Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"KALIAN..."teriak Naura
Satu detik
Dua detik
Pandangannya tiba-tiba menjadi kabur
Brug dia jatuh pingsan
"NAURAA"teriak dua sahabatnya
"Astaga kenapa jadi gini"Cantika menepuk pipi Naura mencoba membangunkan dirinya
"Jangan diam aja jing,Bawa dia ke UKS"geram alesya kepada elang
"Biar gue aja"Rasya menawarkan diri,dirinya seperti tanpa beban mengendong Naura
Mereka berjalan mengikuti langkah kaki Rasya,wajah panik mengundang beberapa orang merasa heran menatap mereka
Brak'
Rasya menendang pintu UKS,membuat penjaga di sana kaget
"Periksa dia"ucap Rasya dingin, setelah meletakkan Naura dia berdiri menjauh
"Cepetan anjing jangan bengong doang"geram Cantika,saat melihat petugas itu gemetar
Lima menit menunggu
"Kayaknya Naura belum sarapan makanya dia lemas dan jatuh pingsan,nanti kalau dia udah bangun kasih dia makan"ucap sang petugas
"Hmm,sana pergi"usir alesya garang
"Kalau sampai opa tau abis deh kita"ucap Cantika
"Ini semua tuh gara-gara kalian,coba aja kalian nurut gak akan kaya gini kan"lalu dia menatap Rasya dan Azka
"Salah siapa lemah jadi cewek"kata Rasya
"Jaga mulut loh ya bangsat"geram Cantika
"Udah jangan pada ribut,ka beliin bubur di kantin sama alesya sana"suruh elang
"Kok gue?"alesya tak terima
"Udah sana,katanya sayang sama Naura"kata elang kemudian alesya pergi dengan terpaksa
"Hughh"ucap Naura sadarkan diri
"Sakit banget kepala sama perut gue"ucapnya lalu dia duduk
"Etss jangan banyak gerak dulu,baru juga sadar nanti kenapa-kenapa gimana"omel Cantika,namun Naura malah tersenyum
"Lebay amat sih ge"ungkapnya
Tak lama Azka masuk dengan alesya sambil membawakan bubur
"Nih di makan ya tayang"kata alesya
"Loh serius le?"kata Naura sambil membuka bubur
"Loh lupa gue gak terbiasa makan bubur"lanjutnya lagi
"Ampun gue lupa,keburu panik duluan terus mau makan apa?"
"Gue pengen yang pedes gitu,biar lebih menyala"
"Anjays menyala abangku"kata elang
"NAURA GUE PENGEN KETEMU SAMA LOH"suara itu sudah mereka kenali itu adalah suara Natasya dari luar
"Ini urusan kita,loh makan aja"kata Cantika dia lalu menyusul keluar
"Loh boleh keluar kalau udah makan"kata alesya ketika Naura ingin bangun
"Ayo ikut kita"lalu alesya menarik Azka dan elang untuk ikut
"Ngapain loh masih di sini"kata Naura menatap Rasya galak yang masih diam
"Ya kali makan bubur hambar gue"ia menatap bubur tersebut
"Gue suapin"tanpa menungu persetujuan ia merampas bubur tersebut
"Yang sopan ya jing"
"Buka mulut"ucap Rasya,namun Naura diam
"Kalau loh gak mau,loh mana bisa bully dia di luar sana"akhirnya mau tak mau Naura menurut dan memakan makanan tersebut
Naura makan tanpa banyak bersuara mungkin dirinya sedikit lemas juga
"Cukup udah enek gue"kata Naura padahal baru beberapa suapan
"Hmm,nih minum"kata Rasya
"Udah kan?gue mau pergi"Naura lalu turun namun dirinya malah tersandung
Grep
Beruntung Rasya menangkap dirinya,dengan tangan Rasya yang berada di pinggang
"Deket banget njir,kok jantung gue disko"batin Naura
"Mata ini kenapa sama seperti dia"batin Rasya dirinya tidak berkedip sama sekali
Brak'
Natasya masuk,membuat Naura dan Rasya sadar dan segera memperbaiki diri
"Hiks hiks Naura gue minta maaf"tiba-tiba dia berlutut
"Lepasin kaki sahabat gue anjing,dia jijik"kata alesya dia mencoba menarik Natasya namun malah dia kena dorong
"Aww"ucap alesya beruntung Azka menarik dirinya hingga tidak jadi terbentur
"Lepasin gue"kata Naura dingin,namun tetap tak di hiraukan
"Ayo sahabat keluarkan apa yang kamu punya"batin Cantika tersenyum penuh makna
"Gue bilang sekali lagi, lepasin tangan loh dari kaki gue"ucap Naura
Naura benar-benar sudah enek dan kesabaran dirinya sudah habis,dia mendorong Natasya hingga tersungkur ke lantai
"NAURA"teriakan itu berasal dari Oma Sandra yang entah kenapa tiba-tiba sudah berada di sekolah
"Oma tolongin tasya kak Naura jahat"adu Tasya kepada Oma
"Astaga cucuku kamu tidak apa-apa kan, Oma mendapatkan kabar kalau kamu pingsan"Oma Sandra malah khawatir dan tidak menanggapi ucapan Tasya
"Seperti yang Oma lihat,lagian Oma tuh pake teriak segala bikin Naura kaget tau sampai Naura belum puas bully dia"
"Maafkan Oma sayang,atau mau Oma suruh orang buat bakar mereka?"Tasya yang mendengarkan itu merinding
"Kalau Oma mau,nau setuju aja"
"Mau kemana loh?"tanya Cantika dan alesya memegangi tangan Natasya
"Pliss lepasin gue"
"Loh sendiri yang masuk ke sini,kenapa takut?."ejek Cantika
"Lepasin dia"isyarat Naura,mau tak mau mereka menurut
Natasya lari terbirit-birit membuat Naura dan dua sahabatnya tertawa
Tanpa ia sadari Rasya memandangnya tanpa berkedip lagi
"Apakah itu dia?"batin Rasya
Bau-bau apaa nihh?kiw kiw menyala Rasya
Janlup komen vote dan ikuti
KAMU SEDANG MEMBACA
PEMBALASAN
Исторические романыIni adalah kisah seorang perempuan yang cantik yang memiliki dendam dengan orang yang sudah membuat mama tercintanya meninggalkan dirinya,banyak hal mengubah dirinya menjadi seperti sekarang. Bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi cinta perta...
