Uchiha Sasuke POV
Kamis
Uchiha Seiichi tidak juga berhenti cemberut sepanjang sarapan. Pria kecilku hanya menunduk menyembunyikan wajah saat melahap roti isi selai kacang favoritnya. Kurasa ia masih tidak terima dengan pernyataan Hotaru. Dan jujur aku juga belum bisa menerima. Siapa yang berhak mengatur kehidupanku? Ia sudah lama kutendang jauh-jauh jadi mengapa harus repot mengurusi hidupku?
Aku menyudahi sarapan saat Seiichi meminum susu sampai tandas. Memilih menyesap kopi hitam lalu menyusul darah dagingku berangkat. Aku berteriak pada ibu yang tengah menyiram tanaman, mengatakan bahwa hari ini aku tidak bisa menjemput Seiichi karena dipastikan kunjungan pasien di lantai tiga tidak akan selesai dalam waktu singkat.
Kami berangkat dalam diam. Seiichi tidak berusaha berceloteh atau menyalakan musik seperti biasa. Aku berinisiatif untuk memulai, menyalakan musik memilih lagu hiphop yang tengah santer dibicarakan orang. "Apa menurutmu Bangtan Boys keren?" tanyaku memecah keheningan.
Seiichi menoleh padaku dua detik lalu beralih pada dashboard membaca hangeul yang tertera di layar. Ia mengangguk tanpa merespon apa-apa lagi. Lagu mengalun di sepanjang perjalanan. Ini sama sekali tidak akan berhasil.
Saat kami tiba di sekolah Seiichi berkata, "Aku berangkat, Ayah." Lalu berjalan lesu memasuki gerbang. Hiroshi mengejutkannya dari belakang tapi ekspresi pria kecilku tetap sama. Aku menghempas kepala ke kursi pengemudi. Tidak mudah mengembalikan mood Seiichi yang berantakan. Ia bukanlah anak kecil biasa.
***
Dugaanku tidak pernah meleset. Pasien hari ini membludak karena insiden kecelakaan beruntun di Shibuya kemarin. Tidak semuanya luka parah tapi mereka harus mendapat perawatan setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Aku menyusuri lantai tiga ditemani Hinata. Terkadang memiliki profesi ganda di rumah sakit tidak membuatmu bisa bersombong ria. Aku menghela napas sebelum membuka pintu.
Ponselku meraung meminta perhatian saat aku sudah setengah jalan. Aku mengabaikannya, mengecek arloji lalu kembali masuk dalam ruangan pasien. Saatnya Seiichi pulang. Aku harus membelikan makanan favoritnya saat shiftku berakhir atau ia akan merajuk lebih dari tadi pagi. Ponselku kembali meraung dan akhirnya aku menyerah. Aku meminta Hinata memberiku waktu lima menit beristirahat dan ia mengangguk setuju.
Nama ibuku tertera dalam layar saat ponsel sudah ada dalam genggaman. Aku segera menggeser tombol hijau. Menempelkan pada telinga menunggu laporan mengenai jagoan kecilku yang kupastikan tengah menyantap makan siang.
"Akhirnya kau menjawab telepon." Suara ibu terdengar gusar. Dahiku mengerut tidak mengerti. Tidak biasanya ibu membuka percakapan dengan kalimat seperti ini.
"Ibu, ada apa?" tanyaku memastikan kejanggalan yang terjadi. Ibu dan ayahku adalah orang-orang yang tenang. Jadi akan sangat aneh jika mereka tiba-tiba bersikap gusar. Aku menghela napas. Mensugesti pikiran agar tidak memproduksi kemungkinan buruk.
"Kau harus tenang, Sasuke." Kudengar ibu mengambil napas. Seperti sangat sulit mengatakan kalimat selanjutnya. Aku menunggu saksama sampai kemudian ibu berujar, "Seiichi tidak ada di sekolah. Supir pribadi yang menjemputnya. Satpam sekolah mengatakan sudah tidak ada anak tersisa karena hari ini tidak ada kegiatan ekstrakurikuler."
Aku yakin mata kecilku membulat tidak percaya. Pikiran buruk segera memenuhi otak. Tidak. Ini pasti tidak benar. Seiichi tidak semarah itu. Seiichi tidak seemosi itu. Aku menghela napas. "Ibu sudah memastikannya sendiri?"
Ibuku juga ikut menghela napas. Menjawab dalam satu kalimat yang membuatku benar-benar frustrasi. "Ya, Nak. Seiichi benar-benar tidak ada di sekolah."
Mengusap kasar wajah, aku kembali berujar, "Aku akan menelepon polisi. Maaf, Bu tapi aku harus kembali bekerja agar segera sampai di rumah." Tidak memiliki ide apa pun yang bisa kulakukan sekarang. Pasienku masih banyak dan mengajukan izin bukanlah perkara mudah di rumah sakit sebesar tempatku bekerja. Aku menutup telepon sepihak, segera menelepon kantor polisi dan mengumpat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Under These Skies (SasuSaku ver.)
ФанфикHidup mereka tidak sempurna; tentu saja. Satunya seorang dokter yang memiliki seorang putra, satunya lagi seorang yang giat bekerja dan memiliki satu anak pula. Kesamaan mereka ada di cacatnya hubungan sebelumnya. Dan bertemu ketika dua anak mereka...