16 (perpisahan)

2.3K 114 3
                                        

Waktu bergulir begitu cepat,hingga tiba saatnya perpisahan itu terjadi

Beberapa pasang mata saling beradu pandang,tatapan yg sama sarat akan ketidak relaan yg begitu terasa,

Bulir air mata pun tak bisa terbendung,ia mengalir tanpa diminta.

"Gue pasti bakal kangen sama Lo sal"ucap Novia memandang sendu wanita dihadapannya.

"Lo harus balik kesini lagi gue gak mau tau"lanjutnya dengan nada mengancam.

"Kak Salma janji untuk sembuh ya,kita bakal selalu nunggu kabar baiknya"ucap syarla ikut bicara.

"Semangat ya kak sal,Nabila selalu do'ain yg terbaik buat kak sal dan kak Rony"sambung Nabila.

"Sal,walaupun kita belum lama kenal tapi gue tau Lo orang baik,dan gue yakin Tuhan pasti jaga Lo"kata Novia tak kuasa menahan air matanya.

"Makasih ya nov,syar,bil buat hari-hari menyengkan yg kalian bagi sama aku,itu benar benar berarti banget"ucap Salma.

"Aku akan berusaha berjuang buat sembuh,tapi aku gak bisa janji untuk sebuah ketidakpastian"

"Aku pasti akan rindu kalian,jangan lupain aku ya"ucap Salma menggenggam tangan ketiga temannya itu.

"Nab kalau nanti saat kamu menikah aku gak bisa dateng aku minta maaf ya,jangan sedih karna itu hari bahagia kamu,aku juga pasti akan ikut bahagia dan selalu mendoakan kamu"lanjut Salma menatap Nabila yg sudah menangis.

"Kak sal jangan ngomong gitu,siapa tau nanti pas aku nikah kak sal udah sembuh dan pulang kesini"ucap Nabila yg berusaha menenangkan hatinya sendiri.

"Semoga ya nab"balas Salma berusaha tersenyum.

"Hello dua anak cantik dan gantengnya ante sal,ante pamit ya sayang jangan rewel dan bikin emosi mama kalian yg galak itu,karna nanti gak ada ante sal yg bisa nolong kalian"canda Salma beralih pada dua balita yg sedang anteng di strolernya itu.

"Tumbuh jadi anak hebat ya kalian,ante pasti bakal kangen kalian"lanjutnya lalu mencium mereka bergantian.

Kini tatapan Salma beralih pada tiga pria yg sejak tadi hanya diam memperhatikannya.

"Kak Paul,bang nayl,kak Danil,aku titip temen-temenku ya,jagain mereka jangan dibikin sedih"ucap Salma pada mereka.

"Mereka cantik-cantik galak soalnya jdi hati hati ya kalian"lanjut Salma bercanda.

"Aman sal,Novia udah jinak kok sama gue"canda bang nayl.

"Kalau si syarla mah bocahnya emang penurut sal jadi aman juga lah"sambung Danil dengan senyumannya.

"Kak Paul harus jga Nabila,adekku itu terlalu polos,jangan sampai dibikin sakit hati"ucap Salma yg melihat Paul diam saja.

"Gue gak suka tau Mak sama kata kata perpisahan kayak gini"ucap Paul

"Dulu Rony ninggalin gue tanpa bisa gue cegah,sekarang kalian berdua juga bakal pergi lagi dan gue juga gak bisa cegah itu karna untuk kebaikan lu juga"lanjutnya menghela nafas berat.

"Mak gue cuma minta cepet balik ya kalian,hadir diacara paling penting dalam hidup gue,cuma itu permintaan gue"ucap Paul dengan nada memohon.

"InsyaAllah ul,doain biar semua berjalan lancar"ucap Rony yg sedari tadi diam sambil menepuk bahu sahabat terdekatnya itu.

Tak bisa dipungkiri walaupun mereka sering berdebat tapi persahabatan keduanyalah yg paling dekat diantara yg lain.

"Inget Ron,lu harus bawa Salma pulang kesini dalam keadaan sehat,lu masih punya utang sama gue buat jadi saksi dinikahan gue,gue gak mau tau pokoknya lu harus balik hari itu"ucap Paul seakan mengancam.

"Ul..asal lu tau semua harapan lu itu juga harapan terbesar gue,akan gue usahain apapun itu untuk kesembuhan Salma,apapun itu..gue bahkan rela tukar nyawa gue kalau perlu"balas Rony

"Gue percaya Allah maha baik,semoga doa baik kalian semua bisa mengantar Salma dan juga gue pada kebahagiaan suatu hari nanti"lanjut Rony menepuk bahu Paul.

Langkah Salma kini tertuju pada keluarga Rony yg sedikit berjarak dari teman-temanya.

"Pa,ma Salma pamit ya"

"Terimakasih untuk semuanya,doain Salma semoga lekas sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama mama dan papa"ucap Salma lalu mencium punggung tangan kedua mertuanya.

"Mama pasti selalu doakan kalian,kembali dengan sehat ya nak"balas mama Rony memeluk Salma.

"Papa cuma pesan supaya kalian saling menjaga,papa mama mungkin tidak bisa mengunjungi kalian karna khawatir akan ada orang yg mengintai pergerakan kami,pokoknya kalian harus tetap waspada walau kecil kemungkinannya dia tau keberadaan kalian"pesan papa Rony.

"Iya pa,Rony ngerti maksih juga buat semua dukungan yg kalian kasih buat kita"bls Rony.

"Sesulit apapun keadaan orang tua,mereka pasti akan mengusahakan kebahagiaan anak anaknya,kelak kamu juga pasti akan berada diposisi itu"kata papa Rony merangkul bahu anak laki lakinya.

"Bang Aldo kak Maura gue sama Salma pamit ya"ucap Rony beralih pada Kaka dan Kaka iparnya.

"Baik baik kalian disana ya,cepet pulang ponakan kalian bentar lagi launching nih"kata kak Maura.

"Doain ya kak,kakak juga jaga kesehatan, sering-sering berkabar ya sama aku"ucap Salma memeluk Kaka iparnya itu.

"Titip kakak gue ya bang,walaupun cerewet gue sayang banget sama dia"ucap Rony pada bang Aldo.

"Iy Ron pasti gue jaga,lu juga jaga diri disana ,Salma juga jangan lupa dijagain,ntar lu lupa kalau punya istri lagi karna liat bule disana"canda bang Aldo.

"Udah berapa kali gue bilang bang,gue tuh gak tertarik sama kaumnya Paul hahaha"balas Rony tertawa.

"Dee kamu gak mau peluk kakak?"tanya Rony menatap adiknya yg sedari tadi diam sambil meneteskan air mata.

Adeeva pun langsung menghambur kepelukan kakaknya.

"Kenapa sih perempuan itu selalu bikin ulah,lagi lagi gara gara dia aku harus jauh dari kak zio ditambah harus jauh juga sama kak Salma"ucap Adeeva dengan nada kesalnya sambil terisak.

"Gak boleh nyalahin keadaan Dee,kamu harus percaya kalau rencana Allah jauh lebih indah dari harapan kita,buktinya dulu kakak pergi karna kecewa lalu kembali dan mendapatkan bahagia yg bahkan gak kakak sangka sangka kedatangannya"balas Rony melerai pelukannya.

"Belajar yg bener,jadilah kebanggaan keluarga,gak usah pikirin hal-hal yg gak penting"lanjut Rony sambil menghapus air mata adiknya.

"Sana peluk kak Salma dulu"suruh Rony.

"Kak sal.."panggil Adeeva kemudian memeluk erat kakak ipar kesayangannya itu.

"Adek jangan sedih lagi ya,kak sal nanti ikut sedih kalau kamu nangis gini,jaga diri dimanapun kmu berada,belajar yg rajin biar cepet lulus"kata Salma menyemangati adik iprnya itu.

"Kak sal juga hati hati ya disna,jangan lupa sering telpon aku,aku pasti kangen banget sama kak sal"ucap Adeeva masih dalam pelukan Salma.

"Pasti sayang,lagian kak sal kan sama kak zio nya kamu,jadi pasti aman"kata Salma mengelus rambut pnjng Adeeva.lalu melerai pelukannya.

"Semuanya kita pamit ya ,Assalamualaikum.."ucap Rony kemudian menggandeng tangan Salma masuk ke gerbang keberangkatan sore hari ini.






















Ya Allah
Sekali lagi aku melangkah meninggalkan kota kelahiran ku
Menepi sejenak dari riuhnya keadaan yg sering kali
membuatku risau
Ya Rabb..
Kelak ku mohon ijinkan lagi kakiku menapak pada tanah air tercintaku ini dengan keadaan yg lebih baik,
Dengan bahagia yg lebih
Nyata,dan pastinya dengan wanita
di sampingku hingga kami menua dan menutup usia.

-arsenio Rony dirgantara-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Ihhh sedih kali part ini yak.
Semoga kalian tidak bosan membaca coretan kehaluanku

Jangan lupa vote and coment ya
See you next part🙏😊

Kisah KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang