14. Muzan, Mantan Raja Iblis yang Menyedihkan

439 37 13
                                        

Suasana ruang rapat mendadak tegang, tentu kehadiran Muzan adalah penyebab utama mengapa semua ini terjadi. Siapa coba yang tidak marah sekaligus terkejut jika bertemu musuh lama?

Yoriichi pun merasakan hal yang sama. Bau mantan raja iblis itu masih sama, namun kali ini tidak tercium buruk sama sekali. Entah apa penyebabnya, Yoriichi sekarang hanya bisa menahan marah sembari menunggu keputusan Oyakata-sama.

Sementara si tersangka utama hanya menatap datar ke arah para mantan Hashira tersebut. Mereka semua tidak bisa membaca arti tatapan yang di layangkan Muzan, tetapi mereka lebih memilih waspada daripada lengah.

Kagaya tersenyum maklum. "Anak-anakku, tenanglah. Maaf membuat kalian terkejut. " Sang Oyakata-sama berucap dengan nada lembut sekaligus menyejukkan.

Sanemi terlihat agak goyah, namun dia masih menatap tajam ke arah Muzan. Tanjirou dan Yoriichi berbeda lagi, mereka memilih duduk walaupun dengan terpaksa. Mata Tanjirou masih menatap tajam Muzan, sementara Yoriichi memilih memejamkan matanya dan mulai mengendalikan diri.

"Yoshiro, kau bisa masuk."

Sesaat setelahnya, Yushiro ikut bergabung pada dengan para pemburu iblis yang lain, di jajaran Tanjirou dan para Hashira. Iblis yang bahkan masih hidup sampai di era Reiwa itu masih menatap penuh dendam ke arah Muzan.

Kagaya menghela napas pelan, dia tahu bahwa ini semua tidak akan mudah. Pria itu bahkan yakin bahwa sebagian besar dari mantan Hashira (terutama Sanemi) mungkin akan sulit memaafkannya karena membawa sosok yang hampir ratusan tahun lalu mereka bunuh dengan penuh pengorbanan.

"Anda masih percaya dengannya setelah apa yang dia perbuat ratusan tahun lalu, Oyakata-sama?" Yushiro berucap sarkas, sembari menatap Muzan yang masih melempar tatapan datar.

Muzan lantas menatap Kagaya, "Aku sudah bilang, ini tidak akan berhasil."

Semua seketika hening begitu mendengar Muzan yang berbicara di forum itu untuk pertama kalinya. Yoriichi mengangkat alisnya, dia agak tertarik dengan apa yang diucapkan Muzan, seolah pemuda itu memang awalnya tidak ingin datang.

Giyuu menaikan sebelah alisnya, "Maksudmu? Kau memang bermaksud tidak datang?" pemuda itu bertanya dengan nada datar namun ada sedikit binar penasaran di matanya.

Melihat keributan kecil yang terjadi, Kagaya akhirnya menepuk sekali tangannya. Itu membuat tatapan seluruh orang diruangan tersebut tertuju padanya. Kagaya lantas menatap Yushiro sambil tersenyum.

"Kau sendiri sudah mengetahui bagaimana kebenaran bukan, Yushiro? Tentang informasi yang kau berikan sebelumnya?" Yushiro menghela napas dan mengangguk. Dia lantas menatap semua orang, masih dengan tatapan kesal.

"Orang ini," Yushiro menunjuk Muzan, "Dia memang membuat salah satu iblis sebelum pertarungan terakhir. Tapi dari informasi yang baru kudapatkan, kekacauan ini bukan akibatnya." Keheningan menerjang mereka selepas mendengar ucapan Yushiro.

Yoriichi bahkan sudah mulai melamun, memikirkan mimpi yang menyerangnya sejak beberapa hari lalu. Dia memang tidak melihat Muzan, melainkan seseorang yang sama sekali tidak Yoriichi kenal.

"Aku punya satu kemungkinan, entah kalian percaya atau tidak." Mereka semua kembali menatap Muzan yang kembali berbicara. Pria berwajah pucat itu menatap para pasukan pemburu iblis.

"Kemungkinan besar, ini adalah ulah seseorang yang merubahku sebagai iblis akibat obat keparatnya itu." Muzan mengepalkan tangannya, giginya bergeretuk, emosinya nyaris tidak terkendali. Namun berkat tepukan Kagaya di bahu, Muzan akhirnya menghela napas perlahan dan mulai tenang.

Gyomei yang sejak tadi diam, lantas menatap ke arah Muzan. "Kau juga dirubah menjadi iblis?"

Muzan mengangguk. Jika diingat-ingat, dirinya hanya berandai untuk sembuh dari penyakitnya dan bisa beraktivitas dengan normal selayaknya manusia. Namun dokter keparat itu malah membuatkan obat yang malah menjadikannya iblis, entah secara sengaja ataupun sengaja.

Hello Again, Brother Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang