusan , tapi kau ada aku sebagai orang dalam MUEHEHE " kata nya tertawa nakal membuat Phuwin bergeleng melihat tingkah sosok di hadapan nya itu
" yaudah kamu mau ya gada penolakkan . esok tunggu aku di sini ya aku akan menjemput mu " kata nya lembut
Phuwin hanya mengangguk sambil tersenyum malu lalu berdiri ingin keluar dari situ
baru saja Phuwin ingin keluar dari situ sosok itu memanggil nya semula
" hey , btw— nama mu ? " tanya nya
" nama ku PHUWINTANG "
" panggil Phuwin aja " terang Phuwin sambil tersenyum manis
" oh okey , kalau begitu mari berteman "
" nama ku DUNK NATACHAI panggil Dunk aja " kata nya tersenyum tidak kalah manis
Phuwin mengangguk lalu melambai tangan nya keluar dari situ di balas dengan lambaian Dunk
" imut pasti dia nerima nih " kata Dunk tersenyum mengingati wajah kakak lelaki nya yang seperti kulkas
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]
Action⚠️ WARNING ⚠️ [ MPREG ] start : 30.04.2024 end : 22.07.2024
![DEVIL TO ANGLE [PONDPHUWIN] [ON REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/367809476-64-k251606.jpg)