baru pertama bikin cerita di wattpad,
masih pemula banget ihhh...
mohon maklum ya...
.
.
.
.
Hadirmu membutku sadar,
bahwa hidup itu seharusnya memang dinikmati,
bukan diratapi...
Tersenyumlah hari ini,karna belum tentu kita masih
bisa tertawa esok...
🌻 Hari hari berlalu begitu cepat,tak terasa sudah dua tahun lamanya Salma dan Rony meninggalkan keluarga juga teman teman mereka,entah bagaimana kabar mereka sekarang,sejak satu tahun yg lalu mereka jadi sulit dihubungi.
"Kak nov,kak syar maaf ya aku telat"kata Nabila yg baru datang ditempat janjian mereka.
"Santai aja nab,kita juga baru sampai"balas syarla
"Para bocil kok gak pada ikut kak?"tanya Nabila yg tidak melihat anak Novia dan syarla disana.
"Kita tinggal sama para bapak bapak nab,mumpung mereka lagi libur"jawab Novia.
"Wahhh jadi sekarang kita girls time dong nih ceritanya "kata Nabila dengan antusias
"Bisa dibilang gitu lah nab"
"Oh iya kak nov,kak syarla,sebenernya niat aku ngajak kalian ketemu tuh mau ngasih ini"ucap Nabila mengangkat paper bag yg tadi ia simpan disamping kursinya.
"Wihhh apa nih nab..oleh oleh dari mana perasaan lu kagak keluar kota?"tanya Novia
"Ihh coba dibuka dulu kak nov,nanti baru nanya nanya"balas Nabila
Mereka pun membuka bingkisan itu dan cengo melihat isinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggap aja namanya Nabila Paul)
"Nab serius ini?"tanya syarla kaget
"Bukanya Lo bilang waktu itu rencananya masih tahun depan kok tiba tiba ngasih ginian"lanjut syarla sambil membongkar isi paper bag tersebut
"Sebenernya iya kak,cuma kata Abi dan keluarganya Paul lebih baik dipercepat aja dari pada nanti timbul fitnah karna kita sering bareng bareng"jawab Nabila
"Selamat ya dekku,semoga lancar sampai hari H"ucap Novia memeluk Nabila
"Mau ikut peluk.."ucap syarla ikut memeluk sahabatnya itu
"Akhirnya sebentar lagi diantara kita udah pada nikah semua,seneng banget ihh"lanjut syarla
"Tapi nab sedih.."
"Kenapa nab ,harusnya lu bahagia dong mau nikah?"tanya Novia
"Bukan soal itu kak nov,aku sedih karna kita gak lengkap,kak Salma belum kembali dan entah kapan pulangnya"kata Nabila meneteskan air mata.
"Kita doain semoga kak Salma baik baik aja ya nab,semoga segera ada kabar baik dan kita bisa kumpul bareng lagi"
"Jangan sedih dong nab,gpp ya gak ada Salma kan masih ada kita,kita bakal dampingi kamu dari pagi sampai pagi lagi deh biar Paul gak punya kesempatan buat Deket Deket ..hahahaha."tawa Novia diakhir kalimatnya.
"Bisa digorok sama sibule kita kak nov ..hahahaha..."balas syarla ikutan tertawa.
***
Jalanan Jakarta sore ini sangat macet,waktu pulang kerja memang sangat ramai membuat Paul harus sedikit bersabar untuk sampai dirumah.
"Lo apa kabar Ron"lirihnya sambil memandangi jalan didepannya.
"Lo punya hp buat apa sih kalau gak bisa dihubungi"lanjutnya dengan nada kesal.
"Pernikahan gue dipercepat Ron,gue seneng banget sebenernya,tapi Lo gak ada disini"
"Perasaan gue campur aduk Ron,gue butuh lu buat kasih solusi"
"Walaupun Lo kadang ngeselin,Lo tetep sahabat terdekat gue,Lo yg paling ngertiin gue"
"Arghhhhh....
"Ini semua gara gara si flora bang*** itu ,perempuan itu bener bener pembawa masalah" ucap Paul emosi sendiri,ia bahkan sampai tak sadar bahwa sedari tadi sudah diklakson mobil dibelakangnya. Ia pun bergegas menjalankan mobilnya dan pulang kerumah.
***
Semilir angin menerbangkan helaian rambut seorang wanita yg sedang menikmati waktu dibalkon kamarnya,malam yg kian larut dengan hawa dingin yg menusuk justru membuatnya enggan beranjak dari sana,hingga sepasang tangan melingkar diperutnya dan pelukan hangat itu ia rasakan.
"Ayo masuk sayang,angin malam gak baik buat kesehatan kamu"ajak pria yg memeluknya tadi,siapa lagi kalau bukan suaminya.