"Benar-benar kombinasi yang mematikan."
- Tomioka Giyuu -
Setelah pembicaraan yang cukup-- sentimentil antara Michikatsu - Muichiro dan Yoriichi - Tanjirou, Trio Kamaboko + Genya, Kanao dan kembar Tsugikuni kini berkumpul di arena latihan yang berada dibelakang kediaman Oyakata-sama, sebuah lapangan luas yang dikelilingi pohon bunga wisteria.
Para Mantan Hashira lainnya memutuskan untuk tidak ikut turun lapangan, mereka sejujurnya penasaran dengan kemampuan bertarung dari Yoriichi-- legenda yang dikenal dapat membuat Muzan merasakan ketakutan hingga ke sel-sel tubuhnya. Ah tentang Muzan, pemuda itu berada di sebelah Kagaya. Ia sejak tadi memilih diam, entah memikirkan apa.
Sementara situasi lapangan cukup tenang. Ketujuh manusia itu telah siap dengan Bokutou mereka. Terutama Inosuke yang sudah tampak bersemangat memegangi senjata kayunya itu sejak tadi, sepertinya pemuda itu sudah tidak sabar menghajar orang.
Lain halnya dengan bocah-bocah itu, Kyoujuro tampak terlihat bersemangat menanti pertarungan yang akan terjadi.
Yups, setelah mendiskusikan dengan Oyakata sama, para anak-anak memutuskan mengadakan latihan dengan duo Tsugikuni untuk mengukur seberapa kuat mereka sekarang. Meski trio Kamaboko sebelumnya sering berlatih dengan kedua orang itu, mereka merasa cukup tertantang untuk berlatih dengan keduanya secara serius.
"Jadi, siapa yang mau melawanku terlebih dahulu?" Tanya Michikatsu memecah keheningan, membuat semua orang menatap ke arahnya.
Zenitsu terlihat malu-malu, sementara Inosuke disebelahnya sudah meloncat-loncat sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi, membuat rambut hitam-birunya tampak naik turun. Sementara Tanjirou, pemuda itu hanya terkekeh melihat tingkah dua temannya itu.
Kanao menanggapi dengan senyum tipis dan Genya berakhir mengeluarkan ringisan, agak malu melihat kelakuan teman lamanya itu.
"Kenapa kau tidak bertarung dengan saudara kembarmu lebih dulu?"
Kali ini Yoriichi langsung menyorot heran ke Sanemi, pemuda berambut putih yang sedang menatap adegan itu dengan tatapan malas. Tampaknya pemuda Tsundere itu penasaran dengan kemampuan kedua bersaudara tersebut. Terbukti dengan dirinya yang sejak tadi terus memperhatikan gerak-gerik Yoriichi yang sedang memperhatikan junior-junior mereka.
Michikatsu memandang Yoriichi datar, membuat adiknya itu merengut tanpa sadar. Sementara yang lain tampak kaget, kecuali trio Kamaboko tentunya. Yah, mereka selalu melihat adegan ini setiap Michikatsu ingin mengajak Yoriichi berduel.
Sebuah rahasia umum, Yoriichi paling benci jika harus berhadapan langsung dengan sang kakak.
Uzui bertepuk tangan setuju, "Shinazugawa benar, sepertinya akan seru melihat pertarungan legenda pengguna pernapasan matahari dan mantan iblis bulan atas pertama bertarung." Pemuda itu tersenyum senang, seolah-olah benar-benar menunggu duel yang kedua orang itu.
"Namu, kami juga menantikan itu." Himejima menimpali, pemuda itu terlihat tenang seperti biasa. Gelagatnya masih sama, meski penglihatannya tidak bermasalah sama sekali.
Melihat orang-orang yang terus berucap seperti itu membuat Yoriichi akhirnya menyerah. Ia memutar tubuhnya, tepat menghadap sang kakak yang telah siap sejak awal.
Yoriichi menghela napas, "Nii-chan, kau tahu aku paling tidak suka melakukan ini 'kan?" Wajah Yoriichi benar-benar terlihat memelas, membuat Michikatsu mendengus kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Again, Brother
FanficIblis telah musnah ratusan tahun lalu, dunia telah damai dan mulai berkembang. Seiring berjalannya waktu, perlahan kisah para pemburu iblis mulai dilupakan. Setidaknya itu yang Yoriichi tahu. Ia, Tsugikuni Yoriichi lahir kembali menjadi manusia di...
